Selasa, 19 Desember 2017 |
Nasional

1.077 Hektar Sawah di Batanghari Terancam Kemarau

Jumat, 07 Agustus 2015 01:00:08 wib
Sawah kekeringan akibat kemarau (copyright yahoo.com)

JAMBIDAILY BATANGHARI-1.077 hektar sawah petani di enam Kecamatan dalam Kabupaten Batanghari,  mengalami kekeringan dan tidak tercapainya produksi padi sawah karena ancaman gagal panen.

“Memang di tahun ini, kita memasang target prduksi pada padi sawah ini 49.757, dengan adanya musim kemarau tahun ini, sepertinya ini tidak mungkin tercapai target” kata Kabid Tanaman Pangan Dispertan Batanghari, Isnen kepada jambidaily.com, Kamis (06/08).

Kekeringan sejumlah sawah yang melanda petani Batanghari ini, pada minggu kedua Juli kemarin sebanyak 940 hectare, dan hingga saat ini (agustus-maksudnya) bertambah menjadi 1077 hectare dari luas areal tanam 7.704 hektare.

“Sejak bulan Juli hingga Agustus ini ada sekitar 1.077 hectare sawah yang mengalami kekeringan yang tersebar di Kecamatan Muara Bulian, Pemayung, Mersam, Tembesi, Maro Sebo Ilir, Bathin XXIV.  Dan tertinggi adalah Kecamatan Mersam yang luas areal sawah kekeringan mencapai 700 hektar,"jelasnya.

Terpisah, Kabid Sarana dan Prasana Dispertan Batanghari. Ir Darwin Nasution, mengatakan, untuk mengatasi kekeringan yang melanda sawah petani, pihaknya telah meng-alokasikan sejumlah unit Water Pump (Pompa Air) ke petani.

"Pemerintah sebelumnya sudah mengalokasikan unit mesin Pompa Air ke Petani yang tersebar pada Delapan Kecamatan.  Namun kendala dilapangan, petani kesulitan mencari sumber airnya untuk mengaliri sawah mereka."

Sementara itu, Kepala Badan BP2KP Batanghari, Irwan, mengaku pihaknya melalui tim penyuluhan terus berupaya meng-inventarisir jumlah areal sawah kering yang berdampak pada musim kemarau.  Pihaknya selanjutnya berkoordinasi dengan Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Batanghari, untuk berupaya mencari solusi kepada petani dalam menghadi musim kemarau ini.

"Sebenarnya petani saat ini dalam keadaan musim tanam dan masa pemliharaan. Namun dengan kondisi kemarau yang berkepanjangan ini musim tanam menjadi tertunda. Dan bagi yang dalam tahap pemeliharaan kemungkinan besar akan terancam gagal panen. Kita berharap hujan satu hari terkahir ini dapat menggenangi areal sawah petani bagi yang telah melewati masa tanam,"harapnya.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top