Jumat, 24 Mei 2019 |
Hukum

20 Ribu Baby Lobster Hasil Tangkapan di Nipah Panjang akan Dilepas Ke Natuna

Selasa, 16 April 2019 15:03:52 wib

JAMBIDAILY HUKUM - Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) provinsi Jambi menerima (Selasa, 16/04/2019) hasil penggagalan aksi penyelundupan Pada (Senin, 15/04/2019), Nipah panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) - Posmat TNI Angkatan Laut (AL) Nipah Panjang di bawah Jajaran Lanal Palembang yaitu penyelundupan 20 ribu baby lobster ke luar negeri. 

Baby lobster tersebut didatangkan dari area di luar Tanjabtim Jambi. Baby lobster ini  ditangkap oleh tim F1QR Posmat Nipah Panjang dan Tim intel Lanal Palembang di alur sungai lokan desa sungai Jeruk nipah Panjang Tanjabtim Jambi.

"Pada hari ini telah dilakukan serah terima baby lobster yang ditangkap diperairan sekitaran Nipah Panjang dan diserahterimakan kepada BKIPM Jambi, sesuai arahan dari pusat bahwa Baby Lobster ini akan dilepasliarkan di kepulauan Natuna karena itu salah satu habitat yang cocok untuk Lobster," Jelas Kepala BKIPM Jambi, Ade Samsudin SE, S.Pi, MP saat menyampaikan pres releases.

"Sesuai informasi ada 20 ribu ekor Baby Lobster, jenisnya ada 10 ribu Baby Lobster Mutiara dan Jenis pasir 10 ribu ekor, sementara itu mengenai wilayahnya bisa saja datang dari Jambi ataupun wilayah timur Jawa, bisa juga dari Lampung belum diidentifikasi karena pelaku melarikan diri, namun yang jelas di Jambi hanya sebagai transit saja. Lalu untuk nominal diperkirakan 3,5 Miliar rupiah," Tambahnya membeberkan.

Saat disinggung apakah adanya kaitan dengan penangkapan Baby Lobster terbaru yang berhasil diamankan oleh Polres Tanjabbar, Ade Samsudin mengaku tidak mengetahuinya.

"iya yang ditangkap, jadi kami tidak bisa mengaitkan itu. Ada kaitan atau tidak, kami tidak bisa menyampaikan," Pungkasnya.

Adapun Kronologi Peristiwa yang diterima jambidaily.com dari BKIPM Jambi, bahwa Senin (15/04/2019), sekitar pukul 20.30 s.d. 22.30 WIB Tim F1QR Posmat Nipah Panjang dan Tim Intel Lanal Palembang melaksanakan patroli sektor rutin di perairan Nipah Panjang, Jambi. Tim F1QR mendeteksi secara visual terlihat speedboat 40 PK yang melintas, kemudian dilaksanakan Jarkaplid terhadap speedboat diduga mengangkut barang ilegal pada lokasi 1°06'14.9"S-104°13'26.7"E.

Kemudian Tim F1QR melaksanakan pengecekan terhadap speedboat tanpa nama bersama warga sekitar dengan disaksikan Kepala Dusun I Desa Sungai Jeruk dan Ketua RT. 04 Desa Sungai Jeruk beserta warga. Hasil Pemeriksaan di dapatkan barbuk sebagai berikut:
a. 1 buah speedboat 40 PK
b. Muatan: 10 box styrofoam muatan diduga BL
c. 1 Box styrofoam berisi 20 kantong plastik
d. Pemilik: melarikan diri (meninggalkan speedboat)

Setelah dipastikan barang yang dibawa adalah barang ilegal maka Tim F1QR Lanal Palembang memutuskan untuk melaksanakan pengawalan barang bukti ke Posmat Nipah Panjang untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut dengan melaksanakan koordinasi dengan BKIPM Jambi. 

Pada hari Selasa Pukul 06.30 WIB dilaksanakan pengecekan bersama personil BKIPM Wilker Nipah Panjang di Posmat AL Nipah Panjang, dengan hasil pengecekan sbb :

  • 5 box styrofoam baby lobster jenis mutiara.
  • 5 box styrofoam baby lobster jenis pasir.
  • Total jumlah baby lobster jenis mutiara sebanyak 10.000 ekor.
  • Total jumlah baby lobster jenis pasir sebanyak 10.000 ekor.
  • Total harga baby lobster jenis mutiara sebanyak 10.000 ekor x Rp. 200.000,- = Rp. 2.000.000.000,-
  • Total harga baby lobster jenis pasir sebanyak 10.000 ekor x Rp. 150.000,- = Rp. 1.500.000.000,-
  • Total keseluruhan harga baby lobster sebesar Rp. 3.500.000.000,-

 


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top