Jumat, 24 November 2017 |
Kesehatan & Olahraga

2016, BPJS Siapkan KIS-PBI "Silahkan Lapor"

Kamis, 04 Februari 2016 22:32:35 wib
Konfrensi pers terkait Posko KIS-PBI

JAMBIDAILY KESEHATAN-Memberikan pelayanan prima kepada Peserta, BPJS Cabang Jambi tahun 2016  membentuk Posko Pemantauan Penanganan Pengaduan Distribusi Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI).

"Pelayanan ini menyeluruh di Kantor BPJS mulai dari Kantor Pusat, Kantor Divisi Regional, Kantor Cabang dan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Kota atau KLOK,"papar Kepala BPJS Cabang Jambi Andi Ashar kepada sejumlah awak media, Rabu (03/02) di ruang pertemuan Kantor BPJS Cabang Jambi.

Posko itu nantinya akan melakukan pemantauan dan penanganan, pengaduan Distribusi KIS PBI tersebut,  memantau Distribusi KIS-PBI yang sudah seratus persen diserahkan BPJS Kesehatan ke pihak ketiga seperti PT POS, JNE dan Mitra BPJS Kesehatan guna memastikan apakah KIS PBI tersebut sudah sampai atau belum ke peserta eks Jamkesmas sesuai dengan data Master File.

BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan bagi peserta KIS PBI, mengingat ditahun 2015 lalu jumlah peserta KIS PBI sebanyak 86 koma 4 juta jiwa, sedangkan ditahun 2016 dari 86 koma 4 juta jiwa yang terdata ditahun 2015 terdapat 1 koma 7 juta jiwa yang tidak lagi berhak mendapatkan bantuan iuran ditahun 2016 ini.

"Posko ini juga untuk menampung pengaduan tentang distribusi KIS PBI yang berpotensi masalah, seperti peserta pindah domisili, peserta sudah meninggal dunia dan peserta yang tidak miskin lagi, serta permasalahan distribusi lainnya."

Kartu Indonesia Sehat adalah tanda kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang komperhensif pada fasilitas kesehatan melalui mekanisme system rujukan berjenjang dan atas indikasi medis, yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh peserta jaminan Kesehatan termasuk Penerima Bantuan Iuran.

"KIS yang diterbitkan BPJS Kesehatan terbagi atas dua jenis kepesertaan, pertama Kelompok Masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri atau mandiri ataupun berkontribusi bersama  pemberi kerjanya seperti buruh atau pekerja, kedua kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan dan dibayar iurannya oleh pemerintah.(jambidaily.com/HFR)

KOMENTAR DISQUS :

Top