Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Kesehatan & Olahraga

2017, Empat Warga Tanjabtim Terjangkit HIV/AIDS

Kamis, 11 Januari 2018 19:33:19 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Virus HIV/AID sudah masuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), semenjak tahun 2016 lalu. Sementara, untuk tahun 2017, HIV/AIDS sudah menyerang 4 (Empat) orang masyarakat Tanjabtim, dan satu diantaranya meninggal dunia. Keempat orang tersebut, yakni warga Kecamatan Geragai dan Kecamatan Mendahara. 

Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Ernawati, melalui Kasi P2PM, Kadarusman mengatakan, Satu orang yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Mendahara dan Tiga orang lagi warga Kecamatan Geragai. "Tiga warga Geragai itu saat ini masih dalam perawatan jalan dengan diberi obat untuk mencegah berkembangnya virus. Sedangkan yang meninggal dunia, tidak dapat diselamatkan lagi, karena saat dijumpai kondisinya memang sudah sangat parah, yakni stadium 4," katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/1) kemarin. 

Dia menyebutkan, Empat orang yang terjangkit HIV/AIDS itu semuanya berjenis kelamin laki-laki. Namun, dia tidak bisa menyebutkan siapa-siapa saja nama-nama dari Empat orang tersebut. "Kita tidak bisa menyebutkan nama-nama yang bersangkutan, karena sudah dibuat dalam aturan. Jadi cukup orang mana dan apa penyebabnya," sebut Kadarusman. 

Penyebab timbulnya penyakit HIV/AIDS ini merupakan orang yang sering melakukan seks bebas. Apalagi saat ini, akses jalan menuju kota sudah mulus. Jadi bisa saja, mereka melakukan seks bebas tanpa menggunakan pengaman. "Empat orang semuanya laki-laki. Mungkin saja Empat orang itu 'jajan' diluar, tapi tidak tahu lawan seksnya itu ada penyakit HIV/AIDS," ucapnya. 

Data keempat orang tersebut didapat dari bulan April sampai Agustus 2017. Sementara untuk umur, rata-rata berkisar 30 tahun. Kemudian dari Empat kasus ini semuanya terjangkit akibat seks bebas. "Karena penyakit HIV/AIDS bisa juga tertular dari narkoba, akibat suntikan," ungkapnya. 

Dilanjutkannya, saat ini pihaknya sudah mendapat pelatihan untuk mengatasi HIV/AIDS. Namun pada tahun 2016 lalu diakuinya, memang ada yang terjangkit, tapi pihaknya tidak bolehkan menanganinya. Jadi harus dilakukan pengobatan di Jambi. "Sebelum ada pelatihan kemarin kita belum bisa menanganinya. Jadi pihak provinsi langsung yang melakukan," terangnya. 

Upaya yang dilakukan saat ini, tambahnya, bahwa Dinas Kesehatan terua melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, agar masyarakat tahu gejala-gejala HIV/AIDS. Dan kepada masyarakat, jika ada ditemukan, saudara, tetangga, kerabat dan yang lainnya, segera laporkan ke pihak Puskesmas di wilayah masing-masing," himbaunya.(Hen)

KOMENTAR DISQUS :

Top