Rabu, 15 Agustus 2018 |
Ekonomi

2018 Ini, Dana Alokasi Khusus Irigasi di Tanjabtim Menurun

Rabu, 14 Februari 2018 17:46:34 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Pada tahun 2018 ini, untuk pembangunan Irigasi Daerah Rawa (IDR), Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) hanya kebagian Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Pemerintah Pusat sebesar Rp 4 Milyar. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu sangat jauh merosot.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-PR) Kabupaten Tanjabtim, Dedy Novrianika, mengatakan tahun 2018 ini sekitar 60 persen dana DAK di Bidang Perairan menurun. "Tahun 2017 lalu, kita mendapatkan DAK sebesar Rp 10 Milyar untuk pembangunan irigasi. Sekarang jauh menurunnya," katanya rabu (14/2).

Dijelaskannya, dengan nilai dana Rp 4 Milyar tersebut, pihaknya hanya membangun irigasi di Tiga titik, yaitu di Desa Simbur Naik, Kecamatan Muarasabak Timur, Simpang Pandan, Kecamatan Geragai dan Catur Rahayu Kecamatan Dendang. "Tiga titik itu dibangun di wilayah perkebunan dan pertanian masyarakat," jelasnya. 

Dedy menerangkan, pembangunan irigasi tersebut bertujuan untuk peningkatan hasil produksi pertanian dan perkebunan milik masyarakat. Seperti diketahui, Kabupaten Tanjabtim merupakan daerah rawa, ditambah lagi daerah pasang surut. Jadi irigasi yang baik sangat menentukan hasil produksi.

Dia menyebutkan, sebenarnya dari DAK ini tidak sembarangan tempat untuk pembangunan irigasi, itu sudah ada aturannya dari Pusat. "Kalau sesuai dengan kriteria Pemerintah Pusat, di Kabupaten Tanjabtim ini ada 30 wilayah yang bisa masuk irigasi DAK," sebutnya.

Penulis : Hendri R
Editor : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top