Selasa, 19 Desember 2017 |
Peristiwa

4 Kali Gempa Vulkanik Selama Sepekan, Status Gunung Merapi Normal

Rabu, 22 November 2017 13:23:45 wib
Pos Pasar Bubrah, Gunung Merapi. Foto: (Pradikta Kusuma/d'Traveler)

JAMBIDAILY SLEMAN - Berdasar pengamatan sepekan terakhir oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY, Gunung Merapi mengalami empat kali gempa vulkanik dalam (VTA). Namun kondisi itu masih tergolong normal bagi salah satu gunung berapi teraktif tersebut. 

"Meski gempa VTA tidak tiap hari terjadi, tapi aktivitas kegempaan yang tercatat itu masih dalam kategori normal," kata Kepala BPPTKG DIY, I Gusti Made Agung Nandaka ketika dihubungi detikcom, Rabu (22/11).

Hasil pengamatan kegempaan, kurun waktu 10-16 November 2017 tercatat empat kali gempa vulkanik dalam dengan kedalaman antara 2.198 sampai 3.917 meter dari puncak. Lalu 28 kali gempa guguran (RF), dan 12 kali gempa tektonik (TT). 

Hasil pengamatan lainnya, terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi 37 mm/jam selama 75 menit di Pos Babadan pada 14 November 2017. Dari pengamatan itu, tidak dilaporkan terjadinya lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Lalu pada 15 November, terlihat asap berwarna putih tebal setinggi 100 meter dengan tekanan gas lemah, menuju arah barat laut. Sedangkan soal kondisi puncak Merapi yang belakangan ini kerap berkabut, hal itu tergolong wajar ketika masuk musim hujan. 

Agung menambahkan, berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental tersebut, status Gunung Merapi saat ini masih pada level I atau normal. Erupsi yang terjadi pada Gunung Agung di Bali tak begitu berpengaruh terhadap Gunung Merapi. Karena pemicu erupsi di antaranya harus ada tekanan magma atau gas dari dalam perut gunung ke atas, serta terjadi gempa bumi di sekitar gunung yang menggoyang kantong magma.

"Jalur subduksinya memang sama antara Gunung Merapi dan Gunung Agung, tapi kecil kemungkinan aktivitas satu gunung memengaruhi gunung lainnya," jelasnya. 

 

(sip/sip)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top