Jumat, 20 Juli 2018 |
Pendidikan & Teknologi

5 Tips Memaafkan untuk Membuat Hati Kembali Damai

Kamis, 21 Juni 2018 07:58:57 wib
Ilustrasi./Copyright pixabay.com/pezibear

Penulis: Yusriani Febrian Ramadani Putri - Malang

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Setiap orang punya kisah dan perjuangannya sendiri untuk menjadi lebih baik. Meski kadang harus terluka dan melewati ujian yang berat, tak pernah ada kata terlambat untuk selalu memperbaiki diri. Seperti tulisan sahabat Vemale yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Vemale Ramadan 2018, Ceritakan Usahamu Wujudkan Bersih Hati ini. Ada sesuatu yang begitu menggugah perasaan dari kisah ini.

***

Assalammualaikum Wr. Wb.

Dalam kehidupan, sesekali seseorang mendapatkan masalah yang bertubi–tubi. Dan masing–masing orang, permasalahan yang mereka hadapi itu berbeda–beda. Masalah yang selalu saja bisa menyita pikiran dan membuat stres, saat kita selalu memikirkannya. Mulai dari masalah asmara, pertemanan, rumah tangga, pekerjaan, sekolah, dan lain–lain. Tapi, mereka selalu sabar dan berani dalam menghadapi masalah yang sedang mereka hadapi. Berusaha dengan baik agar bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Termasuk bagi diri saya sendiri. Terlebih, dalam bagaimana caranya agar bisa memaafkan orang lain yang sudah menyakiti kita. Sebenarnya, dalam memaafkan orang lain yang telah berbuat jahat pada kita dan sudah dalam tahap yang keterlaluan, akan sangat sulit untuk bisa memaafkannya. Sebagian orang, mungkin bisa dengan mudah untuk bisa memaafkan dan melupakan masalahnya. Namun, bagi sebagian orang lainnya, mungkin akan sangat sulit untuk bisa memaafkan dan melupakannya.

Nah, di Bulan Ramadan inilah, waktu yang sangat tepat, di mana kita harus terus bersabar dan berani dalam memaafkan orang lain. Untuk bisa memaafkan, saya punya beberapa cara yang sering kali saya terapkan, dan mungkin saja bisa dilakukan oleh kalian, dan Insyaallah, akan dimudahkan dalam memaafkan kesalahan dan membersihkan hati di bulan penuh rahmat ini, yaitu:

1. Mulutmu Harimau–mu
Al bala ‘u muwakkalun bi’il mantiqi

Yang berarti Musibah Berawal Dari Perkataan. Saat seseorang menyakiti kita dengan perkataannya, maka sebaiknya kita membalas mereka dengan perkataan yang baik. Maksudnya adalah, sebelum berbicara, sebaiknya memikirkannya terlebih dahulu dengan baik, sebelum mengutarakan sesuatu, jangan sampai apa yang nantinya kita katakan malah melukai hati seseorang yang bisa menimbulkan salah paham, dengan sengaja ataupun tidak sengaja.

2. Jaga Perilaku
Ahsin ila man asaa ‘ a ilayka

Yang berarti berbuat baiklah kepada seseorang yang berbuat jahat padamu. Saat seseorang menyakiti kita dengan perilakunya, maka sebaiknya kita membalas mereka dengan perilaku yang baik. Maksudnya adalah, di saat orang lain yang buruk perilakunya pada kita sedang membutuhkan bantuan, maka kita harus membantu mereka sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Dan kita tidak boleh membalas suatu keburukan dengan suatu keburukan juga, jauh lebih baik dan mulianya jika bila kita bisa membalas keburukan mereka dengan kebaikan kita.

3. Ikhlas dan Berusaha untuk Melupakannya
Untuk memaafkan orang lain, kita harus bisa merasa ikhlas, dan berusaha untuk melupakan apa yang dilakukan orang lain yang sangat menyakiti kita. Terus berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dalam memberi maaf kepada orang lain.

4. Bersabar
Jika orang itu tidak merasa bersalah sedikit pun, dan tidak segera meminta maaf atas apa yang dia lakukan atau yang dia katakan, maka kita harus bisa terus meningkatkan tingkat kesabaran kita. Setidaknya kita jauh lebih baik daripada orang tersebut. Karena kita sudah memaafkan mereka, sebelum mereka meminta maaf.

5. Jangan Dendam
Kebanyakan orang yang sering disakiti oleh orang lain, seringkali memendam perasaan rasa sakit mereka, selama mungkin. Dan menyebabkan mereka semakin merasa sakit hati, dan yang nantinya dapat berkembang menjadi dendam. Contohnya seperti korban bully.Mereka cenderung menutup diri, padahal dalam hatinya, mereka merasa rasa sakit hati yang amat sangat dalam. Maka dari itu, jangan sampai rasa sakit kalian berkembang menjadi dendam. Karena, saat dendam itu tumbuh, akan sangat sulit untuk dihilangkannya.

Nah, mungkin melalui cara–cara yang telah saya paparkan, bisa sangat bermanfaat bagi kalian semua. Karena, dengan memaafkan hati kita akan selalu merasa tentram. Dan tidak mudah merasakan rasa jengkel, dendam dan perasaan sakit hati lainnya. Terima kasih.

Wassalammualaikum Wr. Wb.


(vem/nda)/vemale.com

KOMENTAR DISQUS :

Top