Sabtu, 26 Mei 2018 |
Hukum

73 Ikan Kaleng Mengandung Cacing Ditemukan di Minimarket Asean dan Presh Tungkal

Kamis, 29 Maret 2018 19:45:17 wib

JAMBIDAILY KUALATUNGKAL, Tanjabbar - Terkait sedang maraknya temuan ikan sarden makarel yang yang mengandung parasit cacing setelah dilakukan sampling dan pengujian 541 sample yang terdiri dari 66 merk oleh BPOM RI, terdapat 27 merk produk  yang positif mengandung parasit cacing 16 merupakan produk impor dan 11 merupakan produk dalam negeri.   

Berdasarkan hal tersebut Bupati Tanjab barat Dr Ir H Safrial Ms lansung memerintahkan Disperindg Tanjab barat untuk melakukan pengecekan terhadap beberapa toko sembako dan Minimarket yang ada di Kota Kualatungkal, Kamis (29/3). 

Mendapat perintah tersebut Disperindag bersama Dinas Kesehatan kabupaten Tanjab Barat beserta  Sat Intelkan Polres Tanjab barat lansung turun untuk melakukan pengecekan sekitar pukul 09.00 Wib pagi. 

Hasilnya, dari beberapa toko sembako dan minimarket yang dilakukan pengecekan, ditemukan setidaknya 73  kaleng ikan sarden yang diduga mengandung parasit cacing di Mini Market Asean dan Presh Tungkal. Hal ini berdasarkan data dari Disperindag Kabupaten Tanjab Barat. 

Kepala Dinas Perindag kabupaten Tanjab barat, Syafriwan SE, mmengatakan tidak semua produk ikan kemasan kaleng dengan merek yang sama mengandung cacing namun terdapat nomor bets atau penandaan yang terdiri dari angka atau huruf tahap produksi. 

Dijelaskannya, sekitar Pukul 09.00 Wib pagi dilakukan pengecekan dibeberapa toko sembako dan tidak ditemukan ikan kaleng yang mengandung parasit cacing, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan di mini market ditemukan puluhan kaleng ikan sarden yang diduga mengandung cacing dari lima merek di Minimarket Asean dan Fresh Tungkal. 

“Di mini market ASEAN milik HOTMA beralamat di Jalan KH. Dewantara Tungkal Ilir ditemukan empat merek ikan kemasan yang diduga mengandung parasit cacing yakni, sarden merek ABC saos cabai, kode bets N1 7 F1 sebanyak 1 kaleng, sarden merek ABC extra pedas, kode bets W1 8F sebanyak 1 kaleng, sarden merek PRONAS tomat saos, kode bets MST 425 HE 1 sebanyak 13 kaleng, sarden merek PRONAS tomat saos, kode bets MST 425 HA 1 sebanyak 41 Kaleng,” jelasnya. 

Sementara di mini market FRESH TUNGKAL milik NENSI yang beralamat di Jalan Patunas Tungkal Ilir, lanjut Syafriwan ditemukansatu merk ikan kemasan yang diduga mengandung parasit cacing yakni sarden merek ABC saos tomat, dengan Kode Bets T1 7F sebanyak 7 Kaleng. 

“Terhadap temuan tersebut tidak dilakukan penyitaan, melainkan dilakukan karantina oleh pemilik atau karyawan toko ASEAN dan FRESH TUNGKAL untuk dikembalikan kepada Distributor atau Produsen,” terang Kadis Perindag.

Lebih lanjut, dia menuturkan sebayak 16 produk ikan kaleng impor sudah dilarang untuk dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia sedangkan 11 produk dalam negeri proses produksinya dihentikan sampai audit komprehensif dilakukan. 

Meski demikian, Syafriwan juga menghimbau kepada masyarakat khususnya Kabupaten Tanjabbar untuk lebih berhati-hati jiak memebeli dan mengkonsumsi ikan kaleng. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada yang tersebar di toko-toko dalam kota maupun didaerah –daerah luar kota Kualatungkal.

“Kepada pemilik toko juga kita himbau untuk memeriksa kembali ikan kaleng sebelum di jual kepada konsumen. Jika masyarakat maupun pemilik toko menemukan ikan kaleng yang diduga mengandung cacing harap melaporkan kepada pihak dinkes, disperindag maupun pihak yang berwajib untuk dilakukan karantina,” himbaunya. (Humas Pemkab Tanjabbar)

KOMENTAR DISQUS :

Top