Rabu, 22 Agustus 2018 |
Peristiwa

84 Desa Masuk Kawasan Rawan Banjir, Dua Desa Ditetapkan Status Siaga

Rabu, 23 November 2016 22:29:14 wib
Banjir (Google.co.id)

JAMBIDAILY PERISTIWA-Meningkatnya intensitas hujan dalam tiga bulan terakhir, dua desa di Kabupaten Batanghari, berstatus siaga bencana banjir.

Dua desa ini, desa Rantau Kapas Mudo di Kecamatan Muara Tembesi, dan Desa Aro di Kecamatan Muara Bulian. Untuk di desa Pulau, Kecamatan Muara Tembesi saat ini terjadi banjir dan merendam puluhan rumah warga.

"Dua desa ini berada di pinggiran Sungai Batanghari, berpontensi tinggi terkena bencana banjir apabila musim penghujan,"papar Kabid Sosial Dinas Sosnakertran Kabupaten Batanghari, Sukri, Rabu 23 Nopember 2016, kepada jambidaily.com.

Kondisi saat ini, debit Air Sungai Batanghari sudah cukup tinggi, apabila hujan mengguyur lebih dari tiga jam, sudah dipastikan dua desa ini akan terendam.

"Sampai hari ini air naik mencapai dua meter lebih, dan sudah dilevel 4 siaga banjir, dan warga sudah was was dengan tingginya debit air ini,"ucapnya.

Dengan kondisi ini, bilang Sukri, kedua desa tersebut dinyatakan berstatus siaga.  Pihak Soksaner dan BPBD sudah menetapkan status siaga banjir, dan telah menyediakan tenda, dapur darurat, dan menyiagakan Tim Tagana.

"Kita sudah siapkan Speedboat di desa Rantau Kapas Mudo, dan Desa Aro untuk menolong evakuasi masyarakat jika air naik ketempat yang lebih tinggi atau aman,"jelas Sukri.

Senada, Kasi Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Samral, membenarkan kondisi desa Pulau Muara Tembesi,saat ini sudah terendam banjir. Namun, tidak ada laporan yang masuk kepihaknya sampai sore kemarin.

"Memang ada banjir, tapi laporan dari Kecamatan dan Perangkat desa tidak ada ke kita.  Banjir disana telah merendam puluhan rumah, dan memutuskan transportasi warga. Tidak ada korban jiwa pada bencana di desa Pulau Muara Tembesi,"terangnya.

Untuk diketahui, debit air sungai Batanghari terus naik. Hal ini disebabkan, karena curah hujan di wilayah Kabupaten Batanghari beberapa pekan terakhir semakin tinggi. Sejumlah dataran rendah terancam banjir, terutama warga yang tinggal dipinggiran sungai Batanghari.

Dengan kondisi saat ini, pihak BPBD Batanghari menyatakan‎ bahwa, wilayah Batanghari berstatus pra siaga darurat.

Kepala BPBD Batanghari melalui Kasi Bencana Alam, Samral Lubis baru baru ini mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah menetapkan status pra siaga darurat.

Maka, sebagai langkah antisipasi dini, pihak BPBD Batanghari‎ sudah melayangkan surat kepada pihak Kecamatan. Hal ini dilakukan agar pemantauan terus dilakukan di setiap kecamatan sebagai antisipasi apabila terjadi bencana alam.

"Saat ini memasuki status pra siagadarurat, untuk menetapkan pra siaga darurat itu berdasarkan keputusan Bupati.‎ Kita juga telah mengirimkan surat kepada kecamatan,"kata Samral Lubis.

BPBD Batanghari nantinya akan menggelar rapat gabungan untuk memantau guna antisiapasi timbulnya bencana alam.

"Pihak BPBD Batanghari terus memantau perkembangan selama tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Batanghari sepekan ini. Giat tersebut dilakukan sebagai antisipasi terjadinya bencana alam selama musim penghujan ini. Untuk saat ini masih dalam pemantauan belum status siaga," kata Samral Lubis.

Untuk meminimalisir terjadinya korban bencana alam, sajauh ini pihaknya telah menyiapkan personil untuk terus melakukan pemantauan disejumlah titik terhadap kondisi maupun perkembangan debit air sungai.

"Sedikitnya terdapat 84 Desa/Kelurahan yang masuk dalam kawasan rawan banjir,"sebutnya.

Namun, tidak hanya banjir yang menjadi bentuk antisipasi warga, siaga longsor dan angin puting beliung, turut masuk dalam surat himbauan BPBD yang dilayangkan kepada pihak Kecamatan.

"Surat yang kita berikan kepada camat ada tiga siaga bencana yaitu, banjir, longsor di sepanjang pemukiman bantaran sungai dan angin puting beliung. Dan kita telah meminta kepada camat untuk meneruskan himbauan ini ke Desa maupun Kelurahan,"pungkas Samral.(*)


Penulis    : Syahreddy
Editor     :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top