Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Suaro Wargo

Adela Mayanti: Bahaya Game online Bagi Anak dan Peran Orang Tua Mengatasinya

Selasa, 26 Juni 2018 10:26:32 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Game online adalah permainan video yang dimainkan selama beberapa bentuk jaringan komputer, menggunakan komputer pribadi atau konsol video game. Jaringan ini biasanya internet atau teknologi setara, tetapi game selalu digunakan apa pun teknologi yang saat ini: modem sebelum Internet, dan keras kabel terminal sebelum modem. Perluasan Game online telah mencerminkan keseluruhan perluasan jaringan komputer dari jaringan lokal kecil ke internet dan pertumbuhan akses internet itu sendiri. Game online dapat berkisar dari yang sederhana lingkungan berbasis teks grafis game menggabungkan kompleks dan dunia maya dihuni oleh banyak pemain secara bersamaan. Banyak permainan online terkait komunitas online, membuat Game online suatu bentuk kegiatan sosial di luar permainan pemain tunggal .

Definisi

Game online adalah teknologi daripada genre, sebuah mekanisme untuk menghubungkan pemain bersama daripada pola tertentu gameplay . ” Game online yang dimainkan selama beberapa bentuk jaringan komputer , biasanya pada internet

 

Akibat yang terjadi jika anak terlalu sering bermain game

1. Gangguan pada radang sendi anak

Masalah kesehatan yang tidak jarang dialami anak yang suka bermain game adalah postur tubuhnya yang membungkuk, karena posisi duduk anak yang tidak beraturan (dan kurang baik) saat bermain game.

Pada sebuah penelitian di Inggris dan Amerika Serikat, menemukan penyebab dari sakit dan nyeri yang dialami anak-anak setelah bermain game di handphone, ataupun membuka aplikasi lainnya selama berjam-jam…

yaitu kondisi gerakan tangan yang sama dan berulang-ulang saat anak bermain game di handphone. Yang jika sudah sangat lama menggunakan handphone, maka memberikan dampak cukup parah berupa rasa nyeri yang dahsyat di pergelangan tangan.

2. Gangguan pada penglihatan anak

Sering bermain game juga bisa menimbulkan masalah pada organ mata, bermain game yang terlalu lama disertai dengan jarak mata dan monitor yang terlalu dekat, dapat memberikan dampak buruk pada penglihatan anak.

Menurut Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., seorang play therapist, bahwa bermain game di handphone, laptop komputer atau gadget lainnya memang memberkan daya stimulus yang kuat bagi anak, karena adanya gerak dan suara.

Tetapi, terlalu lama bermain game bisa menimbulkan bahaya, dimana menyebabkan anak sering “terlalu” fokus pada layar saja, yang mengakibatkan tracking pada mata, yang akhirnya menurunkan kemampuan anak dalam membaca.

3. Bahaya obesitas pada anak

Sering bermain video game, membuat kurangnya aktivitas anak di luar ruangan, dimana mereka hanya duduk saja depan layar bermain game hal ini membuat anak bisa terkena obesitas.

Walaupun jarang terjadi, tetapi anak yang sudah kecanduan bermain game ini, minimalnya akan mengurangi aktivitas geraknya, dimana seharusnya anak seumumrnya perlu sering melakukan aktivitas fisik, guna menunjang kekuatan tubuhnya yang sedang tumbuh.

4. Gangguan motorik anak.

Tubuh yang jarang untuk digerakan ini, terutama lagi pada anak-anak, beresiko mengurangi kesempatan anak untuk melatih kemampuan motoriknya, yang bisa memberikan risiko fatal pada anak.

5. Gangguan kesehatan secara umum

Menatap layar video games terus menerus dalam waktu yang lama, mengakibatkan anak rentan mengalami sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur, hingga gangguan penglihatan.

6. Banyak game yang mengandung unsur kekerasan

Terlalu sering bemain game akan berpengaruh negatif terhadap kepribadian anak itu sendiri. Hal itu karena saat anak berumur dala, rentang 4-17 tahun akan cenderung menyerap dan meniru segala sesuatu yang dilihatnya.

Yang menjadi masalah, banyak sekali game game yang biasa dimainkan oleh anak-anak mengandung unsur kekerasan, sehingga tidak mendidik...

Hal inilah yang memicu karakter anak terbentuk menjadi seorang pemberontak, susah diatur dan sering membuat masalah.

7. Perubahan sikap dan perilaku anak

Hal yang tidak kalah buruknya, bahkan sangat buruk, anak seharian bermain video game membahayakan kondisi psikologisnya, lebih parah lagi jika game yang dimainkan oleh anak mengandung unsur kekerasan.

Hal ini bisa berakbiat fatal, sangat dikhawatirkan anak akan menirukan apapun yang telah dilihatnya, sehingga janganlah heran jika sekarang sering ditemukan kasus kekerasan yang pelakunya ternyata masih anak-anak usia sekolah dasar.

Penelitian ilmiah yang telah dilakukan, menemukan hasil bahwa anak yang sering bermain game dengan konten kekerasan cenderung berprilaku lebih agresif.

Sebuah kasus yang terjadi pada seorang anak berusia empat tahun. Dia sering bermain game Angry Birds, dan saat sang ibu memintanya untuk berhenti memainkan game

maka responnya menjadi agresif dan berani membentak. Apabila handphone yang dipegangnya (untuk bermain game) diambil paksa, maka dia mulai menangis.

Kejadian ini menimbulkan sebuah kekhawatiran tersendiri bagi orang tua, terhadap kondisi perkembangan mental anak.

8. Masalah sosialisasi pada anak

Anak bermain game, maka dirinya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin (bukan manusia).  Hal ini menyebabkan anak akan tumbuh menjadi sosok yang merasa canggung dan kurang nyaman ketika bergaul dengan teman-temannya.

Sebuah studi oleh National Institute yang berbasis di Minneapolis untuk Media dan Keluarga, menemukan hasil penelitiannya bahwa video game bisa menjadi adiktif bagi anak-anak.

Kecanduan video game pada anak beramibat meningkatkan depresi dan kecemasan. Anak-anak yang kecanduan game menunjukkan fobia sosial. Sehingga anak-anak yang kecanduan video game mengalami prestasi sekolah yang buruk.

9. Mengalami masalah komunikasi

Kegiatan berkomunikasi tidak hanya berupa bicara dan mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi perlu juga memiliki kemampuan membaca ekspresi lawan bicara, serta kondisinya.

Anak yang kurang sering bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari, biasanya akan kesulitan untuk memiliki kemampuan ini.

Pada prinsipnya memang teknologi yang sekarang ini sudah berkembang dengan pesat memberikan manfaat yang positif bagi kehidupan manusia di dunia ini. Namun selain memiliki manfaat yang positif, perkembangan teknologi juga mengalami pengaruh yang negatif, khususnya bagi anak-anak. Salah satu pengaruh negatif yang marak adalah anak kecanduan dengan Game online. Jika sudah begitu, lalu bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini adalah tipsnya buat anda.

 

Cara mengatasi anak yang kecanduan dengan Game online

1. Cobalah untuk memahami apa yang sebenarnya diperlukan oleh anak.

Tentu kita tahu bahwa setiap anak memiliki suatu keperluan, baik itu secara materi, ataupun sikis, pasti dia ingin memiliki sesuatu yang diinginkannya. Maka anda sebagai orang tua harus benar-benar mampu memahami apa sebenarnya kebutuhan dari anak anda, jika kebutuhan tersebut tidak terlalu penting bagi dirinya maka jangan dipenuhi, tetapi sebaliknya, jika kebutuhan tersebut amatlah penting bagi anak anda, maka cobalah untuk dipenuhi.

Dengan demikian, anak anda tidak akan bersikap manja. Perlu anda ketahui bahwa sifat manja yang ada pada diri anak akan membawanya ke suatu kesenangan yang lama semakin lama akan berubah menjadi kecanduan. Pada intinya sebagai orang tua anda harus paham dengan kebutuhan anak, supaya anda tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk anak anda.

2. Berikanlah perhatian penuh pada anak.

Kecanduan Game online yang terjadi pada anak bisa saja disebabkan karena kurangnya rasa perhatian orang tua terhadap anak. Mereka akan merasa kesepian sehingga berusaha untuk mencari kesenangan sendiri, dia mencari perhatian dengan memainkan Game online. Mengapa Game online? Karena sangat asik untuk dimainkan oleh anak-anak.

Nah jika anda ingin menghilangkan anak anda dari kecanduan Game online, maka anda pun bisa memberikan perhatian yang lebih dan penuh pada anak anda.

3. Alihkan aktifitas anak ke permainan lain.

Cara efektif yang lain mengatasi anak kecanduan Game online adalah dengan cara mengalihkan perhatian atau aktifitas anak kepada kegiatan lain. Anda bisa mengikutkan dia les piano, les menari atau aktifitas lain yang bermanfaat untuk si kecil.

4. Ajaklah anak anda untuk menikmati liburan bersama.

Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, tetapi anda harus ingat dengan anak-anak anda yang juga perlu anda perhatikan. Ketika libur tiba, cobalah untuk mengajaknya bertamasya ke suatu tempat yang menyenangkan baginya. Anda bisa mengajaknya ke pantai, kebun buah, kebun binatang, atau tempat-tempat yang indah lainnya. Dengan begitu anak akan perlahan dapat melupakan Game online yang biasa dimainkan.

5. Ajarkanlah pada anak sejak dini tentang Give And Take.

Apakah sebenarnya makna dari take and give? Perlu anda ketahui bahwa take and give? Adalah seseorang yang akan diberi imbalan terhadap apa yang sudah dilakukannya. Anda bisa menerapkan cara ini kepada anak anda, dengan membuat kesepakatan kepada anak tentang waktu bermain game yang boleh dimainkan. Jika dia menepati janjinya, maka berikanlah dia hadiah supaya selalu mengikuti kesepakatan yang sudah anda buat. Tetapi, sebaliknya, jika dia melanggar janjinya, maka hukumlah dia supaya tidak mengulangi lagi.

6. Cobalah untuk memasuki dunia anak.

Yang dimaksud memasuki dunia anak di sini bukan anda harus menjadi anak kecil lagi, melainkan cobalah untuk menyelami dunia anak-anak. Anda harus memahami bagaimana cara bergaul dengan anak yang baik dan benar, dengan demikian anda akan memahami tentang kehidupan anak lebih dalam lagi. Sehingga dengan demikian, anda bisa mengambil langkah yang tepat ketika anak anda mulai kecanduan Game online.

7. Jadilah contoh yang baik.

Kebanyakan anak yang mengalami kecanduan Game online ini adalah anak yang memiliki banyak waktu luang serta tidak bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. Anda sebagai orang tua harus mampu untuk menjadi sosok yang memiliki contoh yang baik bagi anak-anak anda, misalnya anda bisa memberikan contoh menghabiskan waktu luang dengan membersihkan rumah, jalan-jalan ke perpustakaan, olahraga dan masih banyak yang lain. Dengan demikian anak anda akan paham dan tidak lagi kecanduan Game online.

8. Batasi bermain gadget.

Anda harus membatasi anak anda untuk bermain gadget, karena memang tidak bisa dipungkiri anak yang sering memegang gadget itu yang akan kecanduan dengan Game online. Dengan anda memantau anak bermain gadget, maka anak akan sedikit demi sedikit terhindar dari Game online.

 

 

 

 

...
Ditulis Oleh
Nama: Adela Mayanti
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Jurusan Pendidikan Matematika
Universitas Islam negeri Sulthan tahaha Saifuddin Jambi

 

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top