Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Suaro Wargo

Agung Setya: Faktor Penyebab Rendahnya Minat Remaja Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi

Kamis, 31 Mei 2018 11:45:05 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali dan yang paling utama dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan kita dapatkan di lingkungan keluarga, keluarga sebagai salah faktor yang ada dalam masyarakat memainkan peranan yang besar dalam pembinaan pola perilaku anak.

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pendidikan harus terus menerus diperbaiki baik dari segi kwalitas maupun kwantitasnya. Adanya pendidikan dasar 9 tahun menunjukkan bahwa pemerintah berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan dari pendidikan dasar yaitu memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. Pendidikan tidak hanya cukup sampai pada tingkat dasar saja tetapi masih ada jenjang pendidikan di atasnya berupa pendidikan menengah yang harus ditempuh oleh siswa. Seiring dengan berjalannya waktu dan pembangunan di bidang pendidikan, peranan perguruan tinggi sangat penting untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan serta memiliki pola fikir yang lebih maju dari pada anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun pada kenyataannya tidak semua lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mereka ada yang memutuskan untuk bekerja atau menganggur.

Motivasi anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti cita-cita atau aspirasi, kemampuan belajar, kondisi siswa, kondisi lingkungan. Agar dapat melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dibutuhkan adanya dorongan atau motivasi dari orangtua karena orang tua memiliki tanggung jawab dalam membentuk serta  membina anak – anaknya.

Kedua orangtua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mendidik anaknya agar dapat menjadi generasi – generasi yang sesuai dengan tujuan hidup manusia. Peran orangtua merupakan salah satu faktor eksternal timbulnya motivasi bagi anak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Peran orangtua dalam memotivasi anaknya akan memberikan suatu dorongan atau semangat untuk bertingkah laku dalam melakukan kegiatan bagi seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan, tanpa peran orangtua dalam motivasi anaknya maka aktivitas hidup seseorang akan menurun. 

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 1989 Bab I pasal 1 dinyatakan bahwa: “Pendukung dan penunjang pelaksanaan pendidikan yang terwujud sebagai tenaga, sarana, dan prasarana yang tersedia dan didayagunakan oleh keluarga, masyarakat, peserta didik dan pemerintah, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama”. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa peran serta masyarakat dan orangtua bertujuan mendayagunakan kemampuan yang ada pada orangtua dan masyarakat bagi pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan, terlebih pada era otonomi sekolah (Manajemen Berbasis Sekolah) saat ini peran serta orangtua dan masyarakat sangat menentukan.

Faktor yang menyebabkan rendahnya minat remaja untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah:

  1. karena orangtua kurang dalam memberikan dorongan semangat kepada anaknya untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi. Selain faktor tersebut, penyebab lainnya yaitu karena kurangnya perhatian orangtua kepada anak sehingga anak melakukan hal-hal yang bersifat negatif seperti sering nongkrong dengan temannya, bolos sekolah serta lebih suka bergaul dengan anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga diapun ikut terpengaruh oleh temannya tersebut. 
  2. Orangtua sudah salah dalam mendidik anak, mereka masih beranggapan bahwa pendidikan tidaklah penting yang terpenting adalah mereka bekerja dan bisa menghasilkan uang, sehingga mereka tidak pernah memperhatiakan bagaimana kegiatan sekolah anaknya. Mereka malah mengajarkan kepada anak mereka untuk bekerja diladang karena dengan anak mereka bekerja diladang maka anak tersebut bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi daripada gaji dari seorang PNS. Sedangkan jika anak tersebut kuliah dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maka orangtua akan banyak mengeluarkan uang dan untuk mengembalikan modal dari biaya kuliah pun sangat lama.
  3. Lemahnya kondisi ekonomi keluarga, faktor ekonomi sepertinya menjadi salah satu indikator yang sangat penting yang sering kali menjadi penyebab mengapa banyak anak-anak yangenggan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan alasan ekonomi keluarga yang kurang mencukupi menyebabkan anak enggan untuk meneruskan pendidikannya dan lebih memilih untuk bekerja membantu perekonomian keluarga. Alasan ini memang tidak dapat dipungkiri karena seperti yang sudah diketahui bahwa angka kemiskinan di Indonesia cukup tinggi hal ini juga memberikan dampak yang tidak baik terhadap masa depan pendidikan anak-anak.

 

 

 


...
Ditulis Oleh
Nama: Agung Setya Budi
Jurusan: Tadris Matematika
Fakultas: Tarbiyah
Semester: 2
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi

 

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top