Minggu, 15 Desember 2019 |
Wisata & Budaya

Air Terjun Ratu Calista Irawan di Lubuk Bernai Kab. Tanjabbar 'Surga Daerah atau Pribadi'?

Kamis, 13 Juni 2019 07:30:21 wib
Air Terjun Ratu Calista Irawan/Foto: jambidaily.com/AnnisaKartini/HendryNoesae

JAMBIDAILY WISATA - Bicara air terjun di kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) provinsi Jambi, tentu akan menjadi sangat langka dan asing terdengar sebab pemilik luas wilayah 5.009,82 km² yang terbagi menjadi 13 kecamatan 20 kelurahan dan 114 desa beribukota Kuala Tungkal ini didominasi dataran rendah.

Kalaupun ada wisata alam air terjun, dari penelusuran digital adanya Air terjun Bukit Pinang Bawah di Tanjung Bojo yang dapat dilalui di Jalan Lintas Timur Sumatera dan Air Terjun Pelang di Dusun Gemuruh Pelabuhan Dagang. Selain itu Objek wisata daerah yang Dulunya Kabupaten Tanjung Jabung, lalu mengalami pemekaran pada 4 Oktober 1999 menjadi Barat dan Timur tersebut ialah:

  • Water Front City di Kuala Tungkal
  • Ancol Beach di Kuala Tungkal
  • Taman PKK di Kuala Tungkal
  • Pemandian Air Hangat di Desa Pematang Buluh Kec. Betara
  • Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Kec. Batang Asam yang berbatasan dengan Kab. Tebo
  • Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur yang membentang dari Kecamatan Seberang Kota, Tungkal I, sampai ke Pangkal Babu.
  • Wisata Alam Pelatihan Gajah di Tungkal Ulu
  • Taman Wisata Lestari Indah di Muntialo Kecamatan Betara
  • Pelabuhan Roro (diresmikan pada Februari 2017)
  • Balai Adat Tanjung Jabung Barat di Jalan Prof. Sri Soedewi, Desa Pembengis
  • Taman Pondok Cinta di Parit IV Jalan Manunggal II Ujung Kuala Tungkal
  • Jembatan Rawa Karindangan di Desa Pematang Buluh Kec. Betara
  • Taman Disparpora di Halaman Kantor Dinas Disparpora Kab. Tanjung Jabung Barat
  • Taman Persitaj di samping kanan Stadion Karya Bhakti Kuala Tungkal

Namun faktanya ada Air Terjun Ratu Calista Irawan, air terjun yang mirip nama orang ini berada di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, dengan pesona air terjun 7 tingkat sayangnya selama ini belum begitu dikenal atau "belum dikenalkan" kepada masyarakat luas.

jambidaily.com (Selasa, 11/06/2019) menyaksikan keindahan dan pesona natural, sesampainya disana anda akan disuguhi irama gemericik air mengalir deras, sejuk, bersih yang menggoda hati ingin berenang sambil menikmati nuansa hijau dikelilingi pepohonan dan hutan-hutan alami.

Untuk mencapai setiap tingkatan anda dapat menjangkaunya dengan berjalan kaki menaiki bukit, jangan khawatir kesasar karena telah ada jalur hingga puncaknya. Lelah anda akan terobati, selain air terjun juga ada pemandangan indah dari bukit, menenangkan hati melegakan pikiran dijamin bikin betah, penasaran bukan,? cukup merogoh uang 10 ribu per orang dan 10 ribu parkir kendaraan, anda dapat memasuki kawasan air terjun Ratu Calista Irawan.

Kita coba cerita mulai awal kedatangan, jika dari kota Jambi mencapai Tanjung Bojo Kecamatan Batang Asam kisaran durasi 2,5 Jam dengan kendaraan roda empat, anda akan memasuki gerbang yang memiliki tanda memasuki kawasan dengan jarak 15 kilometer, tidak jauh namun karena jalur kurang baik belum ber-Aspal maka waktu tempuh menjadi lama kisaran 1,5 jam dan melewati beberapa desa sebelum memasuki desa Lubuk Bernai.

Walaupun banyak persimpangan yang dapat membingungkan pengunjung, tetapi jalur tersebut telah memiliki penunjuk dan panduan jalan menuju lokasi air terjun. Jalannya berupa tanah, lumayan aman karena ada bebatuan yang mengeraskan, sehingga perlu menjadi catatan bagi anda pemilik mobil dengan ban biasa sebab resiko kempes serta bocor sangat mungkin terjadi.

Saat telah memasuki wilayah, anda akan menemui jalur berbahaya. Jalur menurun tajam dan berbelok, struktur tanah lempung serta berpasir, kondisi beresiko tinggi jika terjadi hujan, baik itu datang atau saat akan meninggalkan lokasi kecuali sedang cuaca cerah sehingga jalur keras serta kering.

Sesampainya di titik akhir, anda menemukan alat-alat berat sedang bekerja. Jangan heran karena Air terjun Ratu Calista Irawan berada dalam kawasan pertambangan batu beskos.

jambidaily.com, dalam pengamatannya tidak menemukan fasilitas pendukung lainnya di lokasi Air Terjun. Seperti kamar kecil atau kamar ganti, hanya terdapat pedagang makanan ringan, terlihat juga beberapa sampah dibuang begitu saja.

Memasuki air terjun, selayaknya sedang datang melihat aktifitas perusahaan, pengunjung seperti kedatangan orang-orang yang hanya "dianggap alakadarnya saja" namun ada biaya masuk,? menjadi penghasilan daerah kah,? Kalau memang dijadikan area destinasi wisata, rasanya sudah wajib dikelola dengan baik.
 
Andai kita merujuk pada nama air terjun, lebih mirip pada milik pribadi secara personal. Tetap saja sudah selayaknya dipercantik agar dapat memberikan kepuasan pengunjung, karena dipungut biaya, Jika "suka-suka" sang pemilik,? sangat bijak tidak usah dibuka kepada umum, cukup menjadi tempat liburan pribadi atau dijadikan area terbatas.

Kita Tunggu peran pemerintah daerah,?

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top