Jumat, 24 Mei 2019 |
Hukum

'Angin Segar' Bagi Pengeboran Minyak di Desa Pompa Air dan Bungku, Akan ada Inventarisir Sumur Tua

Selasa, 07 Mei 2019 10:55:45 wib
Foto: Ist

JAMBIDAILY HUKUM - Boleh dikatakan suatu angin segar dan informasi berharga bagi penggiat atau beraktivitas pengeboran minyak di wilayah kabupaten Batanghari, seperti Desa Pompa Air dan Bungku, yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik karena dianggap Ilegal dan melanggar ketentuan berlaku karena Pemerintah provinsi Jambi dikabarkan sedang mengajukan Inventarisir sumur-sumur tua.

Tentunya sesuai keinginan Kepala Desa Pompa Air kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari, Bersuara inginkan solusi terbaik jika Aktivitas Pengeboran Minyak diwilayahnya Ilegal dan melanggar hukum "Itu sudah kita laporkan, cuma ya bagaimana lagi itulah kenyataannya, kita bisa berbuat apa," Ungkap Indra sambil tertawa, melalui sambungan telepon (Rabu, 20/03/2019) yang lalu kepada jambidaily.com.

Selaku Kades Pompa Air, Indra bercerita semenjak aktivitas Illegal Drilling berlangsung warganya merasakan banyak dampak positif walaupun dia tidak menampik telah melanggar hukum "Intinya kalau warga saya lihat senang nampaknya, karena ya pengeboran itu banyak disini walaupun tetap saja barang ilegal, namun banyak dampak positifnya setelah ada Illegal Drilling ini tidak ada lagi masyarakat yang ngadu ke rumah tidak ada beras, atau anak sekolah kemana tidak ada biaya, sawit hilang, karet hilang itu semua sudah tidak ada lagi," Tutur Indra.

Warga sebelumnya menjadikan pertanian dan perkebunan sebagai penopang perekonomian, kini warga lebih memilih Illegal Drilling "Sebelum adanya aktivitas Pengeboran Minyak Ilegal Warga motong karet, atau lakukan jasa pemotongan hewan Qurban, kadang bantu di kebun orang, kadang kerja kadang tidak, semenjak adanya Illegal Drilling ini jadi berbeda," Katanya.

Indra, menginginkan solusi dari semua pihak terkait terhadap aktivitas pengeboran minyak Ilegal di Desa Pompa Air tidak lagi melanggar hukum dan dapat bermanfaat bagi masyarakat "Iya benar barang Ilegal namun kami minta coba pemerintah saat menindak, jadikan itu benar bagaimana bermanfaat bagi masyarakat. Jadi kami tidak salah secara hukum dan bermanfaat bagi masyarakat, berilah solusi jika memang itu adalah Ilegal," Tegasnya Menambahkan.

Terkait Pemerintah provinsi Jambi dalam hal ini Dinas ESDM dikabarkan sedang mengajukan Inventarisir sumur-sumur tua, Harian Pagi JambiOne (Hal 2-3, Edisi/Selasa, 07 Mei 2019) Bertajuk "ESDM Ajukan Inventarisir Sumur Tua" mengabarkan bahwa Hal tersebut diungkapkan oleh Zulfahmi, Kabid Energi Baru Terbarukan dan Tak Terbarukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Jambi memang ada kemungkinan namun harus sesuai dengan peraturan pemerintah.

"Data sumur tua di provinsi belum ada, karena kewenangan baru dipindahkan ke provinsi, selama ini di kabupaten. Kita baru dapat informasi misal di kabupaten Batanghari ada 76 sumur  tua tetapi belum pasti. Sumur tua adalah sumur yang pernah di bor dan di produksi dibawah tahun 1970," Jelasnya.

Dan ia juga menjelaskan bahwa data sumur tua ini ada di kontraktornya langsung, di pertamina. Informasinya ada 73 atau 76 sumur tua di bajubang.

Apa yang disampaikan Zulfahmi, yang notabene juga adalah Tim Terpadu (Timdu) penertiban Illegal Drilling tersebut, Tentunya sejalan dengan Pengusulan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, yang menginginkan agar sumur-sumur minyak tua yang beroperasi saat ini dikelola oleh koperasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sayangnya, Andrew selaku pihak Pertamina Jambi Asset 1 PR and Government Relation Assistant Manager menjelaskan bahwa jika Mengacu ke Permen ESDM No. 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua, Pasal 1 angka (2), definisi Sumur Tua adalah sumur-sumur Minyak Bumi yang dibor sebelum tahun 1970 dan pernah diproduksikan serta terletak pada lapangan yang tidak diusahakan pada suatu Wilayah Kerja yang terikat Kontrak Kerja Sama dan tidak diusahakan lagi oleh Kontraktor.

“Tapi Jika mengacu pada ketentuan tersebut, tidak ada yang dikategorikan sebagai sumur tua untuk sumur-sumur yang ada di Desa Pompa Air dan Desa Bungku, itu adalah kegiatan illegal drilling,” Ujar Andrew, sebagaimana dilaporkan Harian Pagi JambiOne (Hal 2-3, Edisi/Selasa, 07 Mei 2019)

 

 

Ditulis: Hendry Noesae
Sumber: 

  • Jambidaily.com "Kades Pompa Air Minta Solusi Jika Pengeboran Minyak di Kampungnya Ilegal" (Rabu, 20 Maret 2019)
  • Harian Pagi JambiOne "ESDM Ajukan Inventarisir Sumur Tua" (Hal 2-3, Edisi/Selasa, 07 Mei 2019)

 

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top