Senin, 22 April 2019 |
Kesehatan & Olahraga

Angka Penyakit Kusta di Tanjabtim Meningkat Pada Tahun 2018

Selasa, 22 Januari 2019 19:11:56 wib
ilustrasi/Foto: net

JAMBIDAILY TANJABTIM - Penderita penyakit menular Kusta yang disebut juga Lepra, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) pada tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu. Penyakit infeksi kronis yang dapat disembuhkan ini, pada tahun 2018 terdapat 44 kasus. 

"Sedangkan tahun 2017 lalu hanya sebanyak 32 kasus penderita Kusta. Jadi penyakit itu meningkat dibandingkan tahun 2017," kata Kepala Dinas Kesehatan, Ernawati melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Jumati, SKM, Selasa (22/1/2019). 

Jumati menjelaskan, meningkatnya jumlah penderita tersebut, dikarenakan Pemkab Tanjabtim melalui Dinas Kesehatan melakukan upaya-upaya dengan memerintahkan petugas untuk kontak serumah. Artinya, petugas mendatangi rumah dan mencari langsung penderita Kusta. 

"Kemudian adanya Program Indonesia Sehat Peningkatan Keluarga (Pispeka). Dimana petugas juga turun langsung ke setiap warga untuk diperiksa kesehatannya. Jadi semua kasus yang ditemukan, langsung dilaporkan. Makanya, kasus Kusta ini meningkat" jelasnya. 

Langka-langka yang dilakukan lanjut Jumati, dengan melakukan penemuan sejak dini, agar tidak menimbulkan cacat. Sebab, penyakit Kusta ini, jika tidak ditangani secara cepat, akan menimbulkan kecacatan, seperti jari tangan atau jari kaki bisa menyebabkan puntung. 

"Pengobatan yang kita lakukan dengan memberikan obat Kusta 6 samlai 9 bulan kalau tidak salah," terangnya. 

Dia menyampaikan, untuk sebagai informasi Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Kondisi ini terutama mempengaruhi kulit, mata hidung dan saraf perifer. 

"Cara penyebarannya, melalui uap air udara pernapasan (batuk atau bersin)," ungkapnya. 

Ditambahkannya, gejala Kusta seperti bercak-bercak berwarna terang atau kemerahan di kulit disertai dengan berkurangnya kemampuan merasa, mati rasa dan lemas pada tangan dan kaki. 

"Kusta dapat disembuhkan dengan terapi sejumlah obat selama 6-12 bulan. Penanganan dini akan menghindarkan dari kecacatan," tambahnya.

 

 

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top