Selasa, 15 Oktober 2019 |
Politik

Antisipasi Ijazah Palsu, Ini Peringatan Inspektorat Tanjabbar

Senin, 25 April 2016 13:05:15 wib
Ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY POLITIK-Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak Tanjabbar 19 Mei 2016 mendatang, Inspektorat mengingatkan Panitia Pilkades mengantisipasi ijazah palsu.

"Cek semua persyaratan Cakades.  Terutama ijazah pendidikan terakhir, agar dilakukan crosschek ke sekolah bersangkutan.  Jika ijazah paket, Cek ke PKBM tempat calon ujian,"ingat Kepala Inspektorat Tanjabbar, Johannes Chaniago ditemui jambidaily.com, Senin 25 April 2016 di Kantornya.

Peringatan dini ini diberikan, karena selama ini kasus ijazah palsu sangat rawan terjadi.  Jangan sampai nanti Cakades yang terpilih tersandung ijazah bermasalah.

"Jangan sampai nanti seperti yang sudah-sudah, Ijazah palsu digunakan dan kades terpilih bermasalah,"tegasnya.

Sekedar diketahui, Tahapan Pendaftaran calon kades(Cakades-red) yang dibuka sejak 3 april resmi ditutup pada tanggal 11 april 2016 lalu.

Sementara itu, Kabag Pemdes Tanjabbar, Agoes Mamoen, menjelaskan, Dari hasil laporan panitia di desa-desa pelaksana ke bagian pemdes, ternyata masih ada desa sepi peminat pendaftar dan ada desa memiliki calon melebihi quota, seperti desa Teluk Sialang.

"Sampai saat ini tercatat di Desa Teluk Sialang ada delapan calon yang telah mendaftar,"papar Agoes.

Dijelaskannya, Untuk Desa yang sepi peminat pendaftar yakni, Sungai Keruh, Dataran Kempas Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Sungai Rotan kecamatan Renah Mendalu, dan Desa Tanjung Sinjulang Kecamatan Bram Itam.

“ Di Sungai Keruh dan Tanjung Senjulang baru  ada satu calon, Dataran Kempas dan Sungai Rotan belum ada sama sekali yang daftar," Jelasnya.

Dikatakannya, Untuk desa sepi peminat masa pendaftaran masih akan diperpanjang mulai 12 April-1Mei 2016 mendatang. Jika sampai 1 mei pendaftaran calon juga masih tidak memenuhi ketentuan minimal 2 calon dan maksimal 5 calon. Pilkades serentak di empat desa tersebut otomatis akan ditunda.

"Pelaksanaanya akan kita masukan pada tahapan Pilkades gelombang berikutnya. Jika ditunda tentunya akan dipimpin kembali oleh seorang Pjs,"pungkasnya.(jambidaily.com/RZA)

KOMENTAR DISQUS :

Top