Selasa, 16 Oktober 2018 |
Suaro Wargo

Ari Gustinawati: Tradisi Arakan Sahur Sebagai Warisan Sejarah Islam

Minggu, 20 Mei 2018 08:11:52 wib
Arakan Sahur/Foto: capture/youtube.com

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Jejak penyebaran islam di Jambi ternyata tak hanya meninggalkan benda dan bangunan bersejarah saja, teteapi juga meninggalkan tradisi kebiasaan yang masih terjaga hingga saat ini. selain bernilai sejarah tradisi arakan sahur juga pernah mengikuti pawai nasional pada tanggal 18 Agustus 2013 dan mendapat juara umum 3.

Tradisi arakan sahur yang dilaksanakan di setiap malam minggu pada bulan ramadhan di Kuala Tungkal Tanjung Jabung Barat ini adalah salah satu bentuk tradisi peninggalan islam yang terus dilaksanakan secara turun temurun. Meskipun tidak ada penjelasan secara spesifik mengenai sejarah arakan sahur ini, namun sudah menjadi kepercayaan masyarakat sekitar bahwa tradisi arakan sahur ini dimaksudkan untuk menyebarkan syiar islam kepada seluruh masyarakat, bahwa islam itu indah dan penuh kreativitas kemudian yang kedua untuk menjalin hubungan antar agama dan  untuk  mengajak para remaja di Kabupaten Tanjab Barat ini agar menghindari perbuatan-perbuatan terlarang seperti narkoba dan pergaulan bebas, serta untuk memeriahkan bulan suci ramadhan.

Tradisi arakan sahur ini tidak hanya dimeriahkan dengan menampilkan beraneka ragam musik tradisional saja, tetapi juga turut diramaikan dengan berbagai jenis mobil hias dengan pernak pernik miniatur, desain-desain bernuansa religi, Al-qur'an raksasa, serta berbagai ajang perlombaan, dimana para pemenang lomba akan diumumkan dan diberi hadiah pada malam idul fitri nanti.

Suasana kemeriahan sudah mulai terdengar sejak Sabtu sore dan malamnya mulailah ada arak-arakan, bebunyian bedug atau gendang, besi yang dipukul berirama, membuat Kuala Tungkal betul-betul ramai.
Menariknya, alat-alat musik yang digunakan merupakan benda dari barang bekas, seperti drum, besi bulat dan bambu. Tapi yang dominan tak kalah penting, adalah besi dan beduk. Ini yang akan dimainkan dengan irama oleh anak-anak atau orang muda Kuala Tungkal.
Mereka dalam riuh-rendah musik, akan berarak-arak dengan membawa kreasi miniatur kreatif seperti kapal-kapalan, Al Quran besar, miniatur masjid, hingga burung merak dan lain sebagainya.

Asyiknya terkait arak-arakan sahur di Kuala Tungkal, semua warga menyambutnya dengan gembira. Pukul 22.00 WIB, orang-orang di sekitar kota Kuala Tungkal, mulai keluar rumah untuk menyaksikan arakan sahur. Mereka mencari-cari tempat yang nyaman untuk menyaksikan arakan sahur. Acara akan berakhir menjelang waktu sahur.
Rute arakan sahur setiap minggunya berganti. Biasanya arakan sahur melewati jalan-jalan pusat kota. Lalu para penonton akan berdiri di tepi-tepi jalan. Motor-motor pun terparkir rapi di tepi jalan pada rute arakan sahur berlangsung.

Teriakan-teriakan lantang para peserta, pemuda dan anak-anak serta para Tetua yang ikut turut serta dalam arakan sahur ini, membuat gemuruh semangat Ramadhan kian terasa. Nyanyian pujian kepada sang pencipta serta lagu-lagu daerah asal Kuala Tungkal juga turut dibawakan.

Penonton dan Peserta  yang berasal dari remaja masjid, pesantren, madrasah, organisasi dan sanggar, serta perguruan tinggi dalam kota Kuala Tungkal yang mengikuti kegiatan arakan sahur ini bisa mencapai hingga ribuan peserta sehingga setiap malam minggunya kota kuala tungkal menjadi lautan manusia dan menjadi pemecah rekor arakan sahur terbesar di seluruh Indonesia, yang tidak hanya disaksikan oleh wisatawan religi lokal saja tetapi juga oleh wisatawan mancanegara seperti Singapura dan malaysia. 

Peran pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Barat dan kontribusi masyarakat  dalam agenda rutin arakan sahur ini sudah cukup bagus tinggal bagaimana kedepannya tradisi ini bisa tetap dipertahankan dan bisa dikenal diseluruh indonesia sebagai warisan budaya islam yang perlu dipertahankan dan harapannya festival arakan sahur ini bisa mendapat respon yang baik dari pemerintah provinsi sehingga bisa dilaksanakan juga di daerah-daerah lainnya.


...

Ditulis Oleh
Nama: Ari Gustinawati
Jurusan Ekonomi syariah
Fakultas Ekonomi dan bisnis islam
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin Jambi

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top