Senin, 23 April 2018 |
Hukum

Aset Dana BOS, Dominasi Temuan BPK

Selasa, 09 Juni 2015 07:05:15 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY HUKUM-Kabupaten Merangin, berdasar hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi, mendapatkan Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Hal ini berdasarkan temuan sejumlah asset yang tidak terdata, di sejumlah instansi yang ada di Pemkab Merangin.

Dari sejumlah Instansi yang ada di kabupaten merangin, Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Merupakan salah satu SKPD yang temuan asetnya terbesar. Besarnya temuan asset yang tidak jelas pendataannya di Disdik ini, sebagian besarnya di dominasi oleh asset yang pembeliannya bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Hal ini dibenarkan Inspektur Inspektorat kabupaten Merangin, Hatam Tafsir yang dibincangi sejumlah wartawan di rauang kerjanya, Senin (8/6) kemarin.

‘’Benar, salah satu SKPD yang temuan di bidang asetnya terbesar adalah di Disdik, selain itu ada juga dinkes. Untuk di Disdik ini sebagian besarnya adalah asset yang pembeliannya bersumber dari dana BOS,” ungkap Hatam.

Dikatakan Hatam, banyaknya temuan asset sekolah sekolah yang bersumber dari dana BOS ini, diantaranya seperti pembelian sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar, yang tidak di data dengan baik oleh sekolah, untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak disdik sebagai laporan asset.

‘’Misalnya lemari sekolah dan sebagainya yang di beli dari dana BOS, itu tidak di data dengan baik,” ujar Hatam lagi.

Padahal menurutnya, sekecil apapun asset yang dimilik sekolah, tetap harus di data sebaik mungkin dan disampaikan daftarnya ke pihak Dsidik sebagai instansi yang menaungi sekolah.

‘’Mungkin nilai per asetnya memang tidak terlalu mahal, namun karena jumlahnya banyak, ya tetap jadi besar nilainya,” tambah Hatam.

Dia juga mengatakan, bahwa asset sekolah bersumber dari dana BOS yang menjadi temuan BPK ini, merupakan asset dari tahun 2006 lalu, yang pendataannya diakui Hatam memang tidak maksimal.

‘’Aset di sekolah yang berasal dari Dana BOS sejak tahun 2006 yang paling banyak bermasalah, itu seharusnya terdaftar di daftar asset daerah, namun selama ini tidak ada,” terangnya lagi.

Selain asset tersebut dikatakan Hatam, sama halnya seperti di beberapa instansi lain, terdapat juga temuan asset bermasalah, seperti asset yang masih terdata, namun tidak jelas keberadaannya.

Terkait asset yang masih terdata namun tidak jelas lagi keberadaannya, ini menurut Hatam diantaranya disebabkan tidak adanya penghapusan asset yang dilakukan pemkab merangin, terhadap asset yang sudah tidak terpakai lagi.

‘’Ini juga salah satu yang menjadi kendala terbesar dalam proses pemeriksaan BPK tersebut,” beber Hatam lagi.

Besarnya nilai temuan BPK dalam pemeriksaan baru baru ini dikatakan Hatam hanya terjadi di bidang asset. Sementara di bidang kepatuhan, yakni terkait pengelolaan anggaran, hasil pemriksaan BPK dikatakannya tergolong cukup memuaskan.

‘’Kalau di bidang kepauhan hasilnya bagus, hanya saja ada kendala kecil yakni adanya kasubbag keuangan yang belum sepenuhnya memahami system pengelolaan dengan system yang baru, ini karena adanya perubahan system dari serba manual ke system yang mulai menggunakan kecanggihan tekhnologi,” urainya.

Ditanya terkait tindakan yang bakal dilakukan untuk memperbaiki pendataan asset kabupaten Merangin kedepan, dirinya mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menggelar rapat bersama Bupati merangin dan seluruh SKDP guna membahas hal tersebut.

Dikatakannya, tidak menutup kemungkinan kedepannya akan di bentuk tim khusus yang akan melakukan penelusuran terhadap asset daerah yang belaum terdata, sehingga dengan demikian katanya, jika tim tersebut nantinya terbentuk dan berjalan, maka diyakini akan dapat memperbaiki system pendataan asset daerah.

‘’Persoalan asset ini tidak bisa diserahkan bulat bulat ke BPKAD, harus dibentuk Tim penelusuran asset yang dikoordinir oleh BPKAD, dan melibatkan instansi yang memiliki asset bermasalah,” terang Hatam.

Sayangnya, terkait hal ini kepala Disdik kabupaten Merangin, Mashuri belum berhasil dikonfrimasi, saat di coba ditemui dikantornya sedang tidak ditempat, demikian juga saat dikonfirmasi melalui telepon, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top