Selasa, 11 Desember 2018 |
Hukum

Asian Agri Ajak Warga Desa Sadar Bahaya Kebarakan Lahan dan Hutan

Rabu, 21 November 2018 13:39:46 wib
JAMBIDAILY TEBO-Program Desa Bebas Api (DBA) yang digagas Asian Agri sejak tahun 2016 dinilai berhasil menyadari masyarakat Jambi bahwa pentingnya pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Program DBA tersebut merupakan komitmen Asian Agri dalam mendukung program pemerintah untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan untuk desa-desa di sekitar perusahaan. Sebagai apresiasi Asian Agri kepada masyarakat desa yang telah sadar menjaga kelestarian lingkungan yang sehat dan pengendalian kebakaran lahan, Asian Agri memberikan reward berupa dana pembinaan sebesar Rp 400 juta.

Ada empat desa di sekitar wilayah operasional PT Rigunas Agri Utama (RAU) unit bisnis Asian Agri yang memperoleh reward tersebut, diantaranya Desa Tuo Sumay, Desa Teriti, Desa Suo-suo dan Desa Muara Sekalo dengan reward Rp.100 juta perdesa.

Secara simbolis reward itu diserahkan pada 15 November 2018, di PT RAU Kebun Tebo, yang dihadiri Senior Manager PT RAU, Bibit Sembiring, Manager Plasma Adensius Tarigan, Team CSR Eko Budi, Humas PT RAU Ahmad Bastari dan Kades Tuo Sumay Maspuat, Kades Teriti Raden Sopli, Kades Suo-suo Urista, Kades Muara Sekalo Suherman serta para crew leader 4 desa.

Senior Manager PT RAU, Bibit Sembiring menyampaikan, pembentukan Desa Bebas Api adalah sebuah terobosan mendukung program pemerintah dalam hal pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Tujuannya adalah untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sehat dan terjaga, karena lingkungan yang sehat akan memberikan kehidupan yang sehat. Dahulu di 4 desa ini banyak hot spot (titik api), sehingga desa ini menjadi terkenal, tapi dikenal karena kebakarannya," ujarnya.

Menurutnya, dampak kebakaran lahan dan hutan pasti akan banyak menimbulkan kerugian, karena berhubungan dengan aspek kesehatan, ekonomi, lingkungan dan sosial. "Maka dari itu melalui program binaan desa bebas api inilah Asian Agri mengajak masyarakat untuk sadar akan bahaya kebakaran dan turut berperan serta dalam mendukung program desa bebas api yang pada akhirnya untuk mensejahterakan masyarakat juga," ucapnya.

Sementara itu, Manager Plasma PT RAU, Adensius Tarigan menambahkan, lingkungan yang sehat sangat penting bagi manusia, untuk itu perlu dijaga secara bersama-sama. Untuk menciptakan itu, perlu kerjasama antara masyarakat, pihak perusahaan dan pemerintah.

"Sebenarnya reward ini sebagai penyemangat, yang terpenting adalah bagaimana kita semua menjadi sadar untuk selalu mengupayakan tidak tetjadi kebakaran di lingkungan, baik itu kebakaran lahan, hutan ataupun di sekitar rumah kita. Tujuannya adalah warga masyarakat menjadi paham bahwa kebakaran itu akan menimbulkan kerugiannya sangat besar," ujarnya.

Tarigan berharap, reward ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk kepentingan semua warga desa, bukan untuk pribadi.

"Jangan lupa dari dana ini untuk dikembalikan ke fungsi Karhutla-nya, diantaranya meningkatkan MPA, posko MPA dan alat pemadam kebakaran sederhana di desa. Kemudian kami dari pihak perusahaan akan terus memantau program desa yang dari penggunaan dana reward DBA ini, serta pembuatan laporan pertanggungjawaban dari desa," bebernya.

Kades Tuo Sumay, Maspuat bersyukur memperoleh reward dari Asian Agri. "Kami dari 4 desa mendapat anugrah lagi melalui tangan Asian Agri," cetusnya.

Dengan adanya program DBA ini, menurut Kades, masyarakat menjadi semakin menyadari akan bahaya kebakaran. Kerugian yang ditimbulkan banyak disegala bidang dan tidak dapat dinilai besarnya.

"Kami mohon kepada PT RAU untuk selalu bersama pemerintahan desa membina warga desa semua, dalam kaitanya dengan Karhutla ini. Kami selalu bersedia untuk kerjasama dan mendukung program-program selanjutnya. Karena kami sangat yakin dan sudah merasakan keberadaan PT Rigunas yang ikut serta mensejahterakan masyarakat," tandasnya.

Suherman selaku Kades Muara Sekalo menyebutkan, program Desa Bebas Api yang digagas Asian Agri luar biasa. Tak hanya masyarakat desa di sekitar operasional perusahaan saja yang diperhatikan.

"Desa kami itu sangat jauh dari PT Rigunas, mungkin adolah 50 km, tapi iko dibantu jugo. Pertama kami ragu jugo, apo mungkin iyo nian...tapi kenyataanyo idak bohong program DBA ko. Padahal di tempat kami ada jugo perusahaan yang lain, tapi ntah kenapo kok ngak ada program sacem ko, tapi yang jelas mungkin kurang peduli," celotehnya dengan logat Melayu Jambi seraya menambahkan, reward tersebut akan dipergunakan sebaik-baiknyo untuk kesejahteraan MPA, dan berusaha terus supayo tidak ado lagi kebakaran di desa kami. ***

Sumber: Rilis

KOMENTAR DISQUS :

Top