Selasa, 17 Juli 2018 |
Nasional

Asian Agri Berikan Penghargaan Kepada Desa yang Berhasil Mencegah Karhutla

Selasa, 03 Juli 2018 17:45:26 wib
Sahrul Hasibuan, Regional Head Plantation Asian Agri –Jambi/Foto: jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY NASIONAL - Asian Agri melakukan tindakan nyata untuk mendorong desa berkontribusi dalam mencegah dan mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak tahun 2016 yang dikemas berupa program desa bebas api dan kini membuahkan hasil positif untuk mengurangi titik api di Indonesia.

Hal tersebut dibeberkan Asian Agri dalam rangkaian kegiatan “Halal bihalal bersama Insan Pers Jambi dan Penyerahan Penghargaan Desa Bebas Api Asian Agri” (Selasa, 03/07/2018) bertempat di Rumah Kito Resort Hotel, Kota Jambi.

Welly Pardede, Head Sustainability Operation & CSR Asian Agri dalam kata sambutannya menuturkan bahwa rangkaian halal bihalal sebagai maksud agar terjalinnya kemitraan yang kuat dengan Insan pers karena berperan penting dalam penyampaian informasi kepada masyarat.

“Rangkaian ini harapannya dapat lebih menjalin kemitraan Asian Agri dengan Insan pers juga masyarakat tentunyta, sehingga penyampaian Informasi apalagi terkait penanganan Karhutla kepada masyarakat dapat tersalurkan. Mengenai Program desa bebas api, inilah bentuk tindakan dini terhadap penanganan musibah tersebut tentunya juga turut didukung oleh pemerintah serta masyarakat,” Ungkapnya. 

Selain itu dalam penyampaian presentasi Sahrul Hasibuan, Regional Head Plantation Asian Agri –Jambi bahwa Di Jambi, sebanyak tujuh desa yang tergabung dalam program desa bebas api binaan Asian Agri tercatat mampu menekan secara signifikan angka kebakaran mencapai ratusan hektar lahan yang terjadi di lingkungan desa.

Sebelumnya, ketujuh desa binaan yaitu: Desa Lubuk Bernai, Desa Lubuk Lawas, Desa Tuo Sumay, Desa Teriti, Desa Muara Sekalo, Desa Suo Suo dan Desa Semambu, mengalami kebakaran mencapai kisaran 346 hektar pada periode Juni 2016 s.d Juni 2017.

“Pada periode program desa bebas api kali ini, usaha pencegahan kebakaran terbukti efektif degan hanya menyisakan sekitar 11 hektar lahan terbakar di sepanjang periode program desa bebas api di Jambi Juni 2017 s.d Juni 2018, yaitu di desa Semambu dan Desa Lubuk Bernai yang diindikasikan oleh aktivitas pembukaan lahan,” Ujar Zulbahri, Manajer Sustainability Operation Asian Agri.

“Kontribusi Masyarakat desa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah dan pihak keamanan merupakan salah satu kunci keberhasilan program ini,” Lanjut Zulbahri.

Atas keberhasilan tersebut, Asian Agri juga menyalurkan penghargaan kepada 5 dari 7 Desa masing-masing sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan desa mencegah kebakaran di lingkungan desanya.

Program desa bebas api binaan Asian Agri dimulai sejak tahun 2016, diawali dengan bermitra bersama tujuh desa di Provinsi Riau dan dua Desa di Provinsi Jambi. Hasil positif di periode pertama program dalam mengurangi titik api memantapkan komitmen perusahaan yang saat ini telah bermitra dengan 16 desa, yaitu 9 desa di Riau dan 7 desa di Jambi.

“Penghargaan sebesar Rp.100.000.000,- merupakan bentuk apresiasi yang dijanjikan sejak awal program kepada desa-desa binaan untuk menumbuhkan semangat desa, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pengadaan maupun perbaikan fasilitas penunjang pencegahan kebakaran di desa,” Ungkap Zulbahri.

Selain Team dari Asian Agri, yaitu Sahrul Hasibuan: Regional Head Plantation Asian Agri –Jambi, Welly Pardede, Head Sustainability Operation & CSR Asian Agri,  Zulbahri: Manager Sustainability Operation Asian Agri, Maria Sidabutar: Head Corporate Communication Asian Agri, Lidya Veronica: Humas Asian Agri, juga tampak hadir Saman: Ketua PWI Provinsi Jambi, Heri FR: Sekretaris PWI Provinsi Jambi bersama beberapa Pengurus, Anton: Ketua IJTI Jambi, Nurul Fahmi: Ketua IWO Jambi, Para Pimpinan media massa di Jambi, Perwakilan desa bebas api dan tamu undangan lainnya.

Disamping presentasi program, Pemutaran Video pendek tentang aksi desa bebas api, pemberian doorprize dan ramah tamah, pada kesempatan ini juga melakukan penyerahan penghargaan serta penandatanganan nota kesepahaman program untuk tahun 2018/2019 sebanyak 16 desa yaitu: periode kedua (2 desa); periode ketiga (7 desa)  di provinsi Riau dan periode kedua (5 desa); periode ketiga (2 desa) di provinsi Jambi.

Menariknya dari 16 desa tersebut, 3 diantaranya yakni Desa Lubuk Ogong, Desa Delik dan Desa Lalang Kabung di kabupaten Pelalawan Provinsi Riau telah berhasil menjadi desa yang selama dua tahun berturut-turut tidak mengalami kejadian karhutla, sehingga masuk dalam tahap pembinaan selanjutnya yaitu Program Desa Tangguh Api (Fire Resilient Village Program).

Sekilas mengenai Asian Agri
Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indanesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO)) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25.000 orang saat ini.

Sejak tahun 1987 Asin Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans).  Saat ini perusahaan mengelola 100.000 hektar lahan inti dan bermitra dengan 30.000 keluarga petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri menjadi sałah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 1400I untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikot ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatra Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau  dan Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability &Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Lebih dari 91% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System). (Hen/*Rilis)


Sumber: Rilis Asian Agri
Editor: Hendry Noesae/Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top