Minggu, 23 September 2018 |
Kesehatan & Olahraga

Asian Agri Komitmen Ciptakan Iklim Pertandingan Tanpa Asap Dihelatan Asian Games 2018

Rabu, 04 Juli 2018 10:56:29 wib
Saman, Ketua PWI Jambi saat memberikan kata sambutan (Selasa, 03/06/2018)/Foto: jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY OLAHRAGA - Asian Agri sampaikan komitmennya untuk sukseskan Asian Games. Pada rangkaian kegiatan “Halal bihalal bersama Insan Pers Jambi dan Penyerahan Penghargaan Desa Bebas Api Asian Agri” (Selasa, 03/07/2018) yang bertempat di Rumah Kito Resort Hotel, Kota Jambi. 

Perhelatan olahraga untuk kawasan Asia yang akan berlangsung pada Agustus 2018 mendatang di Palembang dan Jakarta tersebut menjadi bagian penting bagi Asian Agri mengingat salah satu lokasi berada di kawasan pulau Sumatera yang memiliki catatan kurang baik terkait peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Asian Agri berkomitmen dalam menyukseskan pelaksanaan Asian Games pada bulan Agustus nanti untuk menciptakan iklim pertandingan tanpa asap,” Ujar Zulbahri: Manager Sustainability Operation Asian Agri.

Selain itu Saman SPT, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) provinsi Jambi dalam kata sambutannya turut mengapresiasi tindakan nyata dari Asian Agri dalam upaya mencegah Karhutla.

"Program ini tentunya sangat baik agar kita dapat mencegah dan tidak terulangnya peristiwa Karhutla yang besar seperti pada tahun 2015, Antisipasi dini dengan merangkul semua komponen masyarakat. Momen Asian Games kita harapkan tidak menimbulkan citra buruk kepada kita selaku tuan rumah yang dikarenakan Asap," Ungkap Saman,SPT.

Program desa bebas api binaan Asian Agri tercatat mampu menekan secara signifikan angka kebakaran mencapai ratusan hektar lahan yang terjadi di lingkungan desa.

"Keangotaan Desa Bebas Api akan terus diperkuat untuk mencegah kebakaran hutan di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera," Ujar Zulbahri.

“Pada periode program desa bebas api kali ini, usaha pencegahan kebakaran terbukti efektif degan hanya menyisakan sekitar 11 hektar lahan terbakar di sepanjang periode program desa bebas api di Jambi Juni 2017 s.d Juni 2018, yaitu di desa Semambu dan Desa Lubuk Bernai yang diindikasikan oleh aktivitas pembukaan lahan. Kontribusi Masyarakat desa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah dan pihak keamanan merupakan salah satu kunci keberhasilan program ini,” Lanjut Zulbahri.

Program desa bebas api binaan Asian Agri dimulai sejak tahun 2016, diawali dengan bermitra bersama tujuh desa di Provinsi Riau dan dua Desa di Provinsi Jambi. Hasil positif di periode pertama program dalam mengurangi titik api memantapkan komitmen perusahaan yang saat ini telah bermitra dengan 16 desa, yaitu 9 desa di Riau dan 7 desa di Jambi.

pada kesempatan dilakukan penyerahan penghargaan berupa bantuan tunai senilai Rp.100.000.000,- serta penandatanganan nota kesepahaman program untuk tahun 2018/2019 sebanyak 16 desa yaitu: periode kedua (2 desa); periode ketiga (7 desa)  di provinsi Riau dan periode kedua (5 desa); periode ketiga (2 desa) di provinsi Jambi.

Menariknya dari 16 desa tersebut, 3 diantaranya yakni Desa Lubuk Ogong, Desa Delik dan Desa Lalang Kabung di kabupaten Pelalawan Provinsi Riau telah berhasil menjadi desa yang selama dua tahun berturut-turut tidak mengalami kejadian karhutla, sehingga masuk dalam tahap pembinaan selanjutnya yaitu Program Desa Tangguh Api (Fire Resilient Village Program).

Dalam Kegiatan Halal Bihalal ini Selain Team dari Asian Agri, yaitu Sahrul Hasibuan: Regional Head Plantation Asian Agri –Jambi, Welly Pardede, Head Sustainability Operation & CSR Asian Agri,  Zulbahri: Manager Sustainability Operation Asian Agri, Maria Sidabutar: Head Corporate Communication Asian Agri, Lidya Veronica: Humas Asian Agri, juga tampak hadir Saman: Ketua PWI Provinsi Jambi, Heri FR: Sekretaris PWI Provinsi Jambi bersama beberapa Pengurus, Anton: Ketua IJTI Jambi, Nurul Fahmi: Ketua IWO Jambi, Para Pimpinan media massa di Jambi, Perwakilan desa bebas api dan tamu undangan lainnya.

 

Sekilas mengenai Asian Agri
Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indanesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO)) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25.000 orang saat ini.

Sejak tahun 1987 Asin Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans).  Saat ini perusahaan mengelola 100.000 hektar lahan inti dan bermitra dengan 30.000 keluarga petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri menjadi sałah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 1400I untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikot ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatra Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau  dan Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability &Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Lebih dari 91% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System). (Hen/*Rilis)


Berita Terkait:
Asian Agri Berikan Penghargaan Kepada Desa yang Berhasil Mencegah Karhutla

KOMENTAR DISQUS :

Top