Sabtu, 18 Agustus 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Asian Agri-Tanoto Foundation Lanjutkan Program Pelatihan Guru 2017

Selasa, 14 Maret 2017 11:44:41 wib
Peserta Pelatihan berfoto bersama

JAMBIDAILY PENDIDIKAN-Menilai program peduli pendidikan melalui program pelatihan guru memberi andil dalam perkembangan pendidikan, Asian Agri bersama Yayasan Tanoto Foundation kembali menggelar Program Peduli Pendidikan "Latih Guru Untuk Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa."

Menurut Regional Project  Manager Tanoto Foundation, Dendi  Satria Buana, kegiatan ini merupakan bagian dari program Pelita Pustaka yakni suatu program pendidika yang menitik beratkan pada peningkatan keterampilan literasi siswa.
    
"Program Pelita Pustaka dilaksanakan dari tanggal 13 hingga 16 Maret 2017 di Hotel Luminor – Jambi ini diikuti oleh 63 orang tenaga pendidik / fasilitator pembelajar perpustakaan yang terdiri dari pengawas, guru dan petugas perpustakaan sekolah,"jelas Dendi.

Inti dari pendidikan masa depan adalah membaca karena dengan membaca maka siswa dapat memiliki pemahaman dan wawasan yang luas, sehingga terbentuk pola pikir yang lebih mendalam dan terarah.
    
“Inti   dari   pendidikan   masa   depan   adalah   membaca,   karena   dengannya   pemahaman   dan wawasan akan terus bertambah, kemampuan dan pola berfikir menjadi lebih mendalam dan terarah. Membaca juga akan membuat kemampuan menulis dan berbicara semakin terasah."

Karena itu untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa, maka sangatlah penting   untuk   meningkatkan     keterampilan     guru   melalui   pelatihan   peningkatan   literasi sebagaimana yang kita lakukan saat ini,” ujarnya pada saat memberikan pelatihan.

Sementara itu, pada pembukaan pelatihan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang diwakili Kabid Pendidikan Sekolah Menengah Atas H. M. Tabri, yang  menyambut baik program pelita pustaka yang dilakukan Tanoto Foundation dan Asian Agri.

“Tanoto   Foundation     mempunyai   komitmen   yang   sangat   tinggi   untuk   mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jambi. Kami dari Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi berbagai   macam   program   pendidikan   yang   diluncurkan   Tanoto   Foundation,"ungkapnya.

Dia berharap agar   peserta pelatihan agar  memegang komitmen dan mau bekerja keras untuk meningkatkan keterampilan literasi para siswa di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Senada, Social Security License Manager Asian Agri, Liharman Purba, mengatakan bahwa   perpustakaan   adalah   jantung   sekolah,   sehingga  diharapakan   melaluli   pelatihan   ini minat baca siswa meningkat.

“Perpustakaan adalah jantung sekolah, diharapkan melalui pelatihan  ini minat  baca siswa meningkat sehingga aktifitas perpustakaan pun meningkat. Pepatah katakana,   buku adalah jendela dunia, dengan gemar membaca berbagai buku diperpustakaan maka siswa-siswa akan
semakin siap dalam menghadapi globalisasi,” pungkasnya.

Sekedar informasi, dalam upaya  untuk   meningkatkan  budaya   literasi   siswa  sekolah   dasar,  sejak   tahun  2010 Tanoto Foundation dan Asian Agri memiliki Program Pelita Pustaka sebuah program yang berfokus   menumbuhkan   budaya   membaca   di   sekolah   dengan   pendekatan bertahap   yang dimulai   dengan   meningkatkan   koleksi   pustaka   sekolah   dengan   buku-buku   referensi   dan bacaan yang menarik untuk meningkatkan minat baca siswa, meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola perpustakaan kecil, meningkatkan minat dan budaya membaca di sekolah.  

Program Pelita Pustaka telah mengaktifkan kegiatan kepustakaan di 52 sekolah dipelosok Jambi yang tersebar di Tanjung Jabung Barat, Batang Hari dan Tebo.

Melalui program ini juga berhasil di tumbuhkan budaya membaca di sekolah-sekolah dampingan dimana guru menjadi sosok teladan membaca dan menjadi figure bagi siswa-siswi di sekolah.

Inspirasi Sukses dan Kiprah Tanoto Foundation

Pendiri Yayasan Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto adalah sosok pengusaha sukses   yang gemar sekali membaca.

Salah satu kunci kesuksesan Sukanto Tanoto merupakan  pribadi yang gemar sekali membaca dan belajar. Bahkan mempelajari Bahasa Inggris secara mandiri hanya dengan   bermodal   kamus   Oxford   dan   majalah   tua   berbahasa   Inggris.  

"The   moment   you   stop   learning,   your   brain   becomes   cancerous.   Never   stop learning /  Ketika kamu berhenti belajar, pikiranmu seperti terkena kanker. Jangan pernah berhenti belajar”,  ujar Dendi  Satria Buana, Regional Project  Manager Tanoto Foundation mengutip semboyan pendiri Yayasan Tanoto Foundation tersebut. (Rilis)

Editor   : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top