Sabtu, 17 November 2018 |
Nasional

Asnawi AB: Tidak Senang dengan Pancasila, Keluar dari Indonesia

Kamis, 11 Oktober 2018 16:45:52 wib
Asnawi AB/Foto: jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY KOTAJAMBI - Saat menyampaikan kata sambutan dalam kegiatan Seminar "membangun karakter anak bangsa yang berpancasilais" dilaksanakan oleh Laskar merah putih markas daerah (LMP Mada) provinsi Jambi di Hotel BW Luxury (Kamis, 11/10/2018) DRS HM Asnawi AB MM, kepala badan kesbangpol provinsi Jambi tegaskan bahwa tidak senang dengan pancasila, keluar dari Indonesia. Selaku warga negara wajib mendukung empat pilar yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dalam meningkatkan anak bangsa harus menyesuaikan empat pilar. NKRI, kita tidak boleh tidak suka dari empat pilar dan wajib kita dukung, tidak senang dengan pancasila kita keluar dari Indonesia. Itu sudah komitmen negara kita," Tegas Asnawi.

Asnawi mengingatkan agar tidak lupa dengan sejarah berdirinya bangsa Indonesia hingga saat ini.

"ada orde lama karena ada orde baru, tidak ada orde lama mana ada pemerintahan kita disini tidak ada Indonesia ini. Tidak ada orde baru tidak ada pembangunan, ini yang kita nikmati sekarang. Makanya dua itu Zaman soekarno dan zaman soeharto, inilah dua tokoh pahlawan kita yang telah membangun negeri kita ini," Ujar Asnawi.

Pergeseran paradigma karena adanya pergeseran globalisai yang sangat tajam, ada paradigma baru yaitu reformasi, kata asnawi semua merasa hebat dan merasa benar.

"Ada paradigma lama yaitu orde baru dan orde lama, lalu paradigma baru yang kenal dengan zaman reformasi. Semua ngaku hebat dan ngaku pintar, orang-orang salah, dialah yang merasa benar. Pancasila itu tidak memandang suku, ras, agama, adat istiadat, dulu ada namanya P4, kita diajarkan toleransi tidak ada membedakan. Kenapa tiba reformasi itu hilang semua, makanya karakter anak bangsa ini mulai menipis. Sebagai penerus bangsa kita harus menghargai para pahlawan kita yang cerdas membuat pancasila," kata Asnawi.

Kemudian seusai membuka secara resmi kegiatan seminar tersebut, Asnawi kepada awak media mengharapkan pelatihan dan seminar ini dapat meningkatkan pola pikir cerdas mengingat derasnya Hoaks, berita bohong dan fitnah.

"Pemerintah daerah melalui kemitraan ini mengharapkan supaya anak bangsa ini, anak bangsa yang cerdas karena pola pikir sekarang ini pola pikir cerdas. Kemudian bagaimana bersikap hati yang bersih, bersikap kepedulian," Jelas Asnawi.

"Sekarang ini bukan perang militer namun non militer yaitu Perang hoaks berita bohong, fitnah, itu menunjukkan karakter bangsa kita menurun. Padahal yang tertinggi dalam nilai-nilai kebangsaan itu religius, agama kuat, agama apapun itu. Dengan tidak adanya P4 sudah mulai toleransi berkurang, pelatihan atau seminar ini diharapkan dapat menjawabnya," Pungkas Asnawi.

Terkait pelaksanaan seminar, Mewakili Hendry Attan SE selaku Ketua LMP Mada provinsi Jambi yang berhalangan hadir, yaitu Mulyana SE jelaskan bahwa

"Seminar ini merupakan kegiatan kerjasama dengan pemerintah provinsi Jambi melalui Kesbangpol dengan laskar merah putih dengan tema 'membangun karakter anak bangsa yang berpancasilais' ini tentunya berguna dalam kehidupan sehari-hari dan kami berpendapat ini akan kami angkat dalam seminar ini," Jelas Mulyana SE, Sekjen LMP Mada provinsi Jambi.

 

(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top