Selasa, 15 Oktober 2019 |
Hukum

Awasi Minol Ilegal, Baru 23 Tempat Hiburan Kantongi Izin

Selasa, 13 September 2016 20:46:31 wib
Minuman Beralkohol (Minol)

JAMBIDAILY HUKUM-Walikota Jambi H Sy Fasha menengarai masih banyak tempat hiburan di Kota Jambi menjual minuman beralkohol (Minol) secara ilegal.

Pasca pernyataan Walikota tersebut, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Jambi mengaku sudah mulai menyisir beberapa tempat hiburan malam di Kota Jambi.

“Kita sudah bentuk tim, dan sudah turun mengecek kegiatan tempat hiburan malam,”kata Plt Kepala BPMPPT Kota Jambi, Muhtar kepada jambidaily.com, Selasa 13 September 2016.

Beberapa tempat hiburan yang sudah dicek diantaranya adalah Momo Na Cafe, Kota Baru dan Collega Cafe, Jambi Selatan. Dan dari hasil pengecekan itu, pihaknya belum dapat menyimpulkan hasilnya, sebab belum secara keseluruhan.

“Kita sempat menemukan beberapa kejanggalan memang, seperti di Momo Na Cafe ini. Ternyata usaha yang didepan dan belakang itu pemiliknya berbeda. Karena secara izin yang boleh jual minol yang belakang, kita takut dijual bebas di depan,” katanya.

Berdasarkan data izin SIUP yang dikeluarkan oleh BPMPPT Kota Jambi, hanya ada 23 izin tempat hiburan malam yang boleh menjual minol, delapan diantaranya berada di hotel yang ada di Jambi, seperti hotel Aston, Rumah Kito, hotel Grand, Abadi Suite, Swiss Bell, Novita, dan Wiltop Hotel.

Sementara untuk karaoke keluarga, yang tercatat hanya Afgan karaoke, Masterpiece, dan NAV Karaoke, serta De Java Karaoke.

Meskipun sudah mengantongi izin, pihak pengusaha juga tidak boleh sembarangan menjual minol. Sebab, ada kriteria minol yang boleh dijual.

“Ada great-nya. Seperti kalau di hotel itu boleh kandungan alkoholnya sampai 10 persen, tapi kalau diluar hotel itu harus dibawah itu,” tuturnya.

Jika pada karaoke keluarga, diperbolehkan adanya jual beli minol asalkan karaoke itu memiliki tempat khusus (PUB).

“Tidak boleh didalam room, kalau mau jual minol ya ruang PUB itu. Kalau masyarakat menemukan penjualan Minol secara ilegal bisa melapor,”ingat Muhtar.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Jambi, Komari SH, mengaku, pihaknya memang memberikan rekomendasi atas izin cafe dan pub untuk izin menjual minol.

“Kita berikan rekomendasi karena berdasarkan izinya sudah lengkap. Ada izin cafe dan pub. Kalau izinnya memang pub, maka kita boleh merekomendasikannya,” ujarnya.

Komari mengaku kecolongan dengan adanya cafe yang menjual minol padahal lokasi di dekat sekolah, pemukiman dan mesjid.

“Kita mengaku kecolongan dengan hal ini. Bahwa ada cafe yang menjual minol namun berada di dekat sekolah dan pemukiman. Ke depan, dirinya mengaku lebih berhati hati dan lebih ketat dalam memberikan referensi untuk pengeluaran izin penjualan minol.

“Ke depannya kita akan lebih ketat lagi. Nanti meskipun izin Siup, Situ dan lainnya lengkap, namun saat kita cek di lapangan , memastikan lokasinya tedak berdekatan dengan sekolah, mesjid atau pemukiman.  Kita tidak akan berikan rekomendasinya,” tegas Komari.

Penulis    : M Chandra H
Editor      : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top