Minggu, 15 September 2019 |
Jurnal Publik

“Ayah, Raina ingin jadi Pahlawan” Sebuah Catatan Kecil dalam 1001 Pertanyaan untuk 72 Tahun Indonesia

Kamis, 17 Agustus 2017 16:39:52 wib
Photo: ist/Dokumen Pribdi/jambidaily.com

KOPI RAINA-Sesaat ketika terbangun dari tidur, tetapi belum beranjak tetap berbaring dan bermalas-malasan, begitu beratnya badan terasa mungkin karena larutnya bahkan sudah pagi baru tertidur, apakah itu sudah menjadi kebiasaan atau memang terjangkit penyakit Gangguan dalam tidur yang bernama Insomnia, entahlah. Di teilnga saya hanya terdengar suara penggorengan dari Sang istri sedang memasak di dapur, dan sesekali suara ketawa dari Raina anak perempuan saya yang berumur 4 Tahun 5 Bulan.

Raina berkata tepat disebelah ketika dia melihat Ayahnya sudah terbangun dari Tidur “ayah baru bangun ya,? Udah siang, ayah masih ngantuk ya,?” Tanya polos si Balita ini. Kata itu serasa menguatkan badan, saya pun beranjak dari tempat tidur, menuju kamar mandi, setelah membersihkan muka, Istri saya berkata “ayah, tadi Raina bilang. Bunda, Raina ingin jadi Pahlawan,”. Dalam Pikiran saya, oh mungkin karena hari ini 17 Agustus, jadi Raina bilang begitu.

Namun rasanya menggelitik juga terdengar kata ingin Jadi Pahlawan, Pahlawan yang seperti apa dalam bayangan Raina,? Apakah dia sudah memiliki Imajiner akan Kemerdekaan, Akan arti sebuah Perjuangan dari Pahlawan,?

Hari ini Tanggal 17 Agustus, sejak Tahun 1945 seluruh Rakyat Indonesia menyebutnya sebagai Hari kemenangan atau dalam bahasa Trend yang digunakan oleh Negeri Barat sana Independence day, lebih umumnya lagi disebut Hari Kemerdekaan, Merdeka  memiliki pengertian sangat luas, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Versi Online dalam Jaringan);

Merdeka/mer•de•ka/ /merdéka/ a 1 bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah --; 2 tidak terkena atau lepas dari tuntutan: -- dari tuntutan penjara seumur hidup; 3 tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan --; boleh berbuat dengan --;-- ayam ki bebas merdeka (dapat berbuat sekehendak hatinya).

Memerdekakan/me•mer•de•ka•kan/ v menjadikan merdeka; membebaskan (diri); melepaskan dari penjajahan dan sebagainya; memberikan kebebasan: Inggris telah - tanah-tanah jajahannya. Pemerdeka/pe•mer•de•ka/ n orang (negara dan sebagainya) yang memerdekakan.

Kemerdekaan/ke•mer•de•ka•an/ n keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebasan: - adalah hak segala bangsa.

Semerdeka-merdekanya/se•mer•de•ka-mer•de•ka•nya/ adv tidak terpengaruh (oleh apa dan siapa pun); bebas atau lepas sama sekali: seni lukis harus - dari segala ikatan moral dan tradisi untuk dapat hidup.

 

Sebegitu besar perjuangan orang-orang terdahulu jauh sebelum tahun 1945 kenapa tidak 350 tahun dalam penjajahan Belanda dan 3,5 Tahun dalam penjajahan Jepang, darah dan nyawa mereka korbankan untuk kata Medeka. Tidak berharap harta kekayaan, jabatan, pangkat dan pengakuan, mereka hanya berjuang demi satu kata Merdeka, demi lepas dari belenggu para penjajah “sang Drakula penghisap” bukan juga untuk kesenangan mereka semata tetapi demi anak cucunya, demi generasi selanjutnya di Negara Indonesia, negara yang besar dan kaya raya, ya kaya raya dalam pemikiran awam dan pemikiran saya yang masih minim akan wawasan nusantara ini. Dan akhirnya Proklamasi dikumandangkan;


P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal
jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan
tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.


Atau
PROKLAMASI Kami bangsa indonesia dengan ini menyatakan
kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.Jakarta, 17 Agustus 1945, Atas nama bangsa Indonesia, Sukarno-Hatta

 

Ketika Proklamasi dikumandangkan, mereka dan para pejuang tersemat kata Pahlawan, baik itu yang telah gugur maupun yang masih ada, apa yang negara ini berikan untuk mereka, Lalu Apa yang dirasakan langsung oleh garis keturunan mereka akan kata Merdeka,? ada yang tau bagaimana para Veteran itu sekarang,? Tugu Juang saja dikawasan Sipin, Kota Jambi, yang memiliki kantor untuk Veteran dibawahnya, terakhir ketika saya lihat dalam kondisi Telepon yang tidak lagi berbunyi dicabut sebab tidak membayar, Air yang tidak mengalir (Ingat ini kondisi terakhir ketika saya kesana, entah kalau hari ini atau sekarang). Mereka berjuang bukan untuk garis keturunannya saja namun untuk Generasi Bangsa ini, untuk saya, anda dan kita semua. Tetapi apa yang kita lakukan sebagai bentuk bahwa kita tidak melupakan sejarah,? 

Apakah Cukup, Seorang Sultan Thaha Saifuddin yang namanya disemat dalam nama Jalan dan Bandara di Jambi, atau Seorang Raden Mattaher yang juga hanya tersemat di nama Jalan dan Rumah Sakit Umum Daerah,? Anda Warga Jambi silahkan menilai sendiri.

Coba simak Pembukaan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, dan Dasar Negara Pancasila, berikut ini;

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 1945
PEMBUKAAN

Bahwa  sesungguhnya  kemerdekaan  itu  ialah  hak  segala  bangsa  dan  oleh sebab  itu,   maka penjajahan  di  atas  dunia  harus  dihapuskan,  karena  tidak sesuai  dengan  peri- kemanusiaan dan peri-keadilan. 

Dan  perjuangan  pergerakan  kemerdekaan  Indonesia  telah  sampailah  kepada saat  yang berbahagia  dengan  selamat  sentausa  mengantarkan  rakyat Indonesia  ke  depan  pintu gerbang kemerdekaan  Negara  Indonesia,  yang merdeka,  bersatu,  berdaulat,  adil   dan makmur. 

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan  luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang  bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan  dengan ini kemerdekaannya. 

Kemudian  dari  pada  itu  untuk  membentuk  suatu  Pemerintah  Negara Indonesia  yang melindungi  segenap  bangsa  Indonesia  dan  seluruh  tumpah darah Indonesia  dan  untuk   memajukan kesejahteraan    umum,   mencerdaskan    kehidupan    bangsa,    dan    ikut melaksanakan  ketertiban dunia  yang  berdasarkan kemerdekaan,  perdamaian  abadi  dan   keadilan sosial, maka  disusunlah Kemerdekaan  Kebangsaan  Indonesia  itu  dalam  suatu Undang-Undang  Dasar  Negara  Indonesia,  yang  terbentuk dalam  suatu susunan  Negara   Republik  Indonesia  yang  berkedaulatan rakyat  dengan berdasarkan  kepada  Ketuhanan  Yang Maha  Esa,  Kemanusiaan  Yang Adil  dan Beradab,  Persatuan  Indonesia  dan   Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaa dalam Permusyawaratan / Perwakilan,  serta  dengan  mewujudkan  suatu  Keadilan  sosial  bagi seluruh rakyat Indonesia. 

 

PANCASILA

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpim oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

 

Lantas apakah Sudah Merdeka,?
Sebegitu sulitnya Mendapatkan pekerjaan, katanya itu karena Sumber Daya Manusia yang kurang memadai berarti kurang terpenuhi secara pendidikan, lah bukan kah itu juga sudah tugas Republik ini untuk memenuhinya,? jangan pernah tutup mata dan telinga bahwa di Negara ini masih sangat banyak ditemukan yang Buta Huruf, tidak bisa membaca di zaman teknologi canggih, ada yang mau membantahnya,? Atau minimnya lapangan pekerjaan, mengapa ada ribuan orang dari Negara lain kita sebut saja Warga Negara Cina yang sering dalam pemberitaan didatangkan ke Indonesia untuk dipekerjakan. (Tolong diperhatikan kalimat saya “didatangkan”, bukan Keturunan Cina yang telah menjadi Warga Negara Indonesia).

Apakah benar kesehatan telah dipenuhi seperti amanat Undang Undang Dasar 1945, Kartu BPJS jawabankah,? Kartu yang dianggap penyelamat, membantu Rakyat Indonesia dalam segi kesehatan, bukankah itu hanyalah mirip dengan “Arisan”,? Toh, kita tetap bayar per bulan, itu semua uang kita juga, uang yang terkumpul dari semua peserta BPJS, hanya saja kita bergantian menggunakannya. Sama saja dengan kita menggunakan Asuransi yang berkelas. Dimana letaknya Negara memberikan kesehatan Gratis,? Itu uang kita Sendiri, bukan Uang Negara.

Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), yang dianggap juga pengawal Demokrasi, apakah benar sudah benar adanya,? Mereka yang terhukum apakah sudah sesuai dengan HAM,? mereka yang “menginjak” secara HAM apakah sudah terhukum,? Ada yang menarik Tentang Penangkapan Anak Jeremy Thomas Sang Aktor Senior di Indonesia dalam kasus Narkoba. Dalam pemberitaan Anaknya mendapatkan kekerasan saat penangkapan, dan itu mencuat ke muka umum, mungkin ya kemungkinan saja itu karena Sang Aktor memiliki kekuatan dan nama yang “Top”. Lalu bagaimana mereka yang susah dan tidak memiliki apapun, apalagi membayar pengacara,? Tunggu dulu kan ada pengacara Pemerintah, Coba pikir sendiri Pengacara itu datang dan bertemu dengan Terduga bersalah sudah berapa Hari dari penangkapan,? Nahh, apakah bisa melaporkan dan diketahui umum jika dia mendapatkan “kekerasan” saat ditangkap baik kasus Narkoba maupun kasus lainnya,? apa ada yang bertanya ke dalam Penjara sana, seperti apa kondisi mereka hingga selesai Persidangan,? Oh ya lupa, bahwa kata Penjara kini telah diperhalus dengan kata Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Apa yang dimasyarakatkan disana, bekal apa yang mereka dapat ketika Pulang,? Tidak semua mereka menceburkan diri ke dalam Permasalahan hukum, tapi ada juga karena mereka tersandung.  ”Berani Jujur itu Hebat” kata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), itulah slogan untuk semua.

Kini apakah benar kita merasakan Merdeka,? disaat mau makan itu susah semua serba mahal; disaat Beras yang semakin Putih dan Wangi, Garam yang semakin Asin dilidah, Ikan/Ayam/Daging sangat Amis menyerbak, Sayur-sayuran yang sangat “Hijau”, Dulu ada kata bahwa mereka yang makannya Ikan Asin, ikan Teri dianggap orang susah seakan lengket Ikan Asin adalah Orang Susah, tapi sekarang coba anda tanya sendiri di Pasar berapa Harga Ikan Asin dan Ikan Teri. Merdeka kah,?

Tepat pada hari ini 17 Agustus 1945, sudah 72 Tahun, Kemerdekaan itu ada dalam kata untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya tidak mengerti dengan Merdeka, Guru-guru saya semasa Sekolah ingin marah, atau para dosen di masa saya Kuliah,? Silahkan Bapak Ibu guru dan Dosen, marah kepada Saya, marah saja sepuas anda, karena saya turut merasakan, Sekolah untuk mencatat, menghapal dan menjawab saat ujian, Maaf saya merasa bukan untuk memahami, jadi saya tidak Paham dengan kata Merdeka, saya tidak paham bentuk Merdeka itu apa, Saya tidak paham apakah benar negara ini sudah Merdeka, Merdeka yang seperti apa, apa yang Merdeka,?.

Wah sepertinya saya terlalu banyak cerita ya, jadi lupa, Kata-kata Raina tadi  
“Ayah, Raina Ingin Jadi Pahlawan” 
saya pun bertanya “Pahlawan apa nak, seperti apa Pahlawan,?” 
“Pahlawan itu, tidak nakal, tidak marah-marah, tidak merajuk,” Katanya. 
“jadi begitu ya nak, Pahlawan,” 
“iya ayah, terus seperti tadi di TV, raina lihat ada bawa Bendera, itu pahlawan yah,” kata Raina dengan kepolosannya. 

Saya tanya istri, apa yang dia lihat di Televisi, rupanya Raina menonton pelaksanaan Upacara bendera, dan melihat Pasukan Paskibraka yang sedang membawa dan mengibarkan Bendera. 
“Raina ingin jadi Pahlawan, bawa Bendera seperti tadi,” Kata Raina.

Raina, sudah bisa menilai sendiri bagaimana Pejuang dulu, untuk dapat mengibarkan Bendera sang merah putih harus dengan Darah dan Nyawa tantangannya, mungkin penilaian itu tidak ada dipikiran polosnya, hanya saja saya pikir kesanalah maknanya, Apakah anda memperlihatkan itu, walau hanya mengibarkan satu bendera di depan Rumah,? Apa yang sudah kita lakukan untuk mengibarkan dan mengisi kemeredekaan ini,? Jawabannya ada di diri anda masing-masing. 

Dirgahayu Republik Indonesia, Indonesia Kerja Bersama, Jayalah Negeri ku Jayalah bangsa ku Jayalah Indonesia. Merdeka !

 

 

Penulis: Hendry Noesae 
Editor: Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top