Jumat, 24 Mei 2019 |
Hukum

Bareskrim Mabes Polri dan Polda Jambi Amankan 2 Ribu Kubik Kayu Ilegal di Desa Muara Merang

Rabu, 15 Mei 2019 13:31:26 wib
Kayu-kayu dari Penebangan Liar/Foto: Jambidaily.com/Unis

JAMBIDAILY HUKUM - Petugas gabungan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) bersama personel Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Jambi (Selasa,14/05/2019) bergerak lakukan penggerebekan aksi penebangan liar atau illegal logging di kawasan hutan produksi, tepatnya di dusun Tiga Pancuran Desa Muara Merang, Bayung Lincir provinsi Sumatera Selatan yang bebatasan dengan provinsi Jambi. 

Dalam penggerebekan tersebut sempat terjadi Aksi kejar-kejaran antara pelaku dan tim gabungan kepolisian di kawasan hutan produksi Bayung Lincir, Sumatera Selatan. Petugas terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan.

Sayangnya diduga kedatangan petugas ini diketahui para pelaku dan sempat melarikan diri ke dalam hutan. Meski berupaya kabur, tim kepolisian berhasil mengamankan satu orang pelaku dari sebuah gudang.

Dibeberapa lokasi penggerebekan, petugas menemukan tumpukan kayu berjumlah cukup banyak yang tersimpan didalam gudang, maupun di dalam Sawmil (Tempat Penggergajian) milik salah satu pengusaha bernama Mustar, ditempat ini Para pelaku juga keburu meninggalkan gudang ketika mengetahui kedatangan petugas.

Bareskrim Polri bersama satuan Brimob Polda Jambi menemukan sekitar dua ribu kubik kayu hasil penebangan liar berjenis Meranti di lokasi penggerebekan. Pelaku penebangan liar sengaja menebang kayu di kawasan hutan produksi, kemudian mengolahnya ke sawmil-sawmil di kawasan tersebut.

Kasubdit Tiga Tipidter Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Irsan, yang memimpin langsung operasi menyebutkan lebih dari dua ribuan kubik tumpukan kayu dan gudang-gudang penyimpanan kayu hasil penebangan liar. Saat ini sudah di garis polisi, selanjutnya penyidik akan berkoordinasi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) terkait temuan itu.
 

Selain itu, Kombes Pol Irsan juga menerangkan, dari penyelidikan polisi aksi pembalakan liar yang sudah memasuki kawasan operasional perusahaan Putra Duta Indah Plywood, diperkirakan berlangsung sekitar tiga tahun. Dikhawatirkan setelah menjarah sekitar 13 ribu hektar lahan di kawasan hutan ini, para pelaku kembali akan menjarah dikawasan hutan lindung.

"Aksi pembalakan dikawasan itu sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu, dari hasil penggerebekan seperti dilihat saat ini ada lebih dari 2 ribu kubik kayu yang ditemukan. Kami akan berkoordinasi dengan kementerian LHK terkait temuan untuk diapakan. Sementara hasil investigasi tim ada sekitar 13 sampai 14 ribu hutan yang telah dibabat pelaku," Jelas Kombes Pol Irsan, dilokasi perkara.

Kemudian, disamping telah berhasil menangkap sejumlah pelaku, Kombes Pol Irsan menegaskan bahwa Polisi juga sudah mengantongi indentitas sejumlah aktor intelektual dibalik aksi penebangan liar.

"Ada pelaku yang sudah diamankan kami optimis akan berhasil menangkap aktor di balik ini, Identitas sejumlah aktor Intelektual sudah dikantongi," Tegas Kombes Pol Irsan.

 

 


(Unis/Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top