Kamis, 23 Januari 2020 |
Ekonomi

Baru 3.856 Berkas CPNS Diverifikasi

Selasa, 10 Desember 2019 19:44:01 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY TANJABTIM - Seleksi penerimaan CPNS di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), telah memasuki tahapan verifikasi berkas peserta. Dari 4.067 berkas yang telah masuk, baru 3.856 berkas yang diverifikasi.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Tanjabtim, Hafi Firdaus melalui Kasubid Perencanaan dan Kepegawaian, M. Arief Kurniawan Pratama. Disebutkannya, 3.856 berkas yang telah diverifikasi, didominasi formasi guru dan teknis. "Adapun rincian dari 3.686 berkas memenuhi syarat tersebut. Dimana 170 berkas lainnya tidak memenuhi syarat," katanya.

"Kebanyakan yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dari formasi kesehatan, karena banyak STR yang dimasukan sudah tidak lagi berlaku dan formasi teknis formasi dengan ijazah tidak sesuai," lanjutnya.

Dia menjelaskan, tahapan verifikasi tersebut akan terus dilakukan hingga tanggal 12 Desember mendatang. Baru pada tanggal 16 Desember dijadwalkan pengumuman. "Untuk pengumuman sendiri akan kita sampaikan melalui website dan juga melalui media cetak," jelasnya.

Selain 170 berkas berdasarkan hasil verifikasi dinyatakan tidak lengkap atau gugur, terdapat 211 berkas lainnya yang diperkirakan berkas sengaja tidak diserahkan oleh peserta CPNS. "Ada sekitar 211 berkas lagi yang belum masuk untuk diverifikasi, perkiraan kita berkas tersebut sengaja tidak diantar oleh pelamar. Kalau sudah gini ya positif gugur," ungkapnya.

Jadi 211 berkas yang tidak diserahkan ditambah dengan 170 berkas yang tidak lulus verifikasi total 381 peserta yang gugur yang gugur seleksi berkas CPNS 2019. "Namun ini belum final karena masih dalam tahap verifikasi hingga tanggal 12 Desember nanti, mungkin berkas tadi terselip," tambahnya.

Saat ini paling banyak berkas yang sudah masuk dari formasi guru dan teknis. Dalam verifikasi ini sengaja data disandingkan dengan data manual dan aplikasi untuk lebih sinkron. "Tujuannya tidak lain untuk menghindari permainan jumlah IPK pelamar, yang pada tahun lalu ditemukan IPK yang tidak sesuai dengan berkas," tukasnya.

Penulis: Hendri Rosta/Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top