Kamis, 21 Juni 2018 |
Suaro Wargo

Bayu Pratama: Psikologi Pendidikan dan Pengertian Guru

Sabtu, 09 Juni 2018 09:26:24 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Psikologi merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia secara ilmiah. Para praktisi di bidang psikologi disebut sebagai psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku.

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan.

Jadi psikologi pendidikan adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku seseorang atau kelompok yang dapat diamati dari mental dan perilaku.

Guru menurut UU no. 14 tahun 2005 “adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.”. Adapun peran-peran tersebut adalah sebagai berikut :

a) Guru Sebagai Pribadi

Guru Sebagai Pribadi Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seseorang pendidik. Tuntutan akan kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat dibanding profesi lainnya. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Guru sering dijadikan panutan oleh masyarakat, untuk itu guru harus mengenal nilai-nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat tempat melaksanakan tugas dan bertempattinggal, Contohnya:
• Berakhlak mulia
• Mantap stabil dan dewasa
• Arif dan bijaksana
• Menjadi teladan

b) Guru Sebagai Pengajar dan Pendidik

Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

Guru dalam pengajaran yaitu : Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis, Mensintesis, Bertanya, Merespon, Mendengarkan, Menciptakan kepercayaan, Memberikan pandangan yang bervariasi, Menyediakan media untuk mengkaji materi standar, Menyesuaikan metode pembelajaran, Memberikan nada perasaan. Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal, guru-guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar.

Peran sebagai pendidik dan pengajar adalah saat memberikan suatu materi pembelajaran kita bisa melihat mana siswa yang paham dan mana yang tidak.saat menghadapi siswa yang tidak paham guru harus membimbingnya dengan sabar,mengarahkan siswa itu dengan bahasa yang baik atau media yang berkaitan dengan materi dan mudah dipahami dengan baik memberikan siswa untuk bertanya dan mengemas materi menjadi menarik.guru juga harus bisa melihat minat dan bakat dari siswa tersebut agar siswa tersebut lebih mudah menerima materi yang disampaikan. 

c) Guru sebagai pembimbing

Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. 

Sebagai pembimbing, guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakannya:

  • guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai.
  • guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis.
  • guru harus memaknai kegiatan belajar dan melaksanakan penilaian.

 

 

 

 

...
Disusun oleh
Nama: Bayu Pratama
Kelas: II b
Jurusan matematika
Universitas islam negeri sulthan thaha syaifuddin Jambi

 

 

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top