Selasa, 11 Desember 2018 |
Profil & Tokoh

Beginilah Sosok Zulkifli Nurdin, Mantan Gubernur Jambi

Kamis, 29 November 2018 16:57:47 wib
Foto: id.wikipedia.org

JAMBIDAILY PROFIL & TOKOH - Mantan Gubernur Jambi dua periode, H.Zulkifli Nurdin tutup usia pada Rabu, 28 November 2018 di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, sekira pukul 20.05 WIB. Hal tersebut menjadi moment duka yang dirasakan tidak hanya bagi keluarga dan kerabat dekat namun juga bagi warga provinsi Jambi umumnya, lantas seperti apa sosok Sang Gubernur ini,?

Berdasarkan catatan dari informasijambi.blogspot.com yang diakses jambidaily.com (Kamis, 29/11/2018, sekira pukul: 16.56 wib) Beliau bernama H.Zulkifli Nurdin, panggilan kecilnya Zul, beliau dilahirkan di Muara Sabak pada tanggal 12 Juli 1948, beliau merupakan anak pertama dari beberapa bersaudara, Agama yang sejak kecil turun temurun dianutnya adalah Islam, Ayahnya seorang pedagang yang bernama H. Nurdin Hamzah dan Ibunya Hj.Nurhasanah. Beliau memiliki istri bernama Ratu Munawarah.

Semasa kecilnya beliau sekolah di SR (Taman Budaya) Tamat tahun 1961, selanjutnya melanjutkan pada jenjang menengah pertama di SMPN 1 jambi tamat tahun 1964, setelah tamat beliau masuk di SMAN 2 Jambi tamat tahun 1967, setelah lepas dari menengah atas beliau kuliah di Ekonomi UI hingga mendapat gelar Sarjana Muda pada tahun 1970 dan menyelesaikan sarjananya di Ekonomi di Universitas Tujuh belas Agustus Surabaya.

Setelah menamatkan sekolahnya beliau bekerja pada perusahaan orang tuanya dengan pengalaman yang ia miliki yaitu: pernah memegang jabatan sebagai wakil kepala cabang PT Nurdin Hamzah di Jakarta, Kepala cabang PT. Nurdin Hamzah di Jakarta, Dirut PT. Nurdin Hamzah Jambi dari tahun. Pada tahun 1978 sampai dengan tahun 1990 memegang jabatan kepala cabang PT. Nurdin Hamzah di surabaya tahun 1998 menjadi anggota DPR RI. Dan terakhir memegang jabatan Gubernur Jambi 1999-hingga sekarang.

Beliau juga aktif di tingkat organisasi antara lain yaitu: pengalaman dalam bidang organsiasi, beliau telah memegang beberapa jabatan antara lain ketua APKETI, kemudian tahun 1985 sampai dengan tahun 1990 sebagai mitro Bulog Propinsi Jambi dalam penyaluran gula dan tepung terigu.

Ketua Umum Kadinda Propinsi Jambi dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2000. Dalam kepartaian beliau juga menjabat sebagai ketu umum PAN kota Jambi tahun 1998 sampai tahun 2001, kemudian pada tahun 2001 sampai 2004 menjabat sebagai ketua Umum PAN propinsi Jambi. Disamping itu masih banyak lagi jabatan-jabatan lainnya, antara lain sebagai ketua Tim potensi daerah Jambi ke luar negeri, ketua Alumni SMA 2 Jambi, ketua madrasah Nurdin Hasanah, dan ketua perkumpulan Mesjid Nurdin Hasanah.


Masa Kecil H. Zulkifli Nurdin

H. Zulkifli Nuridn lahir di Muara Sabak pada 12 Juli 1948 adalah anak pertama dari pasangan H. Nurdin Hamzah dan Hj. Nurhasanah. Dimasa kecilnya telah memiliki bakat sebagai seorang pemimpin dan usahawan. Hal ini boleh jadi merupakan bakat warisan ayahnya yang memang seorang pedagang dan tokoh dalam masyarakat.

Semasa kecil, Zulkifli Nurdi Hamzah seperti umumnya anak-anak lain di Muara Sabak setiap malam belajar mengaji pada seorang guru kampung dan sebagaimana anak sebayanya dia juga bermain dengan teman-temannya bermacam permainan tradisional seperti permainan gasing, cecak lele dan permainan tradisional lainnya. Zulkifli Nurdin di amsa kecilnya juga gemar memancing dan berenang di sungai bersama teman-temannya. Dalam pergaulan sehari-hari telah nampak sosok dirinya yang disenangi oleh anak-anak lain dan dijadikan pemimpin oleh temannya sebayanya.

Ketika berumur kurang lebih 5 tahun Zulkifli Nurdin telah menghatamkan Al-Qur’an dan sebagimana adat kebiasaan oleh orang tuanya dilakukanlah upacara syukuran khatam Qur’an dengan mengundang sanak kerabat dan teman sejawat pertanda rasa syukur kepada Allah swt dan tradisi di kampung bagi anak yang telah menamatkan Al-qur’an.

Dalam kehidupan sehari-hari oleh orang tuanya Zulkifli Nurdin dididik cukup keras terutama dalam hal kedisiplinan, hemat, ulet, tekun dan dilatih untuk bertanggung jawb. Tak jarang dia diberi tugas pekerjaan kasar seperti mengambilkayu bakar, membersihkan kamar mandi dan pekerjaan kasar lainnya, sehingga meskipun zulkifli pengusaha sukses dilingkungan masyarakat Jambi dan ada pembantu kehidupan sehari-harinya. Zulkifli Nurdin juga ikut membantu orang tuanya menjual tepung terigu bersama pekerja-pekerja yang diupah Ayahnya sehingga itu adalah hal biasa bila baju yang dipakainya kadang berlumuran tepung atau gula pasir.

Disamping bakat kepemimpinan yang telah menonjol di lingkungan pergaulannya sehari-hari, zulkifli nurdin juga telah menampakkan bakat yang sama dilingkungan sekolah formal yang diikutinya pada masa itu, yakni di sekolah rakyat (SR) diman ia aktif dalam organisasi sekolah.

Ketika memasuki masa pertengahan pendidikan di sekolah rakyat, zulkifli nurdin pindah dari kampung kelahirannya muara sabak dan melanjutkan studi ke sekolah taman budaya Jambi. pada saat inilah ia harus meninggalkan kehidupan di kampungnya untuk memulai kehidupan baru dikampung manggis, dibelahan pusat kotamadya Jambi.

Di kampung manggis, zulkifli Nurdin hidup dlama lingkungan agamsi karena memang di Kota Madya Jambi dan Propinsi Jambi pada umumnya masyarakatnya adalah masyarkat Islam.


Pertumbuhan Remaja

Seperti diketahui bahwa Zulkifli Nurdin di masa remajanya menajalani pendidikan formal di sekolah rakyat, dilanjutkan ke sekolah menengah pertama dan kemudian sekolah menegah atas di Jambi pada pagi hari, disiang hari membantu usaha ayahnya dan di malam hari mendapatkan pendidikan agama, seperti mengaji maupun pendidikan agama lainnya melalui guru kampung atau ustadz sehingga dia dapat menghatamkan Al-qur’an 30 Juz dikala masih berusia kanak-kanak.

Dilingkungan sekolah, Zulkifli Nurdin aktif dalam kegiatan organisasi sekolah, Ia dipercaya sebagai ketua pelajar, aktif dlaam kegiatan olahraga dan kesenian sekolah, di kampungnya dia juga aktif dalam kegiatan jasjid. sehingga dari sini telah tampak bakatnya yang menonjol dalam organisasi dan kepemimpinan ditandai dengan seringnya dia ditunjuk pada berbagai kegiatan disekolah sejak di sekolah rakyat, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Disamping kesiubukan dalam kegiatan sekolah dan kemasyarakatan, zulkifli nurdin juga menamatkan bakat di bidang wirausaha. Ketika di sekolah menengah pertama, Zulkifli Nurdin sering bolak balik Jambi-Singapura diajak oleh Ayahnya dan ini memberikan pengalaman usaha baginya yang kemudian harus  menjadi bekal dalam menjalani dan mengembangkan usahanya.

Ketika membantu orang tua, kegiatan usahanya pun telah melebar ke Luar daerah Jambi dimana ia menjadi pemasok tepung terigu dan gula (bahan pokok) ke sumatera barat dan Palembang.


Profesi dan Pengabdian

Profesi yang ditekuni oleh Zulkifli Nuridn adalah bakat lahir yang diwariskan oleh orang tuanya dan merupakan panggilan nurani yang telah terbiasa sejak masa kanak-kanak.

Orang tua, terutama ayahnya, Nurdin Hamzah, adalah sosok yang paling mendukung sekaligus menjadi guru baginya karena Zulkifli Nurdin terlahir dari lingkungan keluarga pengusaha. Sukses yang diraih karena beliau telah terlatrih dengan ketekunan berusah, rajin dalam bekerja dan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik dibidangnya sejak masa kecil.

Meskipun usaha yang dijalankan telah sukses namun Zuklifli Nurdin belum merasa puas sampai disini karena tantangan masa depan yang begitu besar sehingga beliau terus meningkatkan dan memperluas usaha yang dimiliki dengna memperluas sayap usaha di luar propinsi Seperti Sumatera Barat, Palembang, Surabaya dan Jakarta.

Di samping memimpin perusahaan beliau juga aktif di organisasi profesi seperti menjadi ketua umum penyalur terigu, bulog, kadin, kabinda Propinsi jambi, dan Juga sebagai ketua umum PAN Jambi di masa reformasi.

Melalui pemilu 1999, Zulkifli Nudin terpilih menjadi anggota DPR/MPR sebagai wakil propinsi Jambi, dan pada tahun 1999 oleh Partai Amanat Nasional Zulkifli Nurdin dicalonkan menjadi gubernur Jambi dan didukung oleh beberapa paratai lainnya.

Menjelang dilakukan pemilihan oleh DPRD Propinsi Jambi, setiap calon menamilkan visi dan misinya. Ketika menyampaikan dan memaparkan visi misi serta program pembangunan propinsi Jambi, Zulkifli Nurdin mendapatkan sambutan yang sangat positif baik oleh anggota DPRD Propinsi Jambi maupun kalangan masyarakat yang ikut menyaksikan di dalam persidangan DPRD yang terbuka untuk mumum.

Beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 22 November 1999, dilakukan sidang Istimewa Khusus DPRD propinsi Jambi untuk memilih Gubernur Propinsi Jambi dari 3 calon yang ada dengan hasil suara:

1. Drs. Zulkifli Nurdin 34 suara
2. Drs. Ramli Jalil 2 Suara
3. Drs. Hasyip Kalimuddin Syam 9 Suara

Sehingga dalam pemilihan yang dilakukan secara demokratis dan terbuka untuk umum, Zulkifli Nurdin berhasil memperolah suara terbanyak dengan 34 suara.

Setelah melalui proses dan prosedur yang berlaku, maka pada hari jumat, tanggal 10 Desember 1999 Zulkifli Nurdin resmi dilantik sebagai Gubernur Jambi dalam sidang pleno istimewa DPRD tingkat I oleh Menteri Dalam Negeri yang pada waktu itu dijabat oleh Suryadi Sudirja.

Langkah pertama yang dilakukan oleh Zulkifli Nuridn sebagai Gubernur Jambi adalah melakukan normalisasi politik dan kemasyarkatan sehingga situasi dan gejolak politik dan kemasyarakatan serta jalannya roda pemerintahan berjalan normal kembali sehingga tak terjadi gejolak politik pada roda pemerintah dalam masyarakat.

Langkah berikutnya, Zulkifli Nurdin menyiapkan Program 100 hari sebagai langkah awal persiapan untuk melangkah memasuki program berikutnya yaitu Propeda (program Pembangunan daerah) dan renstra (rencana strategis) setelah mengetahui kondisi riil pemerintahan daerah, maka zulkifli Nurdin berusah kers untuk meningkatkan Pendapatana Asli Daerah (PAD) disamping itu mencari dan berusaha agar investor baik dari dalam maupun luar negeri berkenan menanamkan modalnya ke propinsi Jambi.

Tenggang satu tahun pemeritahan Gubernur Zulkifli Nurdin, Indonesia dilanda multi krisis yang juga berimbas ke propinsi Jambi dengan munculnya berbagai gejolak politik dan sosial yang ditandai dengan maraknya demo dari beberapa kalangan seperti dari kalangan mahasiswa buruh-buruh perkebunan dan masyarakat tentang permasalahan tanah sehingga praktis dalam masa tenggang satu tahun tersebut Gubernur Zulkifli Nurdin banyak disibuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

Memasuki tahun 2000 Gubernur Zulkifli Nurdin telah dapat meredakan permasalahan-permasalahan sosial, politik dan keamanan di Jambi, meskipun di beberapa daerah lainnya di Indonesia masalah politik, sosial dan keamanan masih menjadi problema, sehingga beliau dapat mencair langkah-langkah untuk dapat meningkatkan pembangunan daerah Jambi.

Memasuki tahun 2001 diberlakukanlah otonomi daerah yang memberikan kewenangan luas kepada daerah yang mengatur rumah tangga sendiri sesuai dengan UU No.22 tahun 1999, dimana diberikan wewenang pada, pemerintah propinsi, kabupaten dan kota secara luas, untuk mengatur dan membangun daerah sesuai potensi masing-masing daerah.

Dalam kondisi demikian Gubernur Zulkifli Nurdin telah mampu merekatkan hubungan antara propinsi, kabupaten dan kota sehingga tidak terjadi aroganisasi kedaerahan. Berkaitan dengan ini beliau mampu mengatur pembagian saham yang diperoleh masing-masing daerah baik saham yang diperoleh propinsi maupun yang diperoleh masing-masing kabupaten dan kota secara proporsional dan adil.

Tujuan dan sasaran pembangunan diarahkan Gubernur kepada kepentingan rakyat kecil (Masyarakat Desa) dengan tidka mengabaikan masyarakat kota dan investor besar. Untuk kepentingan masyarakat kecil Geubernur telah mengembangkan ekonomi kerakyatan denganjalan memberikan kredit usah kecil agar ekonomi kerakyatan dapt tumbuh dan berkembang khsusunya di sector pertanian. Di bidang pertanian Gubernur telah menciptakan sentra-sentra pertanian, misalnya sentra kedelai, jagung, jeruk dan lain-lain sebagai usaha pengembangan potensi holtikultura dan memberikan kesempatan kerja.

Sedangkan bagi investor diusahakan agar dapat mengembangkan potensi perkebunan, seperti kelapa sawit, karet dan pengolahan hasil perkebunan yang dapat memberikan kesepatan kerja yang luas bagi masyarakat disamping memberikan kesempatan untuk membangun potensi derah lainnya misalnya pertambangan untuk membangun potensi daerah lainnya misalnya pertambangan minyak clan gas, pembanguan PLTA kerinci yang bekerjasama dengn pemerintah Norwegia dan Malaysia.

Ditengah lancarnya jalan roda pemerintahan ada kendala-kendala yang dihadapi terutama adalah persoalan lingkungan yang secara sporadis belum kondusif, dengan adanya gejolak sosial yang muncul yang dapat menghambat masuknya investor asing.

Faktor yang paling mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan adalah dukungan dari semua golongan masyarakat Jambi secara luas dalam proses pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah Jambi guna mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Jambi. (***)

 

Editor: Hendry Noesae

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top