Minggu, 25 Agustus 2019 |
Hukum

Bejat..!!! Diduga Pedofil Beraksi di SLBN Tanjabtim Cabuli Puluhan Siswanya

Senin, 21 Januari 2019 18:54:12 wib
ilustrasi/Foto: Ilustrasi pelecehan seksual ke anak. (Edi Wahyono/detikcom)

JAMBIDAILY TANJABTIM - Sungguh bejat, mungkin kata inilah yang pantas diutarakan terhadap oknum pengajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) provinsi Jambi, berinisial BJ yang diduga seperti Pedofil telah melakukan pencabulan terhadap puluhan siswa laki-laki.

Pedofilia adalah gangguan seksual yang berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun. Kasus ini mencuat, setelah beberapa siswa SLBN yang tinggal di asrama mengadukan perlakuan BJ kepada guru pengajar. Mereka mengaku, telah mendapat perlakuan dugaan pelecehan seksual dari BJ yang merupakan pengajar penjaga asrama tempat mereka tinggal.

Hal itu disampaikan, Saniman yang merupakan salah satu Guru SLBN Tanjabtim, saat dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan kasus pencabulan tersebut. Menurutnya, pihak sekolah sudah mengambil tindakan tegas dengan langsung memberhentikan pelaku.

"Dugaan pelecehan seksual terhadap beberapa siswa yang tinggal di asrama memang benar adanya bahwa dugaan tersebut memang ada dan terjadi di asrama SLBN kita ini," kata Saniman kepada jambidaily.com, Senin (21/1/2019).

Untuk jumlah siswa laki-laki yang menjadi korban perkiraan sementara berkisar 10 orang siswa. Dan kasus ini telah diserahkan pihak sekolah kepada Polres Tanjabtim untuk dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

"Masalah ini sudah kami limpahkan ke Polres dan sudah ditangani. Untuk siswa yang menjadi korban sementara ada sekitar 10 orang,"ucapnya.

Menurutnya pengajar honorer tersebut, selain penjaga asrama di SLBN, ia juga sebagai pengasuh para siswa laki-laki mulai dari bagaimana berpakaian sampai mandi yang benar dengan cara memakai sabun.

"Pelaku inikan pengasuhnya para siswa, sampai-sampai mandi pun diajarkan bagaimana mandi yang benar dengan cara menggunakan sabun. Mungkin kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh pelaku," Sebutnya.

Sementara Kapolres Tanjabtim, Agus Desri Sandi, S. IK, MM saat dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh siswa SLBN tersebut.

"Iya saat ini kita masih melakukan pemeriksaan untuk lebih jauh saya belum bisa menyampaikan kita tunggu hasil pemeriksaan nanti," Terangnya.

Jika terbukti ada kemungkinan BJ terancam dikenakan Pasal 82 ayat 4 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancamam maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Penulis : Hendri Rosta / Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top