Jumat, 24 November 2017 |
Ekonomi

Berantas Investasi Bodong, Ini Langkah OJK Provinsi Jambi

Selasa, 31 Oktober 2017 20:32:12 wib
Satgas Waspada Investasi Provinsi Jambi

JAMBIAILY EKONOMI-Ditengah arus global saat ini berbagai usaha investasi yang menawarkan janji-janji keuntungan yang menggiurkan masyarakat. Namun dibalik semua itu, masyarakat diminta waspada agar tidak menjadi korban investasi bodong.

"Kalau ingin investasi, masyarakat diminta mengetahui terlebih dahulu prinsip 2 L, yakni melihat dulu legalitas perusahaan yang menawarkan investasi dan Logis atau tidak keuntungan yang ditawarkan,"papar Kepala OJK Provinsi Jambi, Endang Nuryadin, SE, kepada jambidaily.com, Selasa (31/10/2017).

Untuk memberantas usaha investasi bodong, Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Satgas Dugaan   Tindakan   Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau dikenal dengan Satgas Waspada Investasi di Provinsi Jambi.

"Satgas ini dibentuk dengan melibatkan sembilan lembaga terkait, OJK, BI, Polda Jambi, Kejati Jambi, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jambi, Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Jambi, Dinas Kominfo, Kanwil Agama Jambi, Dinas Penrindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi,"terang pria yang juga mengemban amanah sebagai ketua Satgas Waspada Investasi Provinsi Jambi tersebut.

Melalui Satgas lintas lembaga terkait tersebut, pihaknya terus melakukan koordinasi melalui kegiatan rakor, silaturahmi, serta melaksanakan review terkait tugas, fungsi dan wewenang Satgas.

"Baru ini kita melaksanakan rakor di OJK untuk menindak lanjuti terhadap entitas yang diduga melakukan penghimpunan dana masyarakat, serta menginventarisir kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat."

Dengan terus memberi edukasi dan koordinasi pengawasan Satgas kita harapkan dapat memberantas usaha investasi bodong yang dapat terjadi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini.

"Kita ingin masyarakat cerdas dan terlindungi dalam berinvestasi dan tidak mengalami kerugian akibat investasi bodong,"pungkas Endang.(*/rilis)


Editor   : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top