Kamis, 17 Oktober 2019 |
Hukum

Berhembus Kabar Sumur Illegal Drilling Bajubang Terbakar, Diduga ada Korban Meninggal Dunia

Jumat, 14 Juni 2019 08:54:17 wib
Terlihat kepulan asap dari lokasi illegal drilling yang terbakar di wilayah Bajubang, Kabupaten Batanghari, Rabu (12/6/2019) / Metrojambi.com

JAMBIDAILY HUKUM - Berhembus kabar sumur Illegal Drilling (Penambangan minyak Ilegal) di kawasan Bajubang Kabupaten Batanghari kembali terbakar dan juga diduga memakan korban jiwa, sekira pukul 17.30 WIB, Rabu (12/6/2019).

jambidaily.com (Jum'at, 14/06/2019) coba menkonfirmasi kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resor (Kapolres) Batanghari, AKBP Moh Santoso SH.,S.I.K namun hingga informasi ini dipublikasi, Kapolres belum menjawab pesan singkat yang dikirimkan.

Dikutip dari nuansajambi.com, Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Dhadhag Anindito, membenarkan persitiwa terbakarnya sumur Illegal Drilling, tersebut.

“Iya, telah terjadi kebakaran di wilayah Desa Pompa Air, kejadiannya Rabu (12/06) kemarin sekira pukul 18.30 WIB. Kebakaran tersebut berawal saat pelaku sedang mengoper minyak mentah hasil penambangan secara ilegal dengan menggunakan alkon/mesin penyedot minyak. Namun, dari mesin tersebut menimbulkan api sehingga mesin tersebut terbakar dan menyambar ke bak penampungan minyak,” ungkap Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Dhadhag Anindito, Kamis (13/06).

Sementara itu, metrojambi.com (Kamis, 13/06/2019) melaporkan bahwa Informasinya, satu orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Namun kejadian ini sengaja ditutupi.

"Korban jiwa satu orang. Yang terbakar empat bak besar," kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

"Ini sengaja ditutupi agar tidak heboh. Semua sudah dikondisikan. Mayatnya hangus," lanjut sumber.

"Kabarnya korban warga Sekayu, Provinsi Sumatera Selatan," ujarnya lagi.

Belum diketahui identitas korban meninggal dunia tersebut. Tak ada satu pun pihak kepolisian yang berhasil dihubungi Metro Jambi sampai berita ini dipublis.

 

 

(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top