Rabu, 22 Januari 2020 |
Politik

Berpolemik, Rapat Paripurna HUT Merangin Dinilai Tidak Sah

Senin, 10 Agustus 2015 01:09:24 wib

JAMBIDAILY MERANGIN-Rapat Paripurna Istimewa DPRD Merangin, dalam rangka memperingati HUT Merangin yang ke 50, yang di gelar Rabu (5/8) dan di hadiri sebagian besar anggota DPRD Merangin, ternyata menyisakan polemik di DPRD itu sendiri.

Perbedaan pendapat terkait pelaksanaa paripurna istimewa tersebut, terjadi antara ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail dan pihak Wakil Ketua DPRD Merangin Isnedi, yang memimpin paripurna Rabu lalu.

Zaidan yang sedang berada diluar daerah saat paripurna istimewa digelar, mengaku tidak mengetahui keputusan pansus yang menetapkan paripurna istimewa tetap dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2015.

‘’Saya tidak tahu mengenai keputusan rapat pansus itu, sebab saya sedang berada di Jakarta,” ujar Zaidan, kemarin (09/08) kepada media.

Terkait dilaksanakannya paripurna istimewa pada tanggal 5 tersebut, politisi PDIP ini menyatakan, sesuai dengan Tata tertib (tatib) DPRD Merangin, paripurna tersebut dinyatakan tidak sah, sebab paripurna istimewa ini tidak dipimpin oleh ketua DPRD Merangin, sebagaimana diamanatkan dalam tatib yang dimaksud.

‘’Pada pasal 73 ayat 2 berbunyi; Paripurna istimewa adalah rapat paripurna DPRD yang di pimpin oleh ketua dan wakil ketua DPRD, dan tidak mengambil keputusan,” ujar Zaidan lagi.‘’Dengan demikian rapat paripurna kemarin (rabu) itu tidak sah,” katanya.

Bahkan dikatakan Zaidan, tidak hanya mengenai aturan pemimpin dalam paripurna istimewa, bahkan hingga pakaian yang harus dikenakkan dalam paripurna istimewa juga telah diatur dalam tatib tersebut.

‘’Mana ada orang paripurna istimewa pakai pakaian PL, dalam tatib itu anggota DPRD di wajibkan memakai pakaian adat melayu,” tegas Zaidan.

Bahkan dia mengatakan, pihaknya akan kembali menggelar paripurna istimewa untuk memperingati HUT Merangin ke 50 ini pada tanggal 12 Agustus mendatang, sesuai dengan permintaan pihak pemkab.

‘’Malu kita dengan daerah lain, jangan hanya karena kepentingan sekelompok orang, lantas nama baik daerah yang di korbankan, ini sangat memalukan. Tanggal 12 nanti insyaallah kita akan gelar paripurna istimewa yang lebih meriah, sebagaimana peringatan HUT merangin pada tahun tahun sebelumnya,” ucap politisi PDIP itu.

Disisi lain dia juga mengakui, sepanjang sejarah kabupaten Merangin, baru kali ini peringatan HUT kabupaten Merangin berpolemik, dirinya mengaku sangat meyayangkan hal tersebut.

‘’Apalagi dalam pripurna istimewa peringatan HUT Merangin ini harus ada pidato penyampaian Progres Report bupati, sementara kemarin itu tidak ada, karena pejabat tinggi dari pemkab memang tidak ada yang hadir,” tambahnya.

Sementara itu, wakil ketua DPRD kabupaten Merangin, Isnedi menyatakan bahwa paripurna yang telah berlangsung tanggal 5 Agustus itu tetap sah. Bukan tanpa alasan, sebab katanya, digelarnya paripurna ini berdasarkan keputusan hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) yang digelar sehari sebelumnya.

‘’Keputusan Banmus telah menetapkan paripurna istimewa digelar pada tangal lima, keputusan Banmus ini memiliki kekuatan hukum, sebab yang memiliki hak untuk menentukan jadwal kegiatan DPR adalah banmus,” tanggap Isnedi.

Ditambah lagi, sebelumnya Ketua DPRD, Zaidan berangkat ke Jakarta kegiatan Lemhanas, Isnedi mengaku Ketua dewan telah memandatkan setiap kegiatan di DPRD diserahkan ke Wakil Ketua dirinya dan Fauzi.
‘’Dia (Ketua) kegiatan Lemhanas selama dua bulan lebih, sebelum berangkat dia memandatkan kepada saya dan fauzi untuk menjalankan aktifitas di DPRD, tidak ada yang salah jika saya yang mimpin itu juga diatur dalam Tatib,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin, Rabu (5/8) akhirnya benar benar menggelar Rapat Paripurna Istimewa peringatan HUT Kabupaten Merangin ke 50. Meski sebelumnya, pihak Pemkab Merangin telah mengajukan penundaan tanggal peringatan HUT Kabupaten Merangin menjadi tanggal 12 Agustus 2015.

Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Merangin langsung menggelar rapat terkait pengajuan pengunduran jadwal itu. Dan Selasa (4/8), Banmus memutuskan jika pelaksaan Sidang Paripurna Peringatan HUT Merangin dilaksanakan tanggal 5 Agustus 2015 (kemarin). Keputusan ini pun terkesan mendadak, dimana persiapan belum dilaksanakan sama sekali.

Peringatan di usia Emas Kabupaten Merangin berlangsung sangat sederhana. Tidak seperti tahun tahun sebelumnya, para anggota yang hadir hanya mengenakan pakaian resmi safari dan tidak menggenakan pakaian adat melayu (teluk belango).

Dihari peringatan usia Emas Kabupaten Merangin itu pun tidak terlihat kehadiran Ketua DPRD Merangin, Zaidan, Wakil Ketua II DPRD Merangin, M Fauzi Yusuf, Bupati Merangin, Al Haris, Wakil Bupati Merangin, Khafid Moein dan Sekda Merangin, Sibawaihi. Yang lebih miris lagi, hanya dua pejabat eselon II yang menghadiri Paripurna DPRD Kabupaten Merangin.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top