Selasa, 19 November 2019 |
Hukum

Berulang Ingkar Janji, Petani Segel Fasilitas PT TPIL

Rabu, 17 Februari 2016 20:58:27 wib
Penyegelan Kantor TPIL

JAMBIDAILY HUKUM- Telah berulang kali perusahaan perkebunan PT Tebo Plasma Inti Lestari (PT TPIL) yang terletak didesa Pelayang kecamatan tebo tengah ingkar janji bagi hasil terhadap Petani, Koperasi Mitra Mandiri Lestari (MML) dan koperasi Usaha Bersama (UB).

Baca Juga:Segel Kantor Dibuka Setelah PT TPIL Bayar Bagi Hasil KUD dan Petani

Meski diadakan mediasi, Rabu (17/02), di Kantor TPIL, akhirnya tak menemukan titik terang, sekira pukul 12.00 WIB, berakhir dengan penyegelan sejumlah fasilitas milik PT.TPIL.

"Penyegelan fasilitas meliputi gudang dan kantor serta penghentian aktivitas perkebunan untuk sementara waktu,"tegas Pengurus Koperasi Nurhadid yang diaminkan pengurus dan anggota lainnya, Rawija.

Penyegelan tersebut disaksikan oleh asisten kebun PT. TPIL Toni Sianturi didampingi pihak security.

"Penyegelan ini akan berakhir sampai adanya pertemuan antara koperasi dan perusahaan pada Minggu  (21/02) mendatang.  Jika sampai batas waktu tersebut pertemuan tidak terlaksana, berarti perusahaan dianggap menyetujui kegiatan operasional pemeliharaan dan panen dilaksanakan oleh koperasi yang biayanya ditanggung oleh PT TPIL,"jelas Nurhadid.

Sekedar informasi, sebelumnya ada Surat perjanjian Notulen rapat tanggal (14/01) lalu antara koperasi dan PT TPIL dilanggar.

Awalnya PT TPIL berjanji akan memaksimalkan hasil dan produksi sesuai target dan dilaporkan kepada koperasi secara tertulis tapi tidak terelialisasi selain itu pertemuan tanggal (17/02) antara PT TPIL dan koperasi diingkarinya lagi.

"Perusahaan selalu menghindar.  Sepertinya ada pembiaran oleh perusahaan terhadap permasalahan yang ada dilapangan "Tambah Rawija.

PT TPIL tidak hadir dalam pertemuan penyelesaian permasalahan yang dimediasi pihak pemerintah (Dinas Perkebunan) pada (17/02) selain itu kondisi kebun saat ini tidak terawat, baik pemupukan hingga proses pemanenan.

"Bahkan sampai ada kehilangan buah sawit di tiap afdeling sesuai data yang ada.  Ditambah lagi kondisi tanaman tidak tumbuh dengan baik, karena pemakaian pupuk NPK Granular yang diduga palsu,"papar keduanya senada.

Mereka juga menuding, tenaga kerja asisten dan mandor bekerja tidak profesional dan bertanggung jawab, dan tidak bisa melaksanakan pengawasan secara benar terhadap pekerjaan di lapangan.

"Begitupun, karyawanya, bekerja asal asalan, adanya kejanggalan tersebut, koperasi pun melakukan penyegelan kantor PT.TPIL sampai ada penyelesaian dan titik terang dari pihak perusahaan,"Pungkas Nurhadid.(jambidaily.com/ARD)

KOMENTAR DISQUS :

Top