Kamis, 17 Oktober 2019 |
Nasional

BI Jambi: Inflasi Lebaran 2015, Terkendali

Selasa, 04 Agustus 2015 10:57:19 wib
ilustrasi pengendalian inflasi (copyright yahoo.com)

JAMBIDAILY NASIONAL-Inflasi lebaran 2015 terkendali dan lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi historis lebaran dalam empat tahun terakhir maupun perkiraan Bank Indonesia.

Hal tersebut ditopang oleh inflasi harga bahan makanan yang bergejolak (volatile food) yang terjaga dan inflasi inti yang rendah. Inflasi IHK pada Juli 2015 tercatat sebesar 0,93% (mtm), atau secara tahunan sebesar 7,26% (yoy), demikian, rilis resmi Bank Indonesia (BI), melalui BI Perwakilan Jambi, yang diterima jambidaily.com, Selasa (04/08).

Disebutkan, Inflasi inti tercatat sebesar 0,34% (mtm) atau 4,86% (yoy), cukup rendah dibandingkan pola historisnya. Hal ini terutama terkait dengan ekspektasi inflasi yang terkendali dan kegiatan ekonomi domestik yang melambat.

Inflasi volatile food tercatat sedikit lebih tinggi dari pola historisnya, namun tetap terkendali dengan realisasi sebesar 2,13% (mtm) atau 8,97% (yoy). Tekanan inflasi volatile food terutama disumbang oleh kenaikan harga ikan segar, daging ayam, beras, dan aneka cabai.

Di sisi lain, bawang merah menyumbang deflasi yang cukup besar, didorong oleh panen yang sedang berlangsung di beberapa sentra produksi. Terjaganya inflasi volatile food juga tidak terlepas dari upaya stabilisasi harga yang dilakukan Pemerintah, baik di pusat maupun di daerah. Sementara itu, inflasi harga barang akibat kebijakan (administered prices) tercatat sebesar 1,67% (mtm) atau 13,53% (yoy). Tekanan inflasi terutama disumbang oleh kenaikan tarif transportasi sesuai dengan pola musiman lebaran.

Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati berbagai risiko yang memengaruhi inflasi, antara lain terkait perkembangan nilai tukar, penyesuaian administered prices dan dampak El Nino. Berdasarkan perkembangan inflasi sampai dengan Juli, Bank Indonesia memandang bahwa target inflasi 2015 sebesar 4±1% dapat dicapai dengan dukungan penguatan koordinasi kebijakan pengendalian inflasi di tingkat pusat dan daerah.(jambidaily.com/rilis/BI)

KOMENTAR DISQUS :

Top