Selasa, 19 Februari 2019 |
Ekonomi

BI Jambi: Inilah Kondisi Inflasi di Kota Jambi dan Muara Bungo

Selasa, 05 Januari 2016 22:20:53 wib
ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY EKONOMI-Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Jambi, merilis kondisi inflasi yang terjadi di Kota Jambi pada Desember 2015.

"Kota Jambi tercatat mengalami inflasi sebesar 0,91% (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi (0,82%) tetapi sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,96% (mtm). Pencapaian inflasi tahun 2015 secara keseluruhan tercatat sebesar 1,37%, demikian rilis resmi BI Jambi kepada jambidaily.com, Selasa (05/01).

Inflasi Desember utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan makanan seperti cabai merah, bawang merah, ikan gabus, telur ayam ras, semangka, pepaya, ikan nila, dan cabai hijau serta kenaikan tarif angkutan udara dan tarif tenaga listrik.

Kenaikan harga berbagai bahan makanan didorong kenaikan permintaan bahan makanan selama perayaan hari raya keagamaan (maulid Nabi dan Natal) dan masa liburan.

Sementara itu, kenaikan tarif angkutan udara didorong kenaikan permintaan jasa angkutan udara selama masa liburan akhir tahun.

Sejalan dengan kondisi di Kota Jambi, Bungo tercatat mengalami inflasi 1,43% (mtm) dengan laju inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 1,29%.

Inflasi Bungo utamanya disebabkan kenaikan harga pada kelompok bahan makanan seperti cabai merah, beras, bawang merah, telur ayam ras, jengkol, ikan nila, dan tomat buah. Selain itu, kenaikan tarif tenaga listrik, harga rokok kretek filter, dan rokok kretek turut menyumbangkan inflasi Bungo pada bulan ini.

Memperhatikan perkembangan harga pada Desember 2015 tersebut, pada periode bulan Januari 2016 mendatang, diperkirakan akan terjadi inflasi sekitar 1,25% (mtm) atau 3,56% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan Desember 2015.

Inflasi diprediksi akan dipengaruhi oleh kenaikan harga beras, dampak lanjutan kenaikan tarif tenaga listrik bulan Desember 2015 bagi pelanggan pasca bayar, dan penyesuaian harga sebagian besar komoditas kelompok inti antara lain perlengkapan rumah tangga, kendaraan, produk elektronik, mie, dan rokok sejalan dengan kenaikan upah dan penyesuaian nilai tukar.

Namun demikian, penurunan harga BBM dan LPG 12 Kg per 5 Januari 2015, penurunan tarif tenaga listrik, dan kembali normalnya harga tarif angkutan udara pasca musim liburan diperkirakan dapat mengurangi tekanan inflasi Januari 2016.

Ke depan, beberapa potensi risiko yang dapat menyebabkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari prakiraan (upside risk) antara lain risiko gangguan cuaca yang berpotensi mengganggu produksi tanaman bahan makanan, hasil tangkapan ikan dan produksi sayuran, serta risiko penyesuaian harga LPG 3 Kg.

Sementara itu, potensi penurunan tarif angkutan darat pasca penurunan harga BBM dapat berpotensi menurunkan tekanan inflasi bulan Januari 2016 (downside risk).

Dalam rangka mengevaluasi pelaksananaan program pengendalian inflasi di tahun 2015 dan mulai memetakan serta memitigasi potensi-potensi risiko yang dapat memberikan tekanan inflasi pada tahun 2016, TPID Provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi akan mengadakan rapat untuk meningkatkan koordinasi tim teknis dalam rangka memantau kecukupan stok dan memitigasi risiko kenaikan harga LPG 3 Kg.

TPID terus berkomitmen melakukan kegiatan pemantauan stok ke pasar-pasar utama dan distributor utama sembako untuk memantau kecukupan stok serta melakukan kegiatan pengendalian ekspektasi harga di masyarakat melalui penyampaian informasi stok, harga, dan program kerja TPID melalui media cetak dan media elektronik.(jambidaily.com/Rilis/BI)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top