Senin, 19 Agustus 2019 |
Ekonomi

BI Jambi Merilis Bahwa Inflasi Provinsi Jambi tahun 2018 Berada dikisaran 3 Persen

Selasa, 18 Desember 2018 15:02:43 wib
ilustrasi/google.co.id

JAMBIDAILY EKONOMI - siaran pers Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 yang telah dilaksanakan (Selasa, 18/12/2018) di Swissbel Hotel Kota Jambi, bahwa Inflasi Provinsi Jambi tahun 2018 diperkirakan di kisaran 3%, selengkapnya sebagai berikut:

  1. Hingga November 2018, secara kumulatif (11 bulan) laju inflasi kota Jambi mencapai 2,04% (ytd), sementara kota Bungo mencapai 2,30% (ytd), sehingga secara total Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 2,06% (ytd). 
  2. Terkait inflasidi Kota Jambi, komoditas penyumbang inflasi terbesar dalam tahun kalender adalah: bensin (0,32%), tarif air minum PAM (0,30%), rokok kretek filter (0,21%), mobil (0,17%) dan tukang bukan mandor (0,14%). Sementara, komoditas bahan makanan yang memiliki volatilitas tinggi hingga November 2018 masih mengalami deflasi, diantaranya yang tertinggi adalah Cabai Merah (-0,81%), Daging Ayam Ras (-0,21%), Beras (-0,12%), Minyak Goreng (-0,09%), Kentang (-0,06%) dan Bayam (-0,07%).
  3. Meskipun secara kumulatif inflasi Jambi hingga November 2018 cukup rendah, terdapat potensi tekanan inflasi yang perlu diwaspadi pada akhir tahun. Sebagai perbandingan, laju inflasi tahun kalender hingga November 2017 tercatat 1,15% (ytd) namun terjadi lonjakan yang signifikan pada Desember 2017 dengan laju inflasi bulanan 1,52% (mtm) sehingga total inflasi setahun menjadi cukup tinggi yaitu 2,68% (ytd) atau 2,68% (yoy). Lonjakan tersebut bersumber dari kenaikan signifikan harga daging ayam ras, ikan nila dan beberapa komoditas bahan makanan.
  4. Adapun di penghujung tahun 2018, sumber tekanan diperkirakan berasal dari komoditas bahan pangan (terutama telur ayam ras, daging ayam ras dan ikan-ikanan) dan transportasi (terutama angkutan udara). Dalam hal terjadi kenaikan harga komoditas bahan pangan pada Desember 2018, kenaikan harga tersebut tidak akan terlalu mempengaruhi pembentukan inflasi karena secara kumulatif komoditas tersebut masih mengalami deflasi yang cukup besar. Sementara, komoditas bumbu-bumbuan seperti cabai kemungkinan juga akan mengalami kenaikan harga. Namun dibeberapa daerah pemasok (seperti Medan) produksi sedang melimpah sehingga kenaikan permintaan dapat diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang mencukupi sehingga diperkirakan kenaikan harganya tidak akan terlalu tinggi. Selain itu, Tim Satgas Pangan yang proaktif melakukan pengawasan terhadap kemungkinan terjadinya penimbunan dan kenaikan harga yang tidak wajar diperkirakan turut mendukung stabilitas harga-harga kebutuhan pokok.
  5. Dengan perkembangan tersebut, untuk tahun 2018 ini KPw BI Jambi cukup optimis bahwa di bulan Desember nanti laju inflasi bulanan Provinsi Jambi akan berada dikisaran 0,89% - 1,0% sehingga secara total inflasi tahun 2018 akan berada dikisaran 3% (yoy). 
  6. Sedangkan, inflasi pada tahun 2019 diperkirakan meningkat terutama disebabkan oleh kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Peningkatan harga minyak dunia menjadi faktor utama yang akan mengakibatkan penyesuaian harga BBM non subsidi dan tarif angkutan udara. Selain itu, komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras juga akan menggerakkan inflasi 2019 disebabkan terbatasnya persediaan bibit ayam, masa panen yang lebih lama serta naiknya harga pakan. Sehingga, secara keseluruhan inflasi tahun 2019 diperkirakan pada kisaran 3,1 – 3,5% (yoy). 

 

Sumber: Rilis BI Perwakilan Jambi

KOMENTAR DISQUS :

Top