Senin, 19 Agustus 2019 |
Hukum

BNN Ciduk KML di Aceh, Amankan 17 Ribu Gram Sabu dan Aset 6 Miliar Diduga Hasil Narkoba

Jumat, 24 Mei 2019 10:37:07 wib

JAMBIDAILY HUKUM - Pada hari Selasa tanggal 14 Mei 2019 sekira pukul: 10.00 WIB, telah ditangkap sdr. KML alias KML di Jl. Sungai Iyu, desa Masjid, dusun Pintu Air, Kec. Bendahara, Kab. Aceh Tamiyang, oleh petugas BNN karena kedapatan memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika jenis sabu sebanyak 17 bungkus dengan berat bruto total lebih kurang 17.000 (tujuh belas ribu) gram

Telah dilakukan penyelidikan tindak pidana narkotika a.n. KML alias KML dengan barang bukti narkotika jenis shabu dengan berat bruto 17.000 (tujuh belas ribu) gram.

Dari pengembangan diperoleh keterangan bahwa tersangka KML menguasai dan menggunakan beberapa rekening yang digunakan untuk melakukan transferan uang dan menerima transferan uang terkait bisnis narkotika dan hasil peredaran gelap narkotika tersebut diduga KML mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Kuat dugaan Hasil bisnis narkotika tersebut disimpan dibeberapa rekening milik tersangka ataupun orang lain, serta aset baik benda bergerak maupun tidak bergerak. Atas kejadian tersebut maka terhadap tersangka KML  telah cukup bukti melakukan tindak pidana narkotika dan pencucian uang.

Aset yang berhasil disita sekitar Rp. 6.115.000.000 miliar, dengan perincian sebagai berikut;

  • 1 unit rmh besar estimasi harga Rp.1,500.000.000.
  • 1 unit rumah sedang estimasi harga Rp. 750.000.000
  • Kebun sawit seluas 5 ha (menurut pengakuan TSK) namun secara fisik baru ditemukan 30 ha, estimasi/ha 100.000.000x30 ha, Rp.3.000.000.000.
  • Toyota fortuner thn. 2017 estimasi harga Rp.450.000.000
  • 1 unit motor Kawasaki Ninja 250r estimasi harga Rp.55.000.000
  • 1 unit motor honda sonic estimasi harga Rp.30.000.000
  • 2 unit honda scoopy estimasi harga Rp.30.000.000
  • 2 unit dump truck estimasi harga @ Rp.150.000.000 senilai Rp.300.000.000 

TOTAL aset sekitar  Rp. 6.115.000.000.- dan masih dilakukan penelusuran aset yang lain.

 

Sumber: Humas BNN

KOMENTAR DISQUS :

Top