Senin, 24 September 2018 |
Peristiwa

Buka Lubuk Larangan, Warga "Diserang" Buaya

Minggu, 02 Agustus 2015 17:22:35 wib
Buaya yang masuk lukah warga di lubuk larangan Desa Kapuk Merangin (ft :JD teguh juwono)

JAMBIDAILY PERISTIWA-Pembukaan Lubuk Larangan di Desa Kapuk Kecamatan Tabir Ilir kemarin (2/8) menjadi geger. Ada apa? Lukah (perangkap ikan-red)  yang dipasang warga bukannya dimasuki ikan, tapi malah seekor buaya.

Awalnya buaya sepanjang tiga meter itu begitu tertangkap hanya diam saja, namun karena ada salah seorang warga yang mengusik dengan mengelus punggungnya, sontak buaya itu menyerang warga tersebut.

Warga yang diketahui bernama Mat Zadam (35) itu langsung dikibas dengan ekor ‘gergajinya’. Akibatnya rahang pria yang katanya pawang buaya itu patah dan mengalami luka serius dibagian muka.

‘’Tidak satupun warga berani mengusik buaya itu, sebab ketika dikeluarkan dari lukah itu, buayanya diam saja. Buaya itu menurut saat dikeluarkan di daratan,’’ujar Hazwar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga juga tidak berani mengikat buaya yang diperkirakan berumur tiga tahun itu, karena sebagian warga beranggapan buaya itu sang penunggu sungai. Tiba-tiba datang Mat Zadam mengajak berdialog buaya tersebut.

Tapi bukanya informasi yang didapat pria berbadan ramping itu, tapi malah kibasan ekor yang sontak membuat Mat Zadam terpelanting sekitar dua meter dari lokasi buaya itu berdiam.

Usai mengibaskan ekornya, buaya itu langsung berjalan berlahan kembali menyebur ke sungai. Saat itu tak seorang warga yang berani menghalangi buaya itu kabur, karena cerita mistik yang beredar.

Wabup Merangin H A Khafid Moein sangat menyayangkan buaya itu lepas begitu saja kembali ke sungai. ‘’Saya khawatir, buaya itu binatang buas yang kapan saja bisa memangsa manusia,’’ujar Wabup.

Meskinya jelas Wabup, buaya itu diikat pada bagian mulut, tangan dan kakinya. Buaya tangkapan warga itu bisa dibawa ke Bangko dan akan dipelihara di penakaran buaya di Dusun Mudo Bangko.(jambidaily.com/TEG)

KOMENTAR DISQUS :

Top