Kamis, 05 Desember 2019 |
Jurnal Publik

(Bukan) Sisi Lain Perjalanan Sang Rajo Tentero Jambi di Celotehan Kopi Raina

Sabtu, 06 April 2019 16:12:49 wib

KOPI RAINA - RAJO TENTERO begitu sebutan yang sering saya dengar, katanya berasal dari ucapan Saudara-saudara kita Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi, Rajo Tentero disematkan bagi Komandan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Rajo Tentero itu bisa Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) juga kepada Komandan Komando Resort Militer (Danrem), saya diberikan kesempatan oleh Mayor Inf Firdaus, Kepala Penerangan Korem 042/Garuda Putih mencatat perjalanan dan berbagai pertemuan Danrem ke beberapa wilayah baik itu Pemerintahannya maupun Kodim.

Awalnya perjalanan menuju Wilayah paling ujung bagian barat provinsi Jambi, yaitu Kota Sungai Penuh namun perjalanan ini, Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy, mendampingi Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) II/Sriwijaya, Brigjen TNI Syafrial dalam misi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TNI) Ke-104 di desa Sungai Ning Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh. Kota Termuda di provinsi Jambi hasil pemekaran dari Kabupaten Kerinci, pada tahun 2008 yang lalu.

Melalui Tajuk Kopi Raina, saya ingin menuliskan kembali jejak perjalanan dan beberapa bagian diluar Frame kamera, ala celotehan dan guyonan saya. BEGITU banyak cerita dan kisah, tidak juga menutup fakta yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari terkadang menjadi hal yang tidak bernilai tidak juga berarti namun ada atau dari sudut pandang yang berbeda justru itulah cerita penting dan bermakna, kondisi wajar dalam peristiwa tersebut mengingat tingkat keterbatasan kita baik itu dalam sisi mengingat, maupun sisi lain dalam ketidakterjangkauan kita di sudut nan luas. Lebih Kenal Kopi Raini Klik Tautan ini: Kopi Raina walau Pahit namun Unik...

Upzzz...sebelum saya bercerita, mari menikmati segelas kopi terlebih dahulu namun kopi kali ini berbeda yaitu 'Kopi Jaran Goyang' (Ada yang kenal dengan kopi ini,?) ya...itu kopi saya dapat oleh-oleh saat menghadiri Galadinner Hari Pers Nasional (HPN), 9 Februari 2019 di kota Surabaya, namun yang sajikan kopi tetap sama (ya iyalah seduhan sang istri tercinta). Ada satu juga yang berbeda kali ini sudah tiga perempuan bersama saya di rumah, adik Raina bernama Raniyah Awfa Shanum Artareyki, lahir pada 10 Februari 2019.

Jadi tidak hanya celotehan Raina yang terkadang menyela, ketika saya sedang asik dengan layar laptop, tangisan si kecil juga turut sesekali terdengar (Bukan tangisan hati saya ya...hehehehe). Alhamdulillah, Hari ini (Sabtu, 06/04/2019) kembali gatal rasanya menumpahkan bagian cerita yang tersimpan di kepala selama mengikuti perjalanan Rajo Tentero Jambi.

Saya bersama rombongan Kapenrem mulai lakukan perjalanan jalur darat, pada sore hari (Senin, 25/03/2019), lebih kurang dua jam dilintasan, mayor mengajak berhenti di suatu warung, menikmati santap malam (Saya sihh....cuma kepikiran kopi). Sambil berdiskusi singkat dan sekaligus sedikit kenal-mengenal dengan tim penrem, Mayor Inf Syahrial (Eiitzzzz....hihihihi itu do'a saya, bang Syahrial belum mayor, Piss Pak Kapen), karena saya memang baru kali ini berjumpa, ya mungkin sebelumnya juga pernah tapi hanya sebatas senyum-senyum dan sapa-sapa ringan saja.

Seusai kami menikmati santapan dan saya juga ditambah menghirup segelas kopi, Bang Syahrial bilang bahwa dia sedikit kesulitan jika mengemudi malam hari sebab pandangan mata terbatas, mengingat ini adalah jalur lintas dan panjang. Kata Kapen "Kamu nyetir ya, nanti kita gantian 3 Jam sekali," saya it's oke wae walaupun dalam hati berbicara "Wah..ini menuju Kerinci ya, padahal saya belum pernah sama sekali mengemudi ke kerinci, kalaupun pernah kesana itu sekitar 12 Tahun yang lalu, tidak perhatian jalan karena Molor, hahaha..." (Sebenarnya saya kalau tidak sangat lelah, anteng-anteng aja nyetir walaupun udah lebih 10 jam)

Bismillah, saya mengemudikan mobil super irit bahan bakar (wajar, CC nya rendah dan kecepatan juga terbatas, tetapi masih bisa menembus 100 KM/Jam) "Nanti beberapa jam perjalanan kita mampir di warung Ngopi," Tutur Kapen. Saya iyakan, faktanya diperjalan saya malah enggan mampir terus saja jalan, karena masih diizinkan menikmati sebatang rokok sambil nyetir, sudah cukup bagi saya menjaga mata agar terus terang dan waspada, dibantu juga cerita-cerita ringan bersama bang Syahrial membahas berbagai hal (Mungkin kalau diukur dari Aceh sampai Papua, lewat....bro).

Awalnya seru-seru saja, jalan lebih banyak lurus barulah berjumpa keramaian dan aktivitas jalan lumayan padat saat melintasi Kabupaten Merangin. Kapenrem kembali ingatkan agar berhenti di Warung kopi untuk bersantai sejenak, namun entah saya terlalu fokus atau entah terlalu asik ngobrol jadi terlewat terus warung, sampailah diujung pasar dengan jalan mulai menanjak. "Kalau udah diujung ini tidak ada lagi warung kopi, ketemunya nanti di Muara Emat, saya mikirkan sopir nanti ngantuk," Sela Kapenrem.

Nah, disini Adrenalin saya mulai berpacu, Jalanan berliku sebelahnya dinding bukit sebelah lagi gelap (Malam, jadi tidak kelihatan jurang) dan juga berjumpa beberapa titik jalannya menyempit karena sisi gelapnya terlihat longsor "Gelap itu jangan dipikir datar seperti lapangan bola kaki, itu jurang," Kata Bang Syahrial. Kapenrem juga tidak luput mengingatkan saya agar terus hati-hati karena tikungan-tikungan patah serta menanjak. Beberapa saat kemudian "Ehh, cari warung kopi, Aduh ini tidak pakai Istirahat terus aja jalan pak sopir," Tegas Kapenrem. "Katanya di Muara Emat," Jawab saya. "Tidak usah, kalau ada sebelum Muara Emat mampir saja," Imbuh Kapenrem.

Akhirnya berhenti di suatu warung, sebelum Muara Emat. Padahal hanya beberapa kilo lagi jaraknya kata pemilik warung. Kami menikmati segelas kopi dan semangkok Mie rebus di lokasi yang tidak terdapat signal komunikasi, hanya sesaat saja rehat, perjalanan kembali dilanjutkan. Saya mulai melihat hamparan cahaya-cahaya lampu dikejauhan (Ahh..udah dekat kata saya dalam hati, rupanya masih jauh itu terlihat karena sedang diatas bukit). Singkat cerita kami sampai dipenginapan pukul 03.20 Wib, bukannya istirahat, saya malah menyelesaikan beberapa berita masuk untuk dipublikasikan dan tidur pukul 04.45 wib, bangun kembali pukul 07.30 wib untuk segera bersiap (nah, berjumpa pertama kalinya dengan Bang Yelpanidi, Danunit Kodim 0417/Kerinci bahkan sempat diajak ngopi di kantin kodim, heheheheh......terima kasih bang) ke bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci menyambut kedatangan Kasdam, Danrem dan rombongan.

Mendarat Pukul 10.30 wib dan dijamu makan siang (saya bingung sarapan udah lewat makan siang belum saatnya, hehehe...maklum perut saya mungkin yang susah menyesuaikan karena baru saja sarapan di hotel) bersama Wakil Walikota Sungai Penuh, Kapolres dan Unsur Forkompinda termasuk Dandim 0417/Kerinci, Letkol Inf Gambuh Sri Karyanto.

Wajah memang terkesan 'Galak' dan Irit Bicara (Senyum dikit bang, Kalau saya sihh memang awalnya merasa serem, hahahaha...tapi memang khasnya TNI, saya pahami itu. Padahal saya ingin ngajak Swafoto) Gambaran awal seorang Dandim 0417/kerinci, namun tetap sempat menyapa saya saat berjumpa di Rumah makan Alamanda, Kota Sungai Penuh "Gimana aman, nikmati ya...karena saya tetap harus fokus hingga selesai rangkaian," Ujar Dandim. 

Lalu Kasdam beristirahat, sementara itu kami menuju Kodim 0417/Kerinci, disini saya dapat berkenalan langsung dengan beberapa jajaran disana yang selama ini hanya kenal lewat pesan WhatsApp (Saling berkomunikasi untuk bersama-sama menyukseskan TMMD). Sangat ramah, hangat dan santun (Senang sekali saya bisa bertatap muka dan bersalaman dengan Lettu Inf Sepritno Pasi Intel Kodim 0417/Kerinci, dan terima kasih Bang, Oleh-olehnya...Ehem).

Tak lama kemudian, Kasdam hadir ke markas kodim 0417/Kerinci, selain Dandim Letkol Inf Gambuh Sri Karyanto juga tampak Asafri Jaya Bakri (AJB) walikota Sungai Penuh, karena Agenda sebelum menutup TMMD Ke-104, Kasdam didampingi Danrem 042/Gapu lakukan pengarahan kepada Prajurit, PNS, Persit dan seluruh Jajaran di Kodim 0416/Kerinci termasuk Malam Silaturahmi bersama jajaran Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Pada saat pemaparan dihadapan prajurit, Kasdam ingatkan posisi TNI, Netralitas, Tugas Pokok TNI dan...(Udah segitu saja intinya, yang detail itu adalah pengarahan Internal tentunya ada batasan informasi konsumsi publik, walaupun saya dengar hanya sebatas saya saja...xixixixixi). Selepas dari sana kami kembali ke Penginapan untuk mandi dan bersiap kembali ke Aula Kantor Walikota, untuk acara "Semalam di Kota Sungai Penuh" 

Hanya sesaat kami kembali keluar penginapan dan saya berceletuk "Lapar kapen," Ujar saya, di mobil pada tertawa ternyata merasakan yang sama (Oh ya kami kali ini bertambah satu lagi Anggota penrem yang lebih dulu sampai di Kota Sungai Penuh, yaitu bang Jamhor) lelaki tegap, besar dan gagah khasnya TNI namun ternyata Gokil dan penuh canda (hampir kering gigi saya, akibat keseringan tertawa)

Santap malam selesai, kami menuju lokasi. Saya langsung tersenyum membaca spanduk yang salah penulisan nama Istri Danrem (ya namanya juga manusia, khilaf). Acara diisi dengan susunan normatif sebagaimana seremonial umumnya. Lantas tibalah saat hiburan, Kasdam dan Danrem disuguhi Tarian Tradisi khas Kerinci, namun satu Seni Tradisi yang tidak terdapat di tempat lain yaitu "Rantak Kudo' beriiring musik dengan nada cepat, jogetnya juga cepat yang konon bisa menyebabkan 'kerasukan' atau ada unsur-unsur magisnya.

Santai dan penuh ceria Kasdam, Danrem dan Ibu Persit larut dalam 'Rantak Kudo' tetapi pertengahan lagunya aneh dikuping saya yaitu Lagu Barabara Berebere, sedih rasanya disajikan dihadapan tamu, seni tradisi bercampur dengan lagu milik negara lain yang sempat juga hits di Indonesia. Ada kekecewaan yang mendalam didiri saya (ya....mungkin terlalu Baper, kalau yang lain saya tidak tau) Seni Tradisi yang sejatinya memiliki khas daerah tersendiri, patut dijaga keutuhan dan keasliannya, jika berbaur seperti itu tentu menimbulkan keburaman di masa akan datang, bagaimana generasi kedepannya dapat mengenal lebih jauh tradisi jika sudah menyatu dengan milik negara luar (Kira-kira saya sok menasehati gak ya,? hmmm.....).

Malam berlalu kami kembali beristirahat, tetapi sampai di penginapan kami menyempatkan diri menikmati segelas Skuteng dan Bandrek (minuman khas di Pulau Jawa) biar tubuh terasa lebih hangat (Walaupun Sungai Penuh tidak sesejuk dan sedingin, saat 12 tahun yang lalu saya kesana).

Keesokan harinya (Rabu, 27/03/2019), kami bergegas pagi-pagi (tetap sarapan jelang lokasi, makanan ringan berupa pecal dan segelas kopi) untuk menuju lapangan Rumah Sakit Umum Pratama, tempat dimana upacara penutupan TMMD Ke-104 berlangsung. Upacara berlangsung sukses, lancar dan aman serta dipenuhi warga kota Sungai Penuh yang berbondong-bondong menikmati Pengobatan Gratis, Sunatan Massal, Donor Darah, KB Kes dan lainnya. Dipenghujung upacara setelah usai, Kasdam dan Danrem bertolak dari Kota Sungai Penuh, Kasdam menuju Kota Jambi dan Kembali ke Kodam II/Sriwijaya. Danrem bersama Kasdam, namun Danrem turun saat penerbangan transit di Kabupaten Bungo.

Kami bergegas ke Kodim 0417/Kerinci untuk membuat update pemberitaan dan laporan, lalu (Rabu, 27/03/2019) menuju Kabupaten Bungo (pergi berempat saat pulang berlima, yaitu bertambah Bang Jamhor). Jelang memulai perjalanan saya sempatkan mengirimkan pesan melalui WhatsApp "Kami izin pulang Komandan, sampai bertemu lagi," Tulis saya. "Terima kasih atas bantuannya, Mohon maaf banyak kekurangan kami," Jawab Dandim.

Saat perjalanan menuju Bungo, barulah saya menyaksikan yang terlihat datar dan gelap saat datang malam hari, menukik dan mendaki tajam, patah-patahnya tikungan terhampar nyata di mata (Waw....banyak jalan sempit dan nyata terlihat tingginya jurang, adrenalin dua kali lipat kencangnya dibandingkan saat datang). Hampir satu jam perjalanan melewati perbukitan "di Muara Emat mampir kita makan, wahhh kita belum makan, ini sudah jam berapa," Kata Kapenrem.

Setibanya di Muara Emat, kami mampir di Rumah Makan Haji Romi (kalau gak salah, saya lupa). Disana saya berjumpa teman lama (Rupanya itu rumah makan milik dia, ehem....), dan berjumpa tokoh masyarakat mantan Bupati Tanjung Jabung Barat, Usman Ermulan yang sedang menuju kabupaten Kerinci (teman lama Kapenrem, karena dulu sempat menjadi Kasdim 0419/Tanjab). Dalam obrolan, ya masih dalam seputaran politik, jalan dan sebagainya (Saya tidak terlalu mendengarkan, habisnya lapar udah level dewa....)

Kemudian kembali meluncur tujuan kabupaten Bungo, sampai disana senja akan meninggalkan siang, kami langsung ke markas Kodim 0416/Bute (sambil menunggu arahan dimana kami akan bermalam) akhirnya di Mess Rumah Dinas Bupati Bungo. Tidak beberapa lama lagi acara silaturahmi Didampingi Dandim 0416/Bute Letkol Inf Wahyu Hadi Soenaryo, Danrem bersama Pemkab Bungo dan jamuan makan malam bersama para tamu yang mengikuti Musrenbang Provinsi Jambi di rumah dinas. Tampak wakil bupati Bungo dan unsur Forkompinda hadir. Maka kami dengan wajah senyum tetap manis langsung standbay (Padahal pada kusam dan masam semua belum mandi, Hahahahaha, Uppzzzz....)

Acara berjalan penuh akrab dan ringan tetapi resmi, akhirnya selesai. Kami masuk ke kamar yang telah disiapkan. Wah...serasa tamu besar saya, memasuki kamar mess tergolong mewah, ruangan wangi, kasur empuk, full AC, selimut nyaman, handuk bersih, kamar mandi bersih dan luas, peralatan mandi disediakan, minuman ringan bervariatif (Tapi sayangnya air dari kran beraroma karat, Sssstttt......jangan tersinggung ya Pak Bupati).

Saya terlelap dan nyenyak "Lupa saya foto, tadi mau saya tulis inilah orang yang sedang latihan tidur untuk jadi Bupati," Seloroh Kapenrem, ketika pagi dan kami mulai bergerak (namun sarapan dulu, Katupek Gulai dan Kopi tentunya, hehehehe....) menuju Hotel Semagi, Danrem menghadiri pembukaan Musrenbang tingkat provinsi bersama Gubernur dan Pimpinan setiap kepala Daerah dalam Provinsi Jambi hingga siang hari.

Selanjutnya Danrem menuju Markas Polres Bungo, setelah melewati gerbang utama dan prosesi penghormatan, saat akan memasuki pintu bagian dalam, Dihadapan Kapolres dan jajaran yang menyambut kedatangan "Tadi sudah adzan ya, sholat dulu silahkan setelah itu baru kita mulai pertemuannya," Tutur Danrem. Hanya lebih kurang 45 Menit di Mapolres Bungo, Danrem melanjutkan ke Markas Kodim 0416/Bute.

Disana Rajo Tentero Provinsi Jambi, berikan pengarahan kepada seluruh Prajurit dan jajaran yang ada di Kodim 0416/Bute. Banyak hal yang disampaikan namun penekanan utama adalah Hindari pelanggaran hukum, jaga toleransi, sinergitas, netralitas dan tentunya tugas pokok TNI adalah terpenting. Saya mendengarkan dari kejauhan, sambil memilah mana yang pantas untuk konsumsi publik dan mana yang tidak (Mulai bisa membedakan, mungkin disebabkan sudah 3 hari bersama Tentara, hahahahahaaaaa.....)

Sosok Kolonel Arh Elphis Rudy, walaupun dia sedang fokus menyampaikan arahannya dihadapan prajurit, namun mata Danrem tetap sangat jeli melihat sekitar yang lalu lalang selain TNI (Saya kan lumayan bergetar kalau dilihatin ama Danrem, ada detak-detak gimana gitu....Cie, cie, cie). Menariknya, danrem sajikan pengarahan dengan diselingi candaan dan tawa tetapi tegas, sehingga saya tetap asik mendengar hingga tuntas meskipun diantara rasa lapar, saat waktu telah menunjukkan Pukul 16.30 wib.

Tutup pengarahan di Kodim 0416/Bute, kami tidak lihat kiri kanan tancap gas menuju Kabupaten Tebo, sebab kalau mengikuti rombongan bersama pengawalan kami akan tercecer (Tidak sanggup Om, Mobil Fortuner yang dilawan, kami hanya Mobil keluarga dengan CC 1200. Bisa terbirit-birit ngejarnya....) Kembali berulang seperti sampai di Bungo, di Tebo juga senja akan memasuki malam. "Ayoo cari warung, kita belum makan nasi seharian ini," Ujar Kapenrem.

Kami semua lahap makannya, pada ganas. Namun setelah makan saling bertanya apakah enak masakan warung tadi, semua tidak mengetahui cita rasa hidangan kecuali karena lapar jadi lahap. Rombongan sampai, kami juga menuju rumah dinas Bupati Tebo dan menginap di Mess Rumah dinas. Perut sudah kenyang, tapi mandi belum sempat karena jarak waktu yang dekat dengan kegiatan Silaturahmi (dalam hati saya yakin saja, kalau tidak ada yang peduli dengan aroma baju dan keringat saya).

Dihadiri juga Dandim 0416/Bute Letkol Inf Wahyu Hadi Soenaryo, Acara berlangsung, Bupati Tebo sampaikan kondisi wilayahnya, dari semua sisi dan akhirnya meminta arahan kepada Danrem sehingga bisa bersinergi dengan baik. Sayangnya ditengah  Danrem, memperkenalkan diri dan sambutan, ada seorang tokoh masuk sehingga merubah fokus hadirin yang ada di ruangan aula (Tidak etis rasanya jika saya sebutkan orang tersebut, cukup tau bae...) sehingga Danrem mengakhiri sebelum usai.

Sempat saya merasakan lumayan emosi akibat dari kata-kata seorang anggota TNI yang berada di wilayah Tebo, hanya karena salah paham ada keluar kata-katanya menusuk hati dan bathin saya (disini saya tidak ingin menyebutkan kata-katanya apa, dan siapa yang mengucapkan. Demi stabilitas kita bersama menjaga keutuhan, weeww mirip tugas pokok TNI...glek glek glek) namun sudahlah saya anggap angin lalu. Namun rasa amarah sirna, saat menikmati segelas kopi bersama abang-abang Intel dan Para Ajudan Korem 042/Gapu.

Malam berlalu, keesokan harinya setelah bersiap dan menikmati sarapan di rumah dinas. Kami bersama Danrem berkunjung ke Polres Tebo, kemudian pengarahan Danrem kepada Prajurit di Kompi B Senapan, Batalyon Infanteri Raider 142/Ksatria Jaya. Seusai dari Kompi B rangkaian agenda selesai, Danrem menuju kembali ke kota Jambi. Kami hanya megiringi dari kejauhan (Bukan hanya kalah CC, jalannya banyak lobang.....Capek Deh). Akhirnya berjumpa di Koramil Tebo Ilir dan makan siang (Alhamdulillah, sudah sempat bergetar di perut karena lapar, krik krik krik)

Rupanya Danrem memang sempatkan mampir disetiap koramil dan polsek yang dijumpainya saat arah pulang. Kami tetap dengan kecepatan biasa dan santai lalui perjalanan menuju pulang, sempatkan mampir di Desa Terusan Kabupaten Batanghari, menikmati Air Dogan (Kelapa Muda) dan makan malam terlebih dahulu di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi.

Kunjungan Kerja Danrem belumlah berakhir (Kamis, 04/04/2019), saya kembali diajak Kapenrem (Diajak apa saya yang minta ya......hihihihihi, Saat Kunker ke Kabupaten Muaro Jambi saya berhalangan. Saya ikut saat Kunker ke Kodim 0415/Batanghari) kali ini menuju Wilayah Timur Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim)Nah...kali ini tim penrem Si ganteng penuh canda bang Jamhor (Bang Jamhor jangan merasa Geli ya...) bergantian dengan Bang Saharudin.

Masih, hampir mirip kami lebih dulu melahap perjalanan menuju Kuala Tungkal Kabupaten Tanjabbar menanti kehadiran Danrem 042/Gapu di rumah dinas Bupati yang juga sudah tampak dan bersiap, Bupati, Wakil, Sekda, Kapolres Tanjabbar dan Unsur Forkompinda lainnya. Sesampainya di Rumah dinas Bupati Tanjabbar, hanya selang beberapa menit kemudian Ban Mobil yang kami bawa mengalami kempes ban, duh.....(Untunglah ada Bang Surtan Onlinejambi.com yang luar biasa sigap dan memahami soal yang begituan, maaf ya bang......hehehe)

Bagi saya sampai di Kuala Tungkal seperti pulang ke rumah sendiri, mungkin karena kuatnya ikatan batin dan adanya darah keturunan dari wilayah Tanjabbar. Ada juga faktor lainnya, Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf M Arry Yudistira, dari awal kenal hingga saat ini sangat menghormati saya selaku wartawan dan menghargai profesi kami (Terlalu lebay gak ya,? rasanya tidak karena faktanya memang begitu Pak Dandim, cuit..cuit..cuit). Kehangatan tersebut juga ditunjukkan oleh Kasdim 0419/Tanjab, Mayor Chb Indra Wijaya, Pasi Pers Kapten Inf Suseno, Danramil Muara Sabak Kapten Inf Sartono.

Pada kesempatan silaturahmmi ini dihadapan Pemkab Tanjabbar, titik penting yang disampaikan Danrem, selain Sinergitas juga mewaspadai Perang Proxy. Perang Proxy bukan lagi mengangkat senjata tetapi perang yang tidak terlihat, efeknya bisa menghancurkan keutuhan bangsa dan Negara, seperti Hoax, Narkoba dan lainnya. Bupati Tanjabbar, H Ir Safrial memaparkan sangat detail apa yang ada di wilayahnya, baik itu bersifat sosial maupun hukum, juga rencana pemkab kedepan terutama menyelamatkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di masa kini.

Keesokan harinya (Jum'at, 05/04/2019), tujuan utama Danrem adalah memberikan pengarahan kepada Prajurit dan Jajaran di Makodim 0419/Tanjab. Disana Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf M Arry Yudistira, menyambut langsung. Pengarahan kali ini hampir sama dengan sebelumnya, gaya khas candaan danrem hangatkan suasana yang sedang diguyur hujan. Ada perbedaaannya, Danrem ajukan pertanyaan tidak hanya kepada prajurit namun wartawan pun diuji pengetahuan tentang TNI oleh Danrem (saya mau jawab pak danrem, cuma lagi PW dibelakang tenda sambil ber-asap, hehehehe). Momen kehadiran Danrem, menjadi awal juga peresmian Media Center di Makodim 0419/Tanjab (Wah, wartawan yang jauh bisa transit disana kali ya......Becanda Komandan, Hihihihi).

Dari Makodim, Danrem lanjutkan mampir sejenak ke Markas Polres Tanjabbar, ke Polsek Tungkal Ilir dan Polsek Betara. Lalu bertolak ke Kabupaten Tanjabtim menuju rumah dinas Bupati, telah dinanti Bupati, wakil, sekda dan Unsur Forkompinda Tanjabtim. Gaya sederhana H Romi Haryanto dan wakil H Robby Nahliansyah sambut kehadiran Danrem dan menjamu makan siang bersama, kemudian berkunjung ke Markas Polres Tanjabtim.

Danrem juga tidak melewatkan kesempatan, saat perjalanan pulang ke Jambi mampir ke Polsek yang dilalui, yaitu Polsek Muara Sabak Barat dan menjadi penghujung rangkaian perjalan ke dua kabupaten tersebut. Baru disini saya bersalaman dengan Danrem sekaligus Foto bersama sepanjang rangkaian Kunker yang saya ikuti (Sungkan saya Pak Danrem, hehehe...padahal dalam setiap momen lebih 5 Daerah tersebut saya ada).

Salam santun untuk semuanya, semoga bermanfaat. Salam Kopi dari Raina untuk TNI, untuk Jambi, untuk Indonesia. Pengabdian Tanpa Batas !

...

Salam Hormat saya, Kepada:
Kolonel Inf Elphis Rudy (Danrem 042/Gapu) Serta Rombongan dalam perjalanan Kunker
Letkol Inf M Arry Yudistira (Dandim 0419/Tanjab) Beserta jajaran
Letkol Inf Gambuh Sri Karyanto (Dandim 0417/Krc) Beserta Jajajan
Letkol Inf Wahyu Hadi Soenaryo (Dandim 0416/Bute) Beserta Jajajan
Mayor Inf Firdaus (Kapenrem 042/Gapu) Beserta Tim Penrem

 

 

 

...

Penulis: Hendry Noesae

**Chatting Via Whatsapp Suaro Wargo jambidaily.com, Bergabung Klik Tautan ini: Whatsaap Group, Galery jambidailyDOTcom

 

 

 

 

 

...

Kopi Raina, Lainnya:

KOMENTAR DISQUS :

Top