Sabtu, 04 April 2020 |
Ekonomi

Bupati Merangin Pertisun ke Desa Pulau Bayur

Sabtu, 29 Juli 2017 09:17:33 wib
Al Haris saat berdialog dengan Warga/Photo: Humas Merangin

JAMBIDAILY EKONOMI-Bupati Merangin H Al Haris pada Jumat malam (28/07), melakukan perjalanan pejabat tidur di dusun (Pertisun). Kali ini wilayah yang menjadi sasaran, Desa Pulau Bayur Kecamatan Pamenang Selatan.

Di desa tersebut pada malam itu, bupati di halaman rumah Kepala Desa Pulau Bayur menggelar dialog dengan ratusan warga setempat. 

"Seperti biasa dialog ini kita gelar untuk menampung aspirasi masyarakat,’’ujar Bupati.

Selain menampung aspirasi masyarakat, bupati juga banyak mendapatkan berbagai informasi terhadap pembangunan di desa tersebut. Saat ini untuk menuju Desa Pulau Bayur tidak sulit, karena jalan menuju desa itu sudah mulus.

Disamping itu desa yang dulunya terisilir tersebut, sekarang bila malam hari sudah terang benderang, karena jaringan PLN telah masuk ke desa itu, sehingga semua rumah warga sudah tidak gelap gulita lagi.

"Tahun ini juga akan kita bangun tower untuk sarana telepon seluler, mengingat selama ini desa ini belum tersentuh sinyal telepon seluler. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun, komunikasi telepon di desa itu sudah lancar,’’ terang Bupati.

Pada pagi harinya bupati usai Sholat Subuh berjemaah di mushola desa itu, memantau kondisi gedung puskesmas pembantu (Pustu). Gedung Pustu yang berada di tepi Sungai Batang Tembesi itu, sangat memprihatinkan.

Beberapa sisi gedung dindingnya sudah rontok dan lantainya telah mengelupas, sehingga warga tidak menggunakan gedung itu lagi. 

"Parah nian, tahun depan kita bangun Pustu di lokasi lain yang tidak kebanjiran,’’ terang Bupati.

Bupati bersama rombongan kemudian bertolak ke Masjid Desa Pulau Bayur. Di masjid itu bupati memberikan sumbangan pembangunan masjid kepada imam masjid.

Pada Pertisun itu, bupati juga mengunjungi SMP Negeri 50 Merangin. Di sekolah tersebut hanya terdapat tiga kelas belajar, kelas satu, kelas dua dan kelas tiga. Masing-masing kelas jumlah pelajarnya tidak lebih dari 15 orang.

Menariknya dari tiga kelas itu, hanya satu orang guru yang mengajar, sehingga bila guru itu mengajar di kelas tiga, kelas satu dan dua tidak belajar. Ironisnya lagi, guru itu juga merangkap sepagai Pjs.kepala sekolah.(Rilis/Teguh-Humas Merangin)

KOMENTAR DISQUS :

Top