Minggu, 18 Agustus 2019 |
Ekonomi

Bupati Tanjabtim Sambut Kunjungan Kepala SKK Migas dan IV BPK RI

Jumat, 08 Februari 2019 09:31:22 wib
JAMBIDAILY TANJABTIM - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Kamis (7/2) sambut kunjungan SKK Migas Pusat bersama anggota IV BPK RI, di Rumah Dinas Kantor Bupati Tanjabtim. Rombongan SKK Migas Pusat disambut langsung oleh Bupati Tanjabtim, H. Romi Hariyanto, SE bersama Sekda, para Asisten dan para OPD.

Dalam pertemuan yang berjalan lebih kurang Satu jam tersebut, membahas beberapa hal, diantaranya terkait komitmen dan juga wacana kedepan antara Pemda dengan pihak PetroChina.

Dalam pertemuan tersebut, PetroChina memiliki gagasan untuk mengembangkan Gas Rumah Tangga untuk kawasan Kabupaten Tanjabtim, mengingat gas rumah tangga masih berpotensi.

Wacana pihak PetroChina tersebut langsung ditanggapi oleh Bupati Tanjabtim, H. Romi Hariyanto. Menurut Bupati, pembanguan instalasi Gas Rumah Tangga memang bagus, namun untuk di Tanjabtim sendiri belum bisa diberlakukan. Dirinya juga meminta PetroChina melakukan pengkajian ulang terkait wacana tersebut.

"Ide tersebut bagus, namun kalo untuk diterapkan di Tanjabtim saya kira tidak akan efektif. Saya bukan menolak wacana tersebut, tapi meminta dikaji agar nanti bisa lebih bermanfaat, karena di Muarasabak belum masanya," ujar Romi.

Selain itu Bupati beranggapan, bahwa pembangunan jalan dan jembatan lebih penting untuk dijadikan prioritas, karena itu yang banyak dibutuhkan masyarakat Tanjabtim saat ini. "Kalo PetroChina bisa berikan CSR untuk pembangunan jalan dan jembatan mungkin lebih jauh lebih baik dan bermanfaat," guyon Bupati dalam forum.

Kepala SKK Migas Pusat, Dwi Soetjipto saat dikonfirmasi awak media mengatakan, dari pertemuan tersebut, Bapak Bupati Tanjabtim memberikan masukan yang sangat baik bagi SKK Migas dan PetroChina untuk menjalankan program dan mengambil langkah yang tepat.

Terkait masukan Bupati itu, melalui bantuan CSR nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan juga pembangunan jalan. Menurut Dwi, tentunya itu semua akan berkaitan dengan program kepedulian lingkungan bersama kontraktor yang berada diwilayah kerja.

"Tentunya terkait hal itu kita akan bicarakan lagi lebih lanjut. Kalau tidak semua sekaligus, tentu ada yang menjadi skala prioritas, mana yang akan kita pilih awal dan tahap selanjutnya. Tentu tidak terlepas dari koordinasi bersama pak Bupati," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menuturkan, bahwa pihakya sangat mendukung terhadap kebijakan Pemerintah Pusat dan program operasional PetroChina Jabung.

Dimana dengan kehadiran PetroChina dikalangan masyarakat, dapat membantu dan mengembangkan masyarakat di kabupaten tersebut. Salah satu yang paling utama adalah membantu perkembangan infrastruktur daerah perbaikan jalan dan jembatan. "Terkait dana CSR nanti kita masih akan lihat apakah masih ada, kita bicarakan di Jakarta. Dari dana yang ada tersebut, nanti kita lihat mana yang akan menjadi prioritas utama kita," ungkapnya.

Dikatakannya, jika dilihat sepanjang perjalanannya dari Jambi tadi, pembangunan jembatan memang bisa menjadi skala prioritas. "Pasalnya, memang banyak kondisi jalan yang dalam keadaan rusak dan begitu juga jembatan," sebutnya.

Sementara itu, Anggota IV BPK RI, Rizal Djalil mengungkapkan, terkait permasalahan jalan memang sangat memprihatinkan, karena tidak begitu lancar. Namun status jalan tersebut harus jelas juga terutama terkait anggaran perbaikan. "Jangan sampai jalan atau jembatan yang akan mendapat CSR tersebut, ternyata sudah dianggarkan perbaikan oleh dana APBD ataupun APBN, maka akan menimbulkan masalah nanti," jelasnya.

Kesimpulannya, kedepan pihaknya bersama SKK Migas dan Dirjen SDM akan melakukan review ulang, yakni sudah di danai APBD atau APBN apa belum. Jika belum, maka lanjut untuk dibangun. Tapi kalau sudah di danai, tentunya akan dialihkan ke jalan yang lainnya.

"Kita bersama pemerintah akan kita usulkan ke mereka meminta waktu Dua minggu atau 10 hari, untuk melengkapi semuanya, mana lokasi bantua CSR jembatan dan jalan tadi. Terutama mana jalan atau jembatan yang sudah dan belum didanai APBD dan APBN tadi," pungkasnya.

Penulis : Hendri Rosta/Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top