Sabtu, 26 Mei 2018 |
Politik

Cabup Kerinci Adirozal Kunjungi Pasar Bedeng Delapan kayu Aro

Senin, 16 April 2018 03:00:25 wib

JAMBIDAILY KERINCI - Calon bupati Kerinci incumbent DR.H.Adirozal,M.Si disambut gembira para pedagang dan warga di Pasar Bedeng Delapan Kayu Aro, Adirozal telah merubah pasar yang sebelumnya kumuh, menjadi pasar yang bersih dan moderen.

Adirozal melihat langsung kondisi dan berbicara dengan pedagang. Dalam percakapan itu pedagang mengucapkan terima kasih kepada Adirozal, bahwa pasar tersebut telah moderen, bersih dan tidak becek lagi. 

“Terima kasih Pak Bupati, harapan kami selama ini supaya pasar moderen bisa terwujud karena perjuangan Pak Adirozal. Kondisi pasar yang bagus, bersih dan tidak becek lagi membuat jual beli kami meningkat jauh,” sebut  pedagang  kepada  Adirozal.

Pemerintah Kabupaten Kerinci sejak tahun 2014-2017,  telah membangun 10 pasar tradisional. Pasar ini tersebar dibeberapa kecamatan di Kerinci menghabiskan dan kisaran Rp 35 miliar. 

“Pemkab telah membangun dan merehap 10 pasar tradisional, tujuh pasar dilakukan pembangunan baru kemudian tiga pasar di rehab,” kata Adirozal.

Dia menjelaskan pasar yang telah dibangun yakni pasar Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, pasar ini dulu dibangun ditahun 1993 kemudian di tahun 2014 dilakukan rehab dengan menggunakan APBD Kerinci, ditahun 2015, dengan anggaran Rp 200 juta.

Dia menambahkan pasar Kersik Kecamatan Kayu Aro, dibangun tahun 1970. Kemudian di tahun 2014 dilakukan rehap  dengan menggunakan DAK sebesar Rp 200 juta. 

"Pasar Bedeng Delapan Kecamatan Kayu Aro dibangun tahun 2017. Untuk pasar Bedeng Delapan ini sudah selesai dibangun ditahun 2018 bisa digunakan. Kita bisa melihat sendiri bagaimana senangnya pedagang dan pembeli di pasar ini setelah pasar direhap total, sehingga bersih dan tidak becek lagi," jelasnya.

Kemudian Pasar Siulak Deras direhab tahun 2015 dengan menggunakan dana DAK sebesar Rp 200 juta, dinas perindustrian perdagangan dan koperasi juga telah membangun pasar Senin menjadi pasar modern dengan anggaran Rp 10 miliar tahun 2015.

Selain itu, pasar Semurup juga sudah dibangun dengan dana APBD sebesar Rp 2,8 miliar, kemudian pasar Angkasapura Hiang dengan dana Rp 10 miliar, pasar tradisonal Sanggarang Agung dibangun tahun 2016 dengan dana Rp 900 juta, Pasar Jujun dibangun tahun 2016 dengan anggaran Rp 1,4 M, terakhir pasar Bukit Kerman dibangun tahun 2015 lalu, dengan anggaran 200 juta menggunakan APBD Kerinci. Total anggaran yang telah digunakan untuk membangun 10 pasar tradisional tersebut mencapai Rp 35,5 miliar. 

"Kita berharap masyarakat yang menggunakan pasar tersebut bisa meningkat kesejahteraannya dan dapat pula menjaga kebersihan pasar," terangnya (gsm/fyo)

KOMENTAR DISQUS :

Top