Kamis, 18 Oktober 2018 |
Nasional

Cadangan Minyak Habis 2030, SKK: Investasi Eksplorasi Naik

Rabu, 04 April 2018 14:00:44 wib
Foto: REUTERS/Andy Buchanan

JAMBIDAILY NASIONAL - Cadangan minyak bumi Indonesia diprediksi habis pada 2030. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut hal tersebut bisa dihindari selama masih ada investasi eksplorasi di hulu migas. 

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi optimistis dengan iklim investasi migas saat ini, "Ada harapan bagu eksplorasi meningkat dibanding tahun sebelumnya," kata Amien saat Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR RI, Rabu (4/4/2018).

Naiknya investasi ini, kata Amien, sangat penting karena Indonesia sudah lama tidak menemukan lapangan migas yang memiliki cadangan skala besar seperti di Blok Rokan, Riau, lalu Lapangan Natuna. Sayangnya untuk Natuna belum bisa diproduksikan. 

Setelah reformasi, lapangan migas yang memiliki cadangan cukup besar yakni Lapangan Abadi di Blok Masela, yang sampai saat ini juga belum masuk produksi. Lalu ada juga Lapangan Banyu Urip yang saat ini dikelola oleh ExxonMobil Cepu Ltd. 

"Kami ingin sekali ke depan bisa lebih masif," kata Amien. 

Cadangan terbukti minyak bumi yang dimiliki Indonesia saat ini hanya berkisar 3,3 miliar barel. Dengan jumlah tersebut, dalam 11 hingga 12 tahun ke depan Indonesia tidak mampu lagi memproduksi minyak bumi.  

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan penghitungan cadangan itu dengan asumsi produksi konstan 800.000 per hari tanpa adanya temuan cadangan baru.  

Dia menambahkan cadangan terbukti minyak bumi itu bukanlah cadangan yang melimpah. Bila dibandingkan dengan cadangan terbukti minyak dunia jumlah itu setara dengan 0,2%. (gus/gus)

 

(cnbcindonesia.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top