Selasa, 15 Oktober 2019 |
Wisata & Budaya

Candi Muara Takus 'Membisu' Teater Selembayung Bersuara Pada Temu Teater Se-Sumatera di Jambi

Rabu, 24 Juli 2019 08:01:12 wib
Teater Selembayung dalam karya Padang Perburuan/Foto: Nena Padmah/Facebook.com

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Teater Selembayung asal Pekabaru, Riau beberapa waktu yang lalu tampil memukau dalam karya 'Padang Perburuan' Komunitas ini akan kembali hadir dalam menyuarakan kegelisahannya di panggung Temu Teater Se-Sumatera 2-4 Agustus 2019, di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi. 

Adapun pertujukan yang dihadirkan berjudul 'Situs' karya dan sutradara Fedli Azis. Berikut Sinopsis yang diterima jambidaily.com dari Penyelenggara, situs hanyalah sebuah simbol atas pemikiran tentang keberadaan manusia di muka bumi. Manusia yang terdiri atas tubuh dan ruh senantiasa menarik untuk disimak dari mana-mana sudut pandang. Mahluk artistik nan dinamis itu adalah sumber utama cerita, kisah, dan peristiwa, baik secara individu maupun berkaum-kaum. 

Situs -dalam hal ini- berkaitan dengan kajian sejarah dianggap sebagai benda yang tak bergerak alias diam. Meski dianggap sebagai benda mati, namun secara tersirat, memiliki kekuatan dan gelombang sebagai puncak dari sebuah kedigdayaan peradaban.

Situs sebagai sosok puti (Ibu Negeri) yang dalam peradaban Kedatuan Mutakui disebut dengan Siompu. Sosok perempuan yang diagungkan itu menjadi simbol penting karena dirahimnya yang sucilah manusia-manusia unggul dilahirkan. Siompu menjadi nafas kehidupan dari batang tubuh peradaban yang pernah ada di kawasan garis khatulistiwa tersebut. 

Situs juga simbol dari nurani yang menjadi bagian penting dari jasad dan ruh, namun jarang sekali disentuh, diajak berbincang, dan bercengkrama. Nurani bak situs Candi Muara Takus yang dibiarkan membisu dalam kecamuk gegap gempita pembangunan, terutama di Riau, apalagi Nusantara. Salah satu candi tertua di Pulau Sumatera, peninggalan Kerajaan Sriwijaya itu bak nurani manusia yang lupa daratan karena tercerabut dari tanah (rahim ibunya).*

Teater Selembayung, beberapa pengalaman pentasnya ialah: Mementaskan "Malam Terakhir" (naskah Yukio Mishima) di Pekanbaru (Riau) dan Padang panjang (Sumbar), 2009; Mementaskan "Opera Primadona" (naskah Nano Riantiarno) di Kota Pekanbaru, Riau, 2013; Mementaskan "Bomo Pembengak" adaptasi naskah "Dokter Gadungan" (naskah Moliere) di Pekanbaru, Riau, 2003.; Mementaskan "Situs" (phisical theatre) di Pekanbaru, Riau, (2016), Kota Padang (Sumbar) pada 2017, dan Kota Medan, Sumut, (2019); Mementaskan "Padang Perburuan" (naskah dan sutradara) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (2018), di Kota Pekanbaru, Riau, (2019), Jambi, Bengkulu, Palembang, (2019).

Ingin menyaksikan Nurani bak situs Candi Muara Takus yang dibiarkan membisu,? Saksikan Teater Selembayung,  untuk waktu/jam pergelaran akan diinformasikan berikutnya.

 

(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top