Senin, 22 April 2019 |
Wisata & Budaya

Chanpi Jambi dari kata pengamat Jelang TKTB di Ambon

Sabtu, 09 September 2017 14:02:39 wib
tampak Mg.Alloy dan Jafar Rassuh/Photo: jambidaily.com/Fery Apriyan

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Chanpi Jambi dari sudut pandang pengamat, pemerhati dan penggiat seni di Jambi jelang Temu Karya Taman Budaya (TKTB) Se-Indonesia di kota Ambon, 12-16 September 2017 sangat beragam

Chanpi Jambi akan ditampilkan Tim Kesenian Taman Budaya Jambi (TBJ) UPTD Kebudayaan dan Pariwisata Jambi, Karya Olahan Musik Aransemen dari Alex AR dan Andi Gomez.

Berikut pendapatnya:

Menurut Jafar Rasuh (Pengamat dan Maestro Seni Rupa Jambi)
Dalam materi ini saya lihat adanya alur dari Zaman Animisme hingga pada masa Islam dari nuansa musik tidak terlihat unsur kedaerahannya. Kalau kita bicara potensi musik yang bercirikan daerah budaya yang ada di provinsi Jambi saya kira tidak mengena. Musiknya agak kacau saat ada irama atau masuknya Gambus.

Saya punya pesan, Temu karya ini memang diperuntukkan untuk taman Budaya dan menjadi momentnya Taman budaya. Temu karya yang dipertunjukkan dalam kegiatan ini adalah hasil dari pengolahan hasil karya dari taman budaya yang terbaik bukan dari sanggar atau individu.

Menurut Mg.Alloy (Pemusik Tradisi)
Sekarang TBJ dengan adanya uji pentas ini mengembalikan marwahnya sebagai labor kesenian. Disini saya sebagai penikmat saja dan ekspresi sebagai penonton.

kalau perjalanan karya ini kalau lah dikatakan Chanpi bukan Jambi, saya tidak tau alasannya apa,? karena hati-hati dalam bicara konteks, apakah ini kesulitan dalam pemilihan judul atau apa saya tidak tau. kalau sebagai penikmat saya belum melihat dinamika datar saja, ritme tidak berwarna, tadi ada baca puisi, puisi itu hanya sebagai tempelan saja, atau musik mengiringi musik.

Menurut Wiro A Sani (Penggiat Musik)
Kurang Dinamis jadi Dinamikanya diatur lebih baik, Pemeran dalam musik tadi tidak terlihat seharusnya ada peran utama disana agar lebih menarik dan Formasi tidak tergarap dengan baik 

Menurut Fauzi (Penggiat Musik
ditampilan sepi secara entertainment, harap diperbaiki karena kita sudah bicara jualan

Menurut Heri Suroso (Penggiat Musik)
secara umumnya sudah baik, ini banyak hal yang tetap harus diperbaiki jelang keberangkatan. titik utama kemasan diperbaiki agar meningkatkan daya tariknya

Menurut Masvil Tomi (Akademisi Musik)
sangat besar yang menjadi pertanyaan saya, yang utama adalah ini reportoar atau komposisi musik, saya sebagai penonton tidak merasakan ada unsur-unsur dari irama jika kita bicara Tradisi kurang terlihat, seperti pendapat sebelumnya Dinamika kurang terasa disana

 

(Hendry Noesae)

 


Berita Terkait:
Chanpi Jambi Uji Pentas Jelang TKTB Se-Indonesia

KOMENTAR DISQUS :

Top