Senin, 19 Agustus 2019 |
Hukum

Dalam Satu Malam Baby Lobster Bernilai 18 Miliar Berhasil Diamankan Ditpolairud Polda Jambi

Senin, 13 Mei 2019 17:49:58 wib

JAMBIDAILY HUKUM - Masih Berulang, kembali aksi penyelundupan Baby Lobster melintasi kawasan kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya di Nibung Putih. Kali ini berhasil digagalkan jajaran Ditrpolairud Polda Jambi, Senin (13/5/2019) sekitar pukul 01:00 Wib.

Dari data yang disampaikan pada konferensi pers (Senin, 13/05/2019) petugas berhasil mengamankan 8 box yang berisi baby lobster sebanyak 46.500 ekor, dengan rincian 45.000 jenis mutiara dan 1500 jenis baby lobster pasir, dengan dugaan awal berasal dari provinsi Lampung.

Petugas mengamankan terduga tersangka yang membawa RS (sopir Xenia), S (sopir Avanza) dan JA (kernet) sekaligus kendaraannya berupa satu unit mobil kijang Inova warna putih dengan nomor polisi BH 1129 MJ dan Daihatsu putih nompol BH 1460 HW. "Dari 8 box, jika di rupiahkan, kerugian negara mencapai Rp 6 miliar rupiah" kata Ditrpolairud Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti. 

Adapun kronologis penangkapan, Mobil Avanza tersebut sempat ingin melarikan diri dengan cara memutar arah, namun mobil menyasar ke anak sungai sehingga pengendara bisa diamankan. 

Tidak berselang, sekitar bejarak 100 meter Ditrpolairud berserta Jajaran polres Tanjung Jabung Timur juga berhasil mengamankan 13 box berisi Baby lobster di dalam mobil Inova warna hitam, namun pelaku pembawa Benih lobster tersebut berhasil melarikan diri.

Dalam pemeriksaan ternyata 13 box tersebut berisi 78.000 Baby lobster jenis pasir, jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp 12 miliar lebih, sehingga dalam satu malam berhasil mengamankan kerugian negara sebesar Rp 18 miliar. 

Untuk 13 Box yang di amankan sedang dalam perjalanan ke Mako dirpolairud Polda Jambi sebelum di serahkan ke BKIPM Jambi. Dari hasil pemeriksaan sementara ketiga orang tersangka mengaku mendapat barang tersebut dari tangan orang bernama berinisial A.

Lalu, untuk pemilik dua unit mobil yang turut menjadi barang bukti di dapat adalah mobil sewaan alias rental yang ada di kota Jambi. 

Dirpolairud menjelaskan dua tangkapan terakhir yakni di kawasan Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur bukanlah satu jaringan, mereka merupakan jaringan yang 
Terpisah. Selain itu, tersangka menerangkan bahwa di upah sebesar Rp 400 ribu untuk sekali penerimaan, sedangkan Kernet sendiri di upah sebesar Rp 100 rupiah.

Namun yang paling mengejutkan kernet ternyata masih di bawah umur yakni berusia 16 tahun dan masih duduk di bangku sekolah menengah Pertama (SMP). 

Atas perbuatannya ketiga tersangka di jerat dengan pasal 88 Jo pasal 16 ayat 1 junto pasal 100 ayat Pasal 7 ayat 3 undang undang RI no 31 tahun 2004 sebagaimana di ubah dengan UU RI nomor 45 tahun 2009, dengan ancam maksimal 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar.

 


(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top