Minggu, 25 Agustus 2019 |
Politik

Debat Kandidat Paslon Bupati Batanghari "Kurang Greget"

Selasa, 01 Desember 2015 22:19:29 wib
Suasana Debat Paslon Bupati-Wakil Bupati Batanghari

JAMBIDAILY POLITIK-Debat kandidat antara Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Batanghari periode 2016-2021 dinilai tidak menyentuh hal-hal substansi visi dan misi yang ingin diketahui masyarakat dari masing-masing Paslon.

Padahal debat publik ini merupakan salah satu momen penting bagi para Paslon dalam menguji visi dan misi lawan politik masing-masing dan meyakinkan masyarakat atas visi dan misinya untuk Kabupaten Batanhari kedepan.

“Kita sudah berusaha menyusun semaksimal mungkin pertanyaan terkait isu aktual. Namun saat sesi debat, para kandidat tidak memanfaatkan momen untuk bertanya sesuai dengan tema, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah. Dan itu kita sayangkan, karena sebenarnya masyarakat Batanghari ingin mengetahui apa sih sebenarnya visi misi atau jawaban yang diberikan kepada masyarakat, sehingga warga tahu kualitas masing-masing paslon, dan itu tidak muncul,”nilai Panelis debat kandidat, Muhammad Farisi terhadap kegiatan yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batanghari, Senin Malam (30/11) di Gedung Pemuda Muarabulian.

Bahkan Dia menilai, keempat Paslon tidak terlalu bergairah sehingga terlihat seolah-olah main-main.

“Saya sedikit menangkap itu diawal dari sebelum debat, Masing-masing paslon kurang gairah. Mungkin ini disebabkan karena hubungan emosional. Bagi pemilih rasional tentu kecewa dengan tampilan paslon pada debat tersebut, tapi apa mau dikata itu yang telah KPU selenggarakan,”ungkapnya.

Penilaian main-main baik itu dari masyarakat maupun moderator diawali dengan adanya peristiwa menggelikan dalam debat kandidat 4 paslon di Pilkada Batanghari yang digelar di Gedung Pemuda Muarabulian.

Paslon Bupati Ardian Faisal yang dapat giliran bertanya kepada 3 pasangan calon lainnya tetap mengambil kesempatan tersebut, namun dia tidak bertanya masalah penajaman visi dan misi, namun hanya menanyakan masalah kesehatan kandidat lain.

"Apakah bapak dan ibu sehat," tanya pria yang akrab disapa Aan itu kepada pasangan calon yang lain.

Karena adanya pertanyaan tersebut, kandidat lain pun hanya menjawab sehat. "Kalau semua sehat, Insya Allah kita bisa memimpin Batanghari," pungkas Aan.

Sontak komentar dimedia social dari warga yang meyaksikan melalui televise pun menjadi ramai. "Sejak awal sudah berjalan tidak menarik, debat kurang hidup, hanya tanya jawab di sesi ketiga seperti cerdas cermat tingkat pelajar," ungkap Romi, salah seorang warga yang menyaksikan debat kandidat tersebut.

“lucunya debat ini,”ujar salah satu netizen. “debat kandidat di Batanghari seperti main-main saja,”tambah netizen. “ngapo cabup dan cawabup ni, pado takut galo menyampaikan pertanyaan,” kata Netizen.

Sementara itu Ketua KPU Batanghari, Zamani, sebelum sesi debat mengajak seluruh eudiensi untuk menjalankan demokrasi yang sehat, bersih dilandasi semangat demokratisasi untuk sebuah perubahan yang lebih baik bagi kemajuan kabupaten Batanghari kedepannya.

Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan penyelenggara Pilkada serentak. Dengan tujuan dilaksanakan debat untuk menyebar luaskan visi dan misi pasangam calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati Batanghari.

"Dalam debat ini sebagai pemberitahu kepada masyarakat Batanghari visi dan misi Paslon Bupati serta program kerjanya," ujarnya.

Debat ini kata Zamani dapat menjadi acuan masyarakat Batanghari untuk menentukan pilihannya. Bukan untuk saling menjatuhkan antar paslon. Harapan kita keamanan terjaga. Debat ini bukan ajang saling menyalahkan, mengkritisi dan mencaci maki. Mari kita sukseskan debat ini.

"Mari semua belajar berdemokrasi yang sehat dengan saling menghargai apapun hasil pilkada tanggal 9 Desember mendatang sebagai sarana menuju sebuah kemajuan. Jadikan debat publik ini sebagai ajang pendewasaan berpolitik untuk suksesi kepemimpinan yang didasari keputusan rakyat sebagai pemegang kedaulatan penuh demokrasi. Selamat melaksanakan debat untuk sebuah proses demokrasi yang bersih dan adil bagi seluruh rakyat," ujar Zamani.

Dalam debat kandidat tersebut para paslon menyampaikan visi dan misi masing-masing yakni Paslon nomor urut 1 Ardian-Qomaruddin pertama kali mengatakan visi misinya antara lain ingin mewujudkan Batanghari Sehati. Ingin berbuat untuk Batanghari, salah satunya pedui dengan pertanian yang tentunya harus didukung dengan infrastruktur. Pertanian dianggap sebagai ujung tombak Batanghari, sehingga pertanian harus jadi prioritas.

Sedangkan paslon nomor urut 2 Syahirsah-Sofia mengatakan akan membuat Batanghari maju adil dan sejahtera berlandaskan ketaqwaan. Ada tiga hal yang akan dilaksanan, menggunakan APBD sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,  memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pangan, papa, sandang, pendidikan dan meningkatkan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian.

Paslon nomor urut 3 Camelia-Amin intinya berencana melakukan pemberdayaan mulai dari  keluarga, penataan dimulai dari desa dan pembangunan dimulai dari revitalisasi briokrasi.

Paslon nomor urut 4 Sinwan-Arzanil yakni mewujudkan Gema Desa di Batanghari, salah satunya meningkatkan kesejahteraan. Pasangan ini berkonsentrasi penuh melakukan pembangunan dari desa ke kota.(jambiaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top