Sabtu, 17 Agustus 2019 |
Ekonomi

Demi Memaksimalkan Restorasi Gambut dan Revitalisasi Ekonomi, BRG RI Temu Wicara ke Muaro Jambi

Rabu, 10 April 2019 19:47:39 wib
Foto: Jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY MUARO JAMBI - Untuk melihat secara langsung sejauh mana perkembangan dan keberhasilan restorasi gambut juga Revitalisai ekonomi masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia, Ir Nazir Foead M.Sc (Rabu, 10/04/2019) Temu wicara dengan Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Jambi.

Adapun program BRG di Kabupaten Muaro Jambi yaitu R1 (Rewetting) dengan pembangunan sekat kanal, R2 (revegetasi) dengan menanam kembali lahan-lahan yang terdegradasi akibat kebakaran hutan lahan (Karhutla), dan R3 (revitalisasi ekonomi) yaitu pemberian paket bantuan ekonomi, di Pulau Mentaro bantuan yang diberikan adalah ternak sapi.

Dalam Kunjungan Kerja (Kunker), Kepala BRG akan menyaksikan penandatangan SPKS kegiatan revitalisasi masyarakat untuk 6 Kelompok Masyarakat (Pokmas) melalui anggaran Penugasan di Aula Desa Betung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Sedangkan paket revitalisasi ekonomi lainnya bagi 10 pokmas melalui anggaran Tugas Pembantuan (TP) sedang dalam proses penyusunan SPKS.

Setelah menyaksikan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama Swakelola (SPKS) Tahun 2019, di Aula Desa Betung. Kepala BRG didampingi Bupati Muaro Jambi Hj Masnah Busro, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, A Bestari, Dir Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Tinta Boeru, dan Kapolres Muaro Jambi AKBP Mardiono, serta Lambok Iswandi Panjaitan, Pendamping Sekat Kanal di Desa Seponjenmelihat langsung Revitalisasi sosial ekonomi masyarakat melalui bantuan ekonomi produktif masyarakat desa gambut yaitu penggemukan dan budidaya sapi, di Desa Pulau Mentaro Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi, asal dari APBN 2018 pada Kelompok Masyarakat Fullmen Jaya.

"Gambut itu adalah lahan yang potensial untuk menyimpan air yang tentu juga menyimpan karbon tapi kalau dikeringkan, terlalu kering airnya hilang musim kemarau dan air kita jadi tidak ada kalau ada yang membakar maka itu sangat susah dipadamkan. Sehingga dibuatlah program restorasi gambut, untuk memperbaiki gambut menjaga kebasahannya. Kanal yang dibuat untuk mengeringkan kita tutup dan bangun sekat kanal. Selain gambut tentunya juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat bersama kementerian LHK, Pemprov dan Pemda. Tadi pertama kita sudah melihat ke Tahura Orang Kayo Hitam yang terbakar sejak tahun 2015 bahkan sejak 1998, kita melihat kanalnya sudah ditutup dan di sekat-sekat serta kebasahan gambutnya bagus, semoga bisa dipertahankan sehingga pada musim kemarau ini tetap lembat dan tidak mudah terbakar. Sekarang kita melihat pada program revitalisasi pertanian, perikanan, peternakan dan macam-macam, hari ini didampingi langsug oleh Bupati ke Peternakan Sapi," Jelas Nazir Foead.

Saat ditanya awak media, apa prestasi dan hasil yang didapat setelah adanya BRG di Jambi khususnya dan sejauh mana tingkat efisiensi dalam penanganan Karhutla. Nazir Foead memberikan gambaran telah terjadi penurunan tajam jika dibandingkan dengan tahun 2015.

"Saya gambarkan tentang hotspot (Titik panas-red) di 2015 itu kita semua tau tinggi sekali, kabut asap membuat Jambi tertutup berbulan-bulan. Tahun 2016 penurunan hotspot di lahan gambut dimana BRG bekerja bersama LHK dan Pemda itu 2,5 juta hektare dan 7 Provinsi target BRG itu menurun titik panasnya 98 persen dibandingkan 2015. Di 2017 menurun lebih tajam 99 persen, memang 2015 panas sekali, 2016 kemarau basah, 2017 panasnya lebih parah dari 2016 jadi tidak bisa dibilang kemarau basah. Sementara 2018 ada El Nino lemah jadi tidak sepanjang 2015 tetapi tetap turun 92 persen dibanding 2015," Beber Nazir Foead.

"Tentunya kita harus bersyukur dibantu dari berbagai komponen tentunya TNI Polri, Kementerian, Pemprov, BNPB, BPBD, Mandala Agni, Masyarakat peduli api tetap menjaga kebasahan gambut dan mencegah kebakaran. Kalaupun ada, sesuai arahan Pak Presiden agar deteksi secara dini, reaksi cepat dan kemudian ada pemadaman yang terintregasi dengan Satgasnya lalu ada penegakan hukum jika memang ada tanda-tanda pelanggaran," Imbuhnya.

Sementara itu terkait kemajuan restorasi gambut yang telah dilakukkan di area konsesi dan kawasan seperti HPL, Konservasi dan lainnya. Dijelaskan Nazir Foead, BRG saat ini menargetkan 2019 dan 2020, 400 ribu hektar selesai di restorasi.

"Dari 2,5 juta Hektar target restorasi itu ada 1,4 juta jatuh di konsesi, 1,1 Juta jatuh di lahan HPL dan juga kawasan Konservasi. Kalau di HPL dan Konservasi itu sudah 679 ribu Hektar, jadi dari 1,1 juta sudah hampir 700 ribu atau 60 persen lebih masih hutang 40 persen, 200 ribu tahun ini dan 200 ribu tahun depan. Kalau Konsesi dari 1,4 Juta itu, banyak dikoordinasikan kepada LHK dan juga kami dengan kementerian pertanian untuk kebun sawit, total menurut catatan rekan kita di LHK sudah ada 3 juta hektar lebih perusahaan yang menyiapkan pemulihan dan sudah mulai melakukan. Kami sudah melihat sendiri di beberapa perusahaan, kami turun langsung di Jambi ada perusahaan sawit yang bersama-sama tim kita dan profesor dari Universitas. Di Jambi, Riau, Kalimantan Barat ada perusahaan sawit, kita sudah turun langsung sampai 160 ribu hektar dari target sekitar 500 ribu hektar, sisanya HPH dan HTI itu dibawah koordinasi kementerian LHK. Bisa dikatakan sudah mulai berjalan, ada juga Tim yang turun mengeksistensi mereka agar jalannya sesuai rencana," Urai Nazir Foead. 

"Sementara itu untuk Target 2019, itu 200 ribu hektar restorasi, tadi sudah 679 ribu dari 1,1 juta. Jadi masih kurang 400 ribu hektar. 200 ribu sekarang dan 200 ribu hektar di tahun 2020, sesuai waktu BRG bekerja hingga 31 Desember 2020," Pungkas Menambahkan.

Disinggung masalah tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan Restorasi gambut di Provinsi Jambi. A Bestari, Kepala Dinas Kehutanan provinsi Jambi, meyakini tidak ada permasalahan yang cukup berarti ketika telah dilakukan sosialisasi kepada Masyarakat dan Perusahaan.

"Terkait tantangan restorasi gambut di provinsi Jambi sebenarnya tidak ada karena BRG inikan baru, di 2016 jadi lebih banyak ketidaktauan masyarakat terhadap program BRG ini. Sekarang sudah mulai, sempat ada penolakan dari masyarakat dan perusahaan sebab sekat kanal di khawatirkan membanjiri kebun mereka, setelah kita jelaskan tidak ada kendala sebenarnya," Terang. 

Kemudian pada kesempatan ini, ditepat yang sama Bupati Muaro Jambi, Hj Masnah Busro smapaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada Pemerintah dalam hal ini BRG karena dapat mensejahterakan masyarakat melalui revitalisasi ekonomi serta berharap tidak ada lagi karhutla di Muaro Jambi yang berstruktur gambut hampir 40 persen wilayahnya.

"Terima Kasih, karena program seperti ini ada bantuan sapi, ada juga itik itu bisa dimanfaatkan masyarakat disekitar lahan gambut. Nantinya masyarakat bisa memelihara ternak juga menjaga gambut, jadi itu harapan saya dan InsyaAllah di Muaro Jambi tidak ada lagi Karhutla. Di Muaro Jambi ini hampir 40 persen adalah gambut, kedepan InsyaAllah kita jaga bersama dengan adanya program ini," Ungkap Masnah Busro.

Adapun Sekilas Program Badan Restorasi Gambut dan Revitalisasi Ekonomi di Jambi, Desa Betung tahun 2018 telah mendapatkan kegiatan pembangunan sekat kanal  sebanyak 6 Unit sekat kanal dan bantuan revitalisasi ekonomi berupa Penggemukan dan budidaya ternak sapi sebanyak 6 ekor sapi jantan dan 6 ekor sapi betina.

Rencana Kegiatan Restorasi Gambut di Provinsi Jambi pada tahun 2019

Rencana PIPG dan kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat tahun 2019 akan dilaksanakan di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat meliputi KHG Sungai Batanghari – Sungai Air Hitam Laut, KHG Sungai Batanghari – Sungai Kumpeh, KHG Sungai Mendahara – Sungai Batanghari, KHG Sungai Pangabuan – Sungai Baung dan KHG Sungai Baung – Sungai Betara yang.

Adapun Jumlah Desa Tercakup yaitu : 

  • Kecamatan Kumpeh : Desa Gedong Karya, Jebus, Seponjen, Sungai Aur, Sogo
  • Kecamatan Betara : Desa Mendala Jaya, Desa Mekar Jaya
  • Kecamatan Bram Itam : Desa Bram Itam Kanan, Bram Itam Raya, Bunga Tanjung
  • Kecamatan Berbak : Desa Rantau Rasau, Sungai Rambut
  • Kecamatan Dendang : Desa Koto Kandis Dendang
  • Kecamatan Muara Sabak : Desa Teluk Dawan
  • Kecamatan Pangabuan : Desa Parit Bilal
  • Kawasan sekitar Taman Nasional Berbak Sembilang.

Jenis kegiatan revitalisasi ekonomi yang akan dilaksanakan meliputi budidaya ayam kampung dan ayam petelur dan budidaya lebah madu yang direncanakan akan dilaksanakan di wilayah sekitar Taman Nasional Berbak Sembilang, sementara kegiatan yang lain akan ditentukan berdasarkan potensi masing-masing desa. Adapun jenis kegiatan dapat berbasis lahan, air ataupun jasa lingkungan.

Kegiatan PIPG yang akan direncanakan untuk dilaksanakan tahun 2019 meliputi pembangunan sekat kanal sejumlah 133 unit, sumur bor sejumlah 230 unit, revegetasi 150 Ha, dan kegiatan revitalisasi ekonomi 17 paket kegiatan yang akan dikerjakan oleh BRG Pusat (Penugasan) dan Satker Tugas Pembantuan (TP) BRG yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi.

Kegiatan restorasi bersama masyarakat juga dilakukan dalam program Desa Peduli Gambut (DPG) untuk mengedukasi dan mendampingi masyarakat desa dalam mengelola lahan gambut tanpa bakar serta berupaya memasukan upaya restorasi gambut ke dalam kebijakan desa. Pada 2019 program DPG akan dilakukan di 8 desa/kelurahan.

Pelaksanaan Kegiatan Restorasi Gambut dengan Pendekatan 3R di Provinsi Jambi pada tahun 2017-2018

  • Kegiatan Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG) sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 di Provinsi Jambi. Pada 2017, kegiatan Rewetting (pembasahan kembali) dilakukan dengan membangun sekat kanal sejumlah 114 unit dan kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat dengan pemberian 10 paket kegiatan.
  • Pada tahun 2018 di Provinsi Jambi dilaksanakan kegiatan Rewetting dengan pembangunan 323 unit sekat kanal dan sumur bor sejumlah 294 unit. Kegiatan revegetasi dilakukan pada 125 Ha yang meliputi demplot revegetasi dan pemeliharaan tanaman, serta kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat yang telah diberikan kepada 32 kelompok masyarakat.
  • Total dari kegiatan yang dilaksanakan di rentang tahun 2017-2018 di Provinsi Jambi, telah melibatkan 102 kelompok masyarakat.
  • Selama 2017-2018, telah dilakukan program Desa Peduli Gambut (DPG) di 28 desa/kelurahan yang berlokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi. Capaian program DPG diantaranya adalah masuknya program restorasi gambut pada 5 Peraturan Desa (Perdes), 11 SK Kepala Desa, 5 RKPDes dan 5 RPJMDes, serta terbentuknya 5 bumdes.
  • Lokasi kegiatan 2017-2018 mencakup 3 kabupaten yaitu tanjung jabung timur, tanjung jabung barat, dan muaro jambi. Adapun KHG yang tercakup dalam kegiatan Restorasi Gambut di BRG ini meliputi KHG Sungai Batanghari – Sungai Air Hitam Laut, KHG Sungai Batanghari – Sungai Kumpeh, KHG Sungai Mendahara – Sungai Batanghari, dan KHG Sungai Betara – Sungai Mendahara.

Adapun Wilayah yang tercakup yaitu meliputi:

  • Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat
  • Kecamatan Betara, Dendang, Geragai, Kuala, Kuala Betara, Kumpeh, Maro Sebo, Mendahara, Mendahara Ulu, Muara Sabak Barat, Nipah Panjang, Sadu, dan Taman Rajo
  • Desa Tercakup meliputi Betung, Gedong Karya, Jebus, Londrang, Pematang Raman, Pulau Mentaro, Rukam, Seponjen, Sogo, Sungai Aur, Sungai Bungur, Tanjung, Baru, Jambi Tulo, Manis Mato, Rukam, Pandan Sejahtera, Makmur Jaya, Mekar Jaya, Muntialo, Sungai Terap, Teluk Kulbi, Suak Labu, Sungai Gebar, Rantau Rasau, Rawa Sari, Catur Rahayu, Jati Mulyo, Kota Kandis Dendang, Parit Culum I, Rantau Indah, Teluk Dawan, Lagan Tengah, Lagan Ulu, Pandan Lagan, Pandan Sejahtera, Merbau, Sinar Wajo, Sungai Beras, Sungai Tawar, Pematang Rahim, Sinar Wajo, Sungai Beras, Parit Culum I, Simpang Datuk, Air Hitam Laut, Sungai Cemara, Sungai Sayang dan Teluk Dawan.
  • Desa di sekitar Kawasan Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam dan Desa di sekitar Taman Nasional Berbak Sembilang

Jenis kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat meliputi :

Budidaya ikan air tawar, peternakan kambing, penggemukan dan budidaya kerbau, penggemukan dan budidaya sapi, budidaya kopi liberika, keramba jaring apung, pembangunan rumah kompos dan depot air minum isi ulang, pengembangan komoditi kopi, pengembangan komoditi lokal (pertanian), pengembangan komoditi pinang, pengolahan pakan ternak sapi, peningkatan usaha pertanian.


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top