Selasa, 19 Desember 2017 |
Wisata & Budaya

Desa Senaung, Gelar Festival Kampung

Selasa, 21 November 2017 14:55:05 wib
Masjid Tertua di Senaung/Photo: ist
JAMBIDAILY MUAROJAMBI - Guna melestarikan tradisi, budaya, dan kearifan lokal, Pemerintah Desa Senaung, Kabupaten Muaro Jambi akan menyelenggarakan Festival Kampung 2017. Kegiatan bertajuk Bergerak Membangun Desa, dilaksanakan pada tanggal 22-26 November 2017, bertempat di Desa Senaung. Humas Desa Senaung, Ramadhan mengatakan, ini merupakan kegiatan pemerintah desa bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Rural Community Developmen (LPPM RCD) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Nurdin Hamzah (STISIP NH) Jambi, melibatkan perangkat desa dan jajarannya, masyarakat, lembaga adat, serta stakeholder.
 
“Acara tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya diskusi kelembagaan adat Desa Senaung bersama Seloko Institute dan mengunjungi barang-barang kuno dan bangunan tua yang dibangun tahun 1832,” jelas Kepala Desa Senaung, Sulaini, Senin (20/11).
 
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari diawali dengan diskusi lembaga adat dan tur Desa Senaung tanggal 22 November 2017. Selanjutnya di tanggal 24 November Pembukaan Festival Desa Senaung yang akan diisi dengan kegiatan rebana siam, pencak silat penyambutan, dan kreasi batik tanpa di jahit, serta tur benda bersejarah.
 
“Tanggal 25 November kita akan mengangkat kegiatan yang merupakan warisan budaya dari para leluhur yakni pelarian di umo, yang dilanjutkan dengan cerita sejarah Desa Senaung dan legendanya, serta berbagai permainan tradisional seperti keronceng, ladang kere, hentak-hentak bumi dan peteng, sekaligus penutupan festival kampung,”ujar Sulaini menjelaskan. 
 
Sebagai informasi, tur desa nantinya akan memperlihatkan adanya benda-benda bersejarah yang hingga kini masih tersimpan rapi. Sebut saja uang koin kuno, batik lawas yang diproduksi sekitar tahun 1901. Ada juga kotak besi kuno yang pada zaman itu digunakan sebagai tempat penyimpanan, menariknya kunci dari kotak besi tersebut masih menggunakan cara tradisional.
 
Selain benda-benda bersejarah, di Desa Senaung juga terdapat bangunan bersejarah seperti masjid Darusalam 1 yang dibangun tahun 1834. “Klarifikasi tentang masjid ini didapat dari orang tua di desa ini yakni saksi Haji Ahmad. Saat beliau berusia 13 tahun mesjid tersebut sudah di bangun bertiang. Pada tahun 2000 ketika mengkonfirmasi umur bangunan masjid, usia beliau sudah 100 tahun,” jelas Sulaini dengan ramah.
 
Bangunan tua lainnya yang terdapat di Desa Senaung adalah Madrasah Diniyah di bangun pada tahun 1934 dan siap digunakan th 1937. Bangunan madrasah berhubungan dengan bangunan Sekolah Dasar (SDN) Negeri 3 Desa Senaung. Kala itu warga setempat dan beberapa desa sekitarnya menggunakan madrasah sebagai tempat belajar, dan satu-satunya yang ada di desa ini. Lalu, pada tahun 1940, oleh pemerintah madrasah ditetapkan fungsinya sebagai SD Negeri 3.
 
“Masih ada foto saat madrasah di bangun dengan kondisi jendela tempo dulu,” ujar Sulaini.
 
Dari semua peninggalan benda dan bangunan kuno di Desa Senaung, juga terdapat tiga orang saksi sejarah yang masih hidup hingga kini, ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua LPPM RCD STISIP NH,  Wenny Ira, S.Ip, M.Hum menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program,Kuliah Kerja Nyata  (KKN) dan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa STISIP NH dari Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Ilmu Pemerintahan. Ini dalam rangka untuk membranding kampung melalui isu budaya. Kegiatan ini telah di garap sejak Desember 2016 lalu, dan pelaksanaannya sendiri di bulan September 2017.
 
“Karena ini yang pertama kali dilakukan di Desa Senaung dan melalui tahapan yang cukup panjang hingga sampai pada pelaksanaannya tanggal 22-26 November 2017,” tutur Wenny.(*)/Rilis

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top