Kamis, 27 Juni 2019 |
Hukum

Di Kabupaten Batanghari, Desa Pompa Air atau ‘Kampung Pengeboran Minyak Ilegal’?

Senin, 18 Maret 2019 22:25:49 wib
Foto: hendrynoesae/jambidaily.com

JAMBIDAILY BATANGHARI - Adanya informasi Aktivitas pengeboran minyak ilegal atau illegal Drilling tetap beroperasional walaupun sempat Heboh karena meledaknya salah satu sumur di Desa Pompa Air kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari provinsi Jambi, pada 16 Februari 2019 yang lalu bukanlah isapan jempol dan hembusan kabar burung, faktanya itu memang benar.

Jambidaily.com (Senin, 18/03/2019) bersama beberapa awak media menelusuri langsung lokasi yang dimaksud. Dalam perjalanan ketika akan menuju Desa Pompa Air, warga lebih banyak menunjukkan jalur bukan sebenarnya dan terkesan menutupi area, sehingga untuk menemukan butuh waktu yang tidak sebentar.

Setelah melalui beberapa pilihan jalan, akhirnya menemukan papan nama bertuliskan "Selamat Datang di Desa Pompa Air" hanya beberapa meter saja sudah dapat dijumpai aktivitas warga yang sedang memindahkan Minyak ke kendaraan pengangkut.

Saat memasuki Desa Pompa Air, rasanya tidak ada yang berbeda seperti perkampungan pada umumnya, namun dalam waktu 60 menit tidak kurang 20 mobil berjenis Pick-Up yang mayoritas Bernomor polisi (BG), ditutupi terpal dengan 2 Tangki Air yang diduga berisi Bahan Bakar Minyak Ilegal melintas. Tidak kurang 10 kilometer jarak dari papan bertuliskan selamat datang, ditemukan beberapa lorong-lorong berpalang kayu dan terlihat mobil-mobil pengangkut keluar masuk.

Jalan tanah berlobang dan debu bertebaran memaksa kendaraan kami berjalan dengan kecepata rendah. Ceceran minyak ditanah, udara menyengat serta aroma khas minyak mulai terasa, jambidaily.com menyaksikan banyaknya mobil berjejer jenis pick-up bahkan mobil jenis Cold Diesel tersambung selang-selang yang mengaliri hasil minyak. 

Lebih mengherankan lagi aktivitas terbuka diantara sela-sela kebun sawit bukan di hutan belantara, warga tidak terlihat canggung sedang melakukan hal yang ilegal. Lokasi para pengais rezeky dibidang tambang yang tidak sesuai dan tidak dibenarkan secara hukum itu ramai selayaknya pasar. Desa pompa Air juga kami temukan adanya pandai besi semacam bengkel las membuat kerangka besi dan selang besi yang digunakan untuk pengeboran. 

Bukan hanya itu saja, pandangan mata kami para awak media lebih terperangah lagi sumur-sumur tidak hanya berada dibelakang rumah warga, dibelakang masjid, kami menyaksikan ada satu titik terdapat hamparan di kiri dan kanan puluhan tenda-tenda beratap terpal seperti ada kegiatan perkemahan.

Mobil-mobil yang mengangkut keluar hasil Minyak lebih banyak melalui jalan-jalan dalam dan sedikit sekali melewati jalan umum, termasuk dugaan melintasi area atau jalan di kawasan Pertamina EP Asset 1 Bajubang.

Pihak Pertamina Jambi Asset 1 PR and Government Relation Assistant Manager, Andrew, ketika dikonfirmasi jambidaily.com melalui sambungan telepon menjelaskan kondisi dan status wilayah Desa Pompa Air bukan termasuk wialyah Operasionalnya.

"Lokasi tersebut kalau secara kepemilikan tanah, ialah milik masyarakat bukan wilayah operasioanl kita. Kalau itu lahan masyarakat dan akan menjadi wilayah operasi maka ada proses namanya pembebasan lokasi. Contohnya di desa Bungku itu ada satu sumur yaitu BTP-01, itu awalnya milik masyarakat lalu kita lakukan pembebasan lokasi barulah menjadi titik operasionalnya Pertamina," Jelas Andrew.

Lantas adanya temuan kendaraan atau Mobil pengangkut Minyak Ilegal yang melintas dalam kawasan atau area Pertamina.

"Tahun lalu memang ada beberapa oknum masyarakat itu masuk ke lokasinya Pertamina, maka kami melalui Security akan usir. Saya baru saja ngobrol sama security bahwa kalau masuk ke komplek perumahan Pertamina di Bajubang itu kita udah pasang rambu-rambu dan juga patroli, sepengetahuan kami lewat dipertigaan yang ada di depannya kantor desa pompa air kalau tidak salah. Namun kalau masuk dalam komplek pertamina tidak mungkin karena kita dijaga patroli disitu," Terang Andrew.

Lalu untuk adanya penampakan Security Pertamina melintasi kawasan Aktivitas Pengeboran Minyak Ilegal di Desa Pompa Air,? "Oh itu karena menuju BTP-01 di desa Bungku melewati desa Pompa Air. Mereka melakukan patroli disitu," Ujar Andrew.

Disinggung adanya kemungkinan dugaan bahwa karyawan Pertamina turut bermain dan terlibat dalam Aktivitas Pengeboran Minyak ilegal

"Kalau memang teman-teman ada bukti, kami akan tindak secara Internal. Kami secara internal akan menyelidiki jika adanya dugaan, namun harus ada bukti permulaan. Kalau memang ada info silahkan majukan ke kami nanti disampaikan ke manajemen. Termasuk tadi tentang dugaan kendaraan Minyak Ilegal yang melintasi area Pertamina boleh dikirimi fotonya," Pungkas Andrew.

Sementara itu, AKBP Mohammad Santoso SH Sik, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resor (Kapolres) Kabupaten Batanghari, belum berhasil dikonfirmasi karena sedang tidak berada ditempat.

 

(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top